Ragam Kalamansi dan Berkahnya Bagi Bengkulu

Sigerindo Bengkulu - "Ini Pak Manaris, bagian pembibitan. Nanti dibantu berkeliling dan melihat ke bagian pengolahan juga," kat...

Sigerindo Bengkulu - "Ini Pak Manaris, bagian pembibitan. Nanti dibantu berkeliling dan melihat ke bagian pengolahan juga," kata Joko memperkenalkan pria paruh baya yang tengah sibuk membenarkan posisi polybag di pinggiran parit kecil dengan aliran air jernih. "Saya lanjut jaga di depan." lanjut Joko.

Joko adalah penjaga perkebunan milik Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) Baptis Bengkulu, sementara Pak Manaris adalah koordinator pembibitan di lembaga yang berdiri sejak tahun 1988 itu.

Manaris kemudian beranjak dari tempat duduknya, menyusuri bedengan tanah, kami sampai di pondok kecil yang berada dibalik tebing dengan tulisan raksasa di atasnya yang terbaca "Kampung Kalamansi", sangat mencolok. "Selamat datang di Kampung Kalamansi," kata Manaris.

"Tapi sayangnya tidak bisa bertemu Pak Direktur, sedang rapat. Tapi saya akan membantu menjelaskan dan bisa mengajak berkeliling." lanjut Manaris.

Manaris paham luar dalam perkebunan tersebut, ia sudah ada di sana bahkan sejak lembaga itu didirikan.

"Perkebunan ini luas keseluruhannya 25 hektar, tapi khusus kalamansi 4 hektar. Selebihnya ada peternakan, kelapa, kopi dan tanaman holtikultura lainnya," jelasnya.

LPP Baptis Bengkulu dikenal sebagai yang pertama kali memperkenalkan kalamansi kepada masyarakat Bengkulu dan juga mulai menjadikannya komoditas kuliner dan aneka olahan lainnya dari yang awalnya hanya sebagai tanaman hias.

Tepatnya pada tahun 1990, Ron Beaker, tenaga ahli dari Amerika Serikat membawa bibit kalamansi ke Bengkulu dari wilayah Mindanau, Filipina untuk pertama kalinya. "Awalnya hanya 2 pohon, hanya coba-coba, tapi tak disangka bisa berkembang seperti sekarang," kata Manaris.

Menyadari kalamansi cocok ditumbuhkan di Bengkulu, Beaker lantas membawa teknologi pengolahan dan memberikan pelatihan pengolahan kalamansi menjadi minuman dan sirup. Lembaga ini kemudian mulai melakukan pembibitan sendiri dan menanam lebih banyak kalamansi. Namun, meski sudah memulainya sejak tahun 1990-an, ternyata memperkenalkan sesuatu yang baru tidak semudah membalikan telapak tangan. Kalamansi baru mendapatkan tempat pada tahun 2000-an.
Gambar 2 Tanaman Hias Kalamansi (Sumber: Pinterest.com)

Puncaknya, tahun 2009 saat pencanangan program One Village One Product (OVOP) oleh Wakil Presiden Boediono. Bengkulu menjadi salah satu daerah paling berhasil menggaungkan program tersebut, bahkan mendapatkan penghargaan Kementerian Koperasi dan UKM sebagai penggiat OVOP terbaik nasional.

Saat ini, kalamansi telah menjadi buah tangan ikonik dari Bengkulu. Tidak sulit menjumpai aneka olahan dari kalamansi dan bahkan menemukan pohon kalamansi yang sedang berbuah di Bengkulu. Beberapa masyarakat bahkan menanamnya di perkarangan rumah.

Awalnya yang hanya diolah menjadi sirup dan minuman, saat ini olahan kalamansi juga dapat ditemukan dalam bentuk permen, jelly, selai, kue, sabun, lilin dan minyak aroma terapi. LPP Baptis misalnya, dari 37 ton produksi jeruk kalamansi setiap tahunnya, selain diolah menjadi minuman dan sirup, lembaga ini juga memproduksi permen, jelly, sabun, lilin dan minyak aroma terapi.
Gambar 3 Hani, Koordinator Pengolahan dan Pemasaran LPP Baptis Menunjukan Aneka Produk Olahan Kalamansi

Hani, koordinator pengolahan dan pemasaran LPP Baptis mengatakan, sudah hampir 2 tahun terakhir mereka memproduksi permen, jelly, sabun, lilin dan minyak aroma terapi. Harganya? Cukup terjangkau. Untuk permen misalnya, per bungkus isi 3 permen dijual seharga Rp.500, sabun dijual satuannya hanya Rp.7.000, lilin Rp.2.000 per batang. "Hanya saja, untuk pemasaran, produk lainnya masih belum sepenuhnya terserap. Mungkin karena baru, promosinya terbatas," katanya.

Meski demikian, Hani Optimis produk lainnya juga dapat diterima suatu saat nanti seperti minuman dan sirup.

"Saat ini, produk lainnya masih dijual masyarakat sekitar perkebunan saja, belum masuk ke toko-toko oleh-oleh atau hotel-hotel. Tapi terkadang ada juga yang memesan langsung ke sini, bahkan dari luar Provinsi Bengkulu," terangnya.

Olahan lain dari kalamansi juga bisa didapatkan dari Chandra, pengrajin kalamansi dari Koperasi Kultura. Ia bersama kelompoknya juga memproduksi selai dan kue kalamansi.

Harganya juga terjangkau dan bersaing. Untuk selai, setiap botolnya hanya dijual seharga Rp.25.000, sedangkan kue harganya bervariasi, tergantung besar kuenya dan bentuk kue yang dipesan. Tapi biasanya berkisar Rp.100.000 per kue. Dalam bentuk apapun kalamansi tersebut, sepertinya selalu dapat diterima pasar dan terserap habis.

Sudah lebih dari satu dekade terakhir kalamansi sepertinya menjadi berkah bagi Bengkulu, bagi perekonomian dan pariwisata Bengkulu khususnya para pengrajin kalamansi.
Menurut Wahyu Widiastuti, dosen Ilmu Komunikasi, Universitas Bengkulu dalam analisis Branding Sirup Jeruk Kalamansi Bengkulu, pengrajin sirup jeruk kalamansi di Bengkulu nyaris tidak menemui kendala dalam memasarkan produknya.

Semua produk dapat terserap pasar dalam kurun waktu sekitar enam bulan setelah tanggal pembuatan. Karena tidak dipasarkan langsung sebagai buah, melainkan diolah terlebih dahulu, kalamansi tentu tidak harus bersaing dengan buah-buahan lainnya. Meski terkadang ada saja yang langsung ke perkebunan kalamansi.

Widiastuti menilai, satu-satunya yang menjadi saingan produk-produk kalamansi adalah produk sejenis, seperti misalnya sirup botol produk pabrikan.

Hanya saja, sepertinya produk sejenispun tidak menjadi saingan berarti bagi produk kalamansi. Hal itu dikarenakan sasaran dari produk tersebut berbeda. Dalam pemasarannya, kalamansi menyasar toko-toko souvenir dan oleh-oleh dan dijual dari mulut ke mulut. Produk kalamansi lebih dikenal sebagai entitas dalam dunia pariwisata ketimbang produk komersil sejenis yang dipasarkan ke toko-toko ritel.

Jika ditanya kendala, mungkin satu-satunya yang sering membuat pusing pengrajin kalamansi adalah kurangnya stok kalamansi yang dapat diolah. LPP Baptis misalnya, mengaku seringkali didatangi pembeli dari luar Bengkulu yang ingin membeli buah segarnya atau produk olahan kalamansi untuk mereka jual kembali di daerah lain.

Sayangnya, permintaan tersebut tidak dapat terpenuhi.
Dengan produksi buah segar kalamansi sebanyak 37 ton setiap tahunnya, semuanya habis diolah dan dijual di Bengkulu.

"Bagaimana mau menjualnya ke pembeli dari luar Bengkulu yang maunya mendapatkan stok terus-menerus, dinamis. Sedangkan kita di Bengkulu selalu kekurangan" ungkap Manaris.

Saat ini, pihaknya masih terus melakukan pembibitan, selain untuk dijual, juga untuk perluasan lahan di sana. "Hingga saat ini sepertinya memang hanya Bengkulu yang menjadikan kalamansi sebagai komoditas produksi besar-besaran, untuk mendapatkan kalamansi mesti ke Bengkulu, ini peluang memang, namun sayangnya kemampuan kita Belum cukup," lanjut Manaris.

Hal yang sama juga diungkapkan Chandra dari Koperasi Kultura, satu-satunya permasalahan yang sering membuat mereka kebingungan adalah kurangnya pasokan buah segar kalamansi. "Selain dari tanaman sendiri di perkarangan, kami mendapatkannya dari beberapa petani lokal dengan cara membelinya, tapi ini selalu tidak cukup," ujar Chandra.

Namun, terlepas dari itu semua, satu hal yang jelas sepertinya. Kalamansi telah menjadi berkah bagi Bengkulu, tidak hanya menyegarkan dan berkhasiat tinggi, kalamansi juga telah menjadi buah tangan ikonik bagi Bengkulu yang mampu mengangkat nama dan dunia pariwisata Bengkulu.
(Ricky Jeni Hansen B)
Name

Advertorial,177,Bandar Lampung,418,Banyuasin,24,Bengkulu,2031,Bengkulu Selatan,1,Bengkulu Utara,3,Budaya,43,Curup,1,Ekbis,188,Ekbis Bengkulu,162,Ekbis Jambi,3,Ekbis Lampung,33,Ekbis Sumsel,10,Empat Lawang,1,Event,36,Internasional,4,Jakarta,26,Jambi,107,Kabar Kampus,152,Kabar Pasar,14,Kaur,4,Kepahiang,7,Kesehatan,2,Kongkalikong,103,Kota Bengkulu,93,Kriminal,433,Lampung,2873,Lampung Barat,18,Lampung Selatan,211,Lampung Tengah,604,Lampung Timur,48,Lampung Utara,123,Life Style,8,Lifestyle,20,Lubuklinggau,409,Mesuji,339,Metro,70,Muratara,81,Musi Banyuasin,620,Musirawas,181,Nasional,84,Ogan Ilir,1,Olahraga,120,Opini,20,Palembang,43,Pendidikan,136,Pesawaran,122,Pesisir Barat,114,Pilkada Bengkulu,56,Pilkada Jambi,2,Pilkada Lampung,150,Pilkada Sumsel,56,Politik,260,Pringsewu,28,Rejang Lebong,30,Ruajurai,373,Seluma,352,Seluma Bengkulu,1,Sigerindo,3,Sumsel,1331,Tajuk,7,Tanggamus,48,Tuba,64,Tuba Barat,257,Waykanan,33,Wisata,2,
ltr
item
SIGERINDO: Ragam Kalamansi dan Berkahnya Bagi Bengkulu
Ragam Kalamansi dan Berkahnya Bagi Bengkulu
https://2.bp.blogspot.com/-FWawNS-xoms/WuWiXwhFZeI/AAAAAAAAY8E/rEoJvGya0EIS9KA8ITR-8kcyEvtbkKPGQCLcBGAs/s320/IMG_20180429_174058.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-FWawNS-xoms/WuWiXwhFZeI/AAAAAAAAY8E/rEoJvGya0EIS9KA8ITR-8kcyEvtbkKPGQCLcBGAs/s72-c/IMG_20180429_174058.jpg
SIGERINDO
http://www.sigerindo.com/2018/04/ragam-kalamansi-dan-berkahnya-bagi.html
http://www.sigerindo.com/
http://www.sigerindo.com/
http://www.sigerindo.com/2018/04/ragam-kalamansi-dan-berkahnya-bagi.html
true
6922078379625016448
UTF-8
Loaded All Article Not found any posts View All Baca Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All Baca Juga Sigerindo ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Konten Telah Kadaluarsa, Silahkan Klik Tombol Home Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kams Jum'at Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Augustus September Oktober November December Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy