Kalamansi, Buah Tangan Ikonik Bumi Rafflesia

Sigerindo Bengkulu - Jika memasukan kata kunci kalamansi di mesin pencarian google, maka pencarian terkait teratas dan paling banyak dita...

Sigerindo Bengkulu - Jika memasukan kata kunci kalamansi di mesin pencarian google, maka pencarian terkait teratas dan paling banyak ditampilkan adalah Kota Bengkulu, sebagai daerah terdepan yang mengembangkan olahan kalamansi.

Di Bengkulu, kalamansi tidak dikonsumsi langsung karena rasanya kecut dan asam. Tapi akan diolah dulu menjadi berbagai produk seperti minuman, sirup, kue, teh kalamansi, sabun hingga selai.
Kalamansi atau jeruk kalamansi merupakan buah pangan yang paling populer di Kota Bengkulu. Tak berkesan rasanya pelancong yang berkunjung ke Bengkulu tidak membawa olahan kalamansi, baik berbentuk buah segar ataupun hasil olahan.

Pesatnya pengembangan kalamansi di Bengkulu hingga kemudian dikenal secara luas dan menjadi ikon kuliner bumi Rafflesia tersebut sebenarnya cukup menarik ditelisik karena sebenarnya kalamansi bukanlah biodiversitas asli Bengkulu.

Menurut National Plant Germplasm System atau Sistem Plasma Nutfah, Amerika Serikat, kalamansi yang memiliki nama ilmiah National Plant Germplasm System Citrofortunella microcarpa merupakan tanaman yang berasal dari Tiongkok, namun kemudian menyebar ke Asia Tenggara sehingga dapat dijumpai juga di Filipina dan Malaysia.

Di Indonesia, kalamansi yang tinggi pohonnya hanya sekitar 2 meter ini, sebenarnya sudah cukup lama dikenal meski di beberapa daerah memiliki nama berbeda, seperti misalnya di Bali disebut dengan jeruk kasturi atau dalam bahasa melayu dikenal sebagai limau kesturi. Namun satu dekade terakhir, kalamansi berkembang pesat di Bengkulu.
Gambar Citrofortunella microcarpa
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan: Plantae
Subdivisi: Angiospermae
Kelas: Eudikotil
Subkelas: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Rutaceae
Genus: Citrofortunella
Spesies: Citrofortunella microcarpa

Menurut Wahyu Widiastuti di dalam bukunya “Bengkulu di Mata Kita”, kalamansi berkembang pesat di Bengkulu semenjak pencanangan One Village One Product (OVOP) secara nasional oleh Wakil Presiden RI Boediono. Hingga kemudian, kalamansi dicanangkan menjadi model perdana OVOP di Kota Bengkulu.

Kalamansi sebenarnya memang sudah lama dikembangkan di Bengkulu semenjak diperkenalkan oleh Yayasan Pengembangan pertanian Baptis sekitar 20 tahun yang lalu dengan membuka perkebunan kalamansi yang bibitnya berasal dari Filipina di daerah Tanjung Terdana yang sekarang masuk wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah. Hasilnya, kalamansi ternyata mampu tumbuh dengan baik bahkan memiliki aroma yang lebih tajam.

Kota Bengkulu yang berada di dataran rendah dengan iklim pantai menjadi lingkungan yang cocok bagi kalamansi. Menurut Balai Penelitian Jeruk dan Subtropika Balitbangtan Kementerian Pertanian RI, dataran rendah yang mendapatkan penyinaran matahari penuh dengan tanah lempung berpasir adalah lingkungan ideal untuk menghasilkan kalamansi berkualitas.

Widiastuti yang merupakan dosen Jurusan Komunikasi, Universitas Bengkulu, mencatat setidaknya ada 5 kelompok pengrajin di Kota Bengkulu mengembangkan aneka produk kalamansi. Setiap kelompok pengrajin setiap harinya diperkirakan dapat mengolah 150-200 kg.

Dari kelima pengrajin itu, 2 diantaranya yaitu Haryoto dan Yayasan Baptis memiliki kebun sendiri. Sementara yang lain membeli dari petani atau masyarakat yang membudidayakan kalamansi.

Chandra Kesuma, salah salah satu pengrajin kalamansi yang lokasi produksinya berada di pinggiran kota Bengkulu dari kelompok koperasi Kultura misalnya, selain ia mendapatkan pasokan jeruk kalamansi dari petani lokal, ia juga menanam jeruk kalamansi di sekitar perkarangan rumahnya yang cukup luas.

"Kalau cuma mengandalkan dari tanaman sendiri, tidak cukup. Jadi saya juga membeli dari petani dari daerah Kelurahan Padang Serai dan Babatan," kata Chandra.

Gambar 3 Chandra dan salah satu pohon jeruk kalamansi miliknya.

Jeruk kalamansi yang didapat dari petani dan juga hasil budidayanya sendiri kemudian diolah di tempat pengolahan yang berada tepat di sebelah rumahnya. Ruangan dan peralatannya terlihat cukup bersih dan higienis, termasuk tempat penyimpanan hasil produksi yang siap dijual.

Setiap bulan, Chandra yang telah memiliki 3 orang karyawan untuk membantu usahanya tersebut, setiap bulannya dapat memproduksi hingga 500 liter sirup dan hingga 1000 botol ukuran 250 ml minuman kalamansi.

Hasil produksi kelompok usaha Koperasi Kultura itu kemudian dipasarkan ke toko-toko oleh-oleh di Kota Bengkulu, hotel-hotel hingga untuk memenuhi kebutuhan setiap kegiatan pemerintah Provinsi dan Kota Bengkulu.
Gambar Chandra menunjukan tempat pengolahan jeruk kalamansi milik Koperasi Kultura.

Koperasi Kultura bahkan beberapa kali mendapatkan pesanan dari kementerian yang tertarik dengan minuman dan sirup kalamansi. "Pernah beberapa kali orang kementerian yang berkunjung ke Bengkulu disuguhkan minuman kalamansi. Setelah mereka pulang ke Jakarta, saya dihubungi, mereka pesan banyak minuman dan sirup kalamansi," jelasnya.

Menurut Chandra, meski kalamansi juga dapat ditemukan di daerah lain  misalnya di Bali dengan nama Kasturi atau dalam bahasa melayu Limau Kesturi, namun rasanya hanya Bengkululah yang telah mengembangkannya menjadi aneka olahan.
Jika ingin mencobanya, bisa membeli langsung ke pengrajin. Harganya tidak terlalu mahal. Untuk sirup harganya  hanya Rp. 40.000 per liter. Sedangkan minuman dengan ukuran botol 250 ml, harganya cuma Rp. 5.000.

Namun, bagi pelancong yang tidak mau repot harus datang ke tempat produksi yang berada di jauh dari pusat Kota Bengkulu, bisa juga mendapatkan aneka olahan kalamansi di pusat oleh-oleh Kota Bengkulu yang berada di Jalan Fatmawati Soekarno. Namun dengan harga yang sedikit lebih mahal.

Gambar 5 Salah satu sentra oleh-oleh khas Bengkulu yang berada di Jalan Fatmawati Soerkano

Salah satu pemilik toko oleh-oleh, Erwan mengatakan, jika sudah masuk toko, untuk sirup kalamansi, harganya menjadi Rp 45.000 per liter, sedangkan minuman akan menjadi Rp 7.500 per botol ukuran 250 ml. Erwan juga menjual aneka olahan kalamansi lainnya seperti selai dan kue kalamansi. "Olahan kalamansi ini adalah yang paling dicari, terutama bagi wisatawan atau orang-orang yang ingin membawa oleh-oleh ke luar Bengkulu," kata Erwan.

Menurut Erwan, mengapa oleh-oleh kalamansi adalah yang paling dicari pelancong dan orang Bengkulu yang ingin membawa oleh-oleh karena sepertinya olahan kalamansi hanya dapat dijumpai di Kota Bengkulu. "Kata para wisatawan, yang seperti ini (Olahan kalamansi-red) hanya ada di Kota Bengkulu," ujarnya.

Setiap bulannya, Erwan dapat menjual hingga 500 liter sirup kalamansi dan sekitar 700 botol minuman kalamansi. Penjualan akan meningkat drastis saat musim liburan dan bulan puasa.

Oleh karena itu, jika berkunjung ke Bengkulu, setelah berkeliling melihat Bunga Rafflesia dan Rumah Pengasingan Bung Karno serta beberapa tempat eksotis lainnya, ketika pulang tentu tidak lengkap rasanya jika tidak membawa buah tangan. Bagaimana, tertarik mencoba aneka olahan kalamansi?
(Oleh Ricky Jenihansen B)
Name

Advertorial,172,Bandar Lampung,412,Banyuasin,7,Bengkulu,2029,Bengkulu Selatan,1,Bengkulu Utara,3,Budaya,43,Curup,1,Ekbis,188,Ekbis Bengkulu,162,Ekbis Jambi,3,Ekbis Lampung,33,Ekbis Sumsel,10,Empat Lawang,1,Event,36,Internasional,4,Jakarta,25,Jambi,107,Kabar Kampus,150,Kabar Pasar,14,Kaur,4,Kepahiang,7,Kesehatan,2,Kongkalikong,103,Kota Bengkulu,93,Kriminal,430,Lampung,2822,Lampung Barat,18,Lampung Selatan,207,Lampung Tengah,592,Lampung Timur,48,Lampung Utara,122,Life Style,8,Lifestyle,19,Lubuklinggau,404,Mesuji,333,Metro,70,Muratara,81,Musi Banyuasin,585,Musirawas,181,Nasional,81,Ogan Ilir,1,Olahraga,119,Opini,19,Palembang,40,Pendidikan,136,Pesawaran,121,Pesisir Barat,114,Pilkada Bengkulu,56,Pilkada Jambi,2,Pilkada Lampung,150,Pilkada Sumsel,56,Politik,260,Pringsewu,28,Rejang Lebong,30,Ruajurai,373,Seluma,352,Seluma Bengkulu,1,Sigerindo,3,Sumsel,1275,Tajuk,7,Tanggamus,46,Tuba,62,Tuba Barat,250,Waykanan,33,Wisata,2,
ltr
item
SIGERINDO: Kalamansi, Buah Tangan Ikonik Bumi Rafflesia
Kalamansi, Buah Tangan Ikonik Bumi Rafflesia
https://4.bp.blogspot.com/-IFuq5R2nnTI/Wt1cmPajLnI/AAAAAAAAYpg/iuVSNaSTrwAzqiB04E_ZhJPJwX3s2B4yACLcBGAs/s320/IMG_20180423_110556.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-IFuq5R2nnTI/Wt1cmPajLnI/AAAAAAAAYpg/iuVSNaSTrwAzqiB04E_ZhJPJwX3s2B4yACLcBGAs/s72-c/IMG_20180423_110556.jpg
SIGERINDO
http://www.sigerindo.com/2018/04/kalamansi-buah-tangan-ikonik-bumi.html
http://www.sigerindo.com/
http://www.sigerindo.com/
http://www.sigerindo.com/2018/04/kalamansi-buah-tangan-ikonik-bumi.html
true
6922078379625016448
UTF-8
Loaded All Article Not found any posts View All Baca Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All Baca Juga Sigerindo ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Konten Telah Kadaluarsa, Silahkan Klik Tombol Home Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kams Jum'at Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Augustus September Oktober November December Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy