Kasus "Penganiaya" Dituntut 3 Tahun Penjara - SIGERINDO.COM

Kasus "Penganiaya" Dituntut 3 Tahun Penjara

Kasus "Penganiaya" Dituntut 3 Tahun Penjara

Sigerindo Liwa Lampung Barat - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Liwa, Lambar, Verawaty. SH menuntut terdakwa. Beni Yansa Putra Bin Sahanan, pelaku penganiaya korban, Dian Karis Bin Karlim 3 Tahun Penjara

Tuntutan itu disampaikan dihadapan majelis hakim dalam sidang pembacaan tuntutan atas terdakwa Beni Yansa Putra Bin Sahanan di Pengadilan Negeri Klas II Liwa, Lampung Barat, Selasa 3/12/19

Sidang yang dimulai pukul 16.00 Wib itu, dipimpin ketua majelis hakim Muhamad Iman. SH didampingi dua hakim anggota

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Verawaty. SH meyakini, terdakwa Beni Yansa Putra Bin Sahanan melanggar pasal 351 ayat (2) tentang penganiayaan dengan ancaman 3 tahun penjara, padahal sebagaimana diatur dalam pasal dimaksud dengan ancaman 5 tahun penjara

Usai menyampaikan pembacaan tuntutan, sidang ditunda hingga 17 Desember 2019 dengan agenda pembacaan vonis dari majelis hakim

Ketua Tim Advokasi Geram Banten Indonesia DPC OKU Selatan, Risman Hadi yang mengikuti kasus ini dari awal mensinyalir ada dugaan kuat di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di tinggkat penyidikan di Kepolisian Sektor Sumber Jaya, Resor Lambar itu penuh kejanggalan-kejanggalan

Dalam penyidikan, dalam BAP disebutkan saksi korban Dian Karis Bin Karlim dipukul dengan sebilah kayu, padahal saksi korban dipukul oleh pelaku Beni Yansa Putra Bin Sahanan dengan golok bersarung. yang mengakibatkan korban mederita luka parah dibagian kepala. Lalu saksi korban akhirnya meminta pendampingan hukum, pengacara Indah Maylan. SH

Kasus ini diduga direkayasa dengan tujuan menutup-nutupi kasus ini dari yang sebenarnya". Sebab, menurut sumber yang patut dipercaya, diantara 3 orang terduga pelaku lainnya yang belum tertangkap itu merupakan keluarga orang nomor 1 di kota Liwa, Lambar.
"Setelah pelaku Beni Yansa Putra Bin Sahanan itu diamankan kepolisian Sektor Sumber Jaya, Resor Lambar. Malam harinya keluarga mereka mengadakan pertemuan di kediaman orang nomor 1 di kota Liwa, Lambar". sebut sumber media ini

Pada sidang lanjutan kasus ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Verawaty. SH diminta oleh ketua majelis hakim Muhamad Iman. SH untuk menghadirkan dua saksi verbalisan dari anggota Kepolisian Sektor Sumber Jaya, Resor Lambar Brigpol Eko Yulianto dan Supra Yogi, hal ini dilakukan untuk menguatkan keterangan saksi korban Dian Karis

Dijelaskan saksi korban Dian Karis di BAP pada Jum'at 27/9/19 bahwa dirinya korban pengeroyokan yang dilakukan oleh pelaku lebih dari 1 orang, namun, dipersidangan hanya 1 tersangka yang disidangkan. Barang bukti yang dijadikan alat bukti dipersidangan 1 buah golok bersarung, sementara kursi yang digunakan para pelaku melempar korban tidak dihadirkan dimuka persidangan

"Kami akan terus mengawal kasus ini agar terang benderang, terlebih berdasarkan keterangan saksi-saksi saat kejadian pada hari selasa 6/8/19 di Desa Tugu Mulya, Kecamatan Kebun Tebu, Lambar ada 4 orang pelaku memukul korban, salah satunya memegang golok bersarung.
"Janganlah penegakan hukum sampai diintervensi oleh penguasa dengan mengorbankan rakyat kecil

"Kita berharap Pengadilan Negeri Klas II Liwa, Lambar dapat menuntaskan kasus ini dengan se-adil-adilnya" pungkasnya. ( red ).Kasus "Penganiaya" Dituntut 3 Tahun Penjara

Sigerindo.com. Liwa, Lampung Barat. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Liwa, Lambar, Verawaty. SH menuntut terdakwa. Beni Yansa Putra Bin Sahanan, pelaku penganiaya korban, Dian Karis Bin Karlim 3 Tahun Penjara

Tuntutan itu disampaikan dihadapan majelis hakim dalam sidang pembacaan tuntutan atas terdakwa Beni Yansa Putra Bin Sahanan di Pengadilan Negeri Klas II Liwa, Lampung Barat, Selasa 3/12/19

Sidang yang dimulai pukul 16.00 Wib itu, dipimpin ketua majelis hakim Muhamad Iman. SH didampingi dua hakim anggota

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Verawaty. SH meyakini, terdakwa Beni Yansa Putra Bin Sahanan melanggar pasal 351 ayat (2) tentang penganiayaan dengan ancaman 3 tahun penjara, padahal sebagaimana diatur dalam pasal dimaksud dengan ancaman 5 tahun penjara

Usai menyampaikan pembacaan tuntutan, sidang ditunda hingga 17 Desember 2019 dengan agenda pembacaan vonis dari majelis hakim

Ketua Tim Advokasi Geram Banten Indonesia DPC OKU Selatan, Risman Hadi yang mengikuti kasus ini dari awal mensinyalir ada dugaan kuat di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di tinggkat penyidikan di Kepolisian Sektor Sumber Jaya, Resor Lambar itu penuh kejanggalan-kejanggalan

Dalam penyidikan, dalam BAP disebutkan saksi korban Dian Karis Bin Karlim dipukul dengan sebilah kayu, padahal saksi korban dipukul oleh pelaku Beni Yansa Putra Bin Sahanan dengan golok bersarung. yang mengakibatkan korban mederita luka parah dibagian kepala. Lalu saksi korban akhirnya meminta pendampingan hukum, pengacara Indah Maylan. SH.

"Kasus ini diduga direkayasa dengan tujuan menutup-nutupi kasus ini dari yang sebenarnya". Sebab, menurut sumber yang patut dipercaya, diantara 3 orang terduga pelaku lainnya yang belum tertangkap itu merupakan keluarga orang nomor 1 di kota Liwa, Lambar.
"Setelah pelaku Beni Yansa Putra Bin Sahanan itu diamankan kepolisian Sektor Sumber Jaya, Resor Lambar. Malam harinya keluarga mereka mengadakan pertemuan di kediaman orang nomor 1 di kota Liwa, Lambar". sebut sumber media ini

Pada sidang lanjutan kasus ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Verawaty. SH diminta oleh ketua majelis hakim Muhamad Iman. SH untuk menghadirkan dua saksi verbalisan dari anggota Kepolisian Sektor Sumber Jaya, Resor Lambar Brigpol Eko Yulianto dan Supra Yogi, hal ini dilakukan untuk menguatkan keterangan saksi korban Dian Karis

Dijelaskan saksi korban Dian Karis di BAP pada Jum'at (27/9/2019), bahwa dirinya korban pengeroyokan yang dilakukan oleh pelaku lebih dari 1 orang, namun, dipersidangan hanya 1 tersangka yang disidangkan. Barang bukti yang dijadikan alat bukti dipersidangan 1 buah golok bersarung, sementara kursi yang digunakan para pelaku melempar korban tidak dihadirkan dimuka persidangan

"Kami akan terus mengawal kasus ini agar terang benderang, terlebih berdasarkan keterangan saksi-saksi saat kejadian pada hari selasa (06/8/2019) di Desa Tugu Mulya, Kecamatan Kebun Tebu, Lambar ada 4 orang pelaku memukul korban, salah satunya memegang golok bersarung.
"Janganlah penegakan hukum sampai diintervensi oleh penguasa dengan mengorbankan rakyat kecil

"Kita berharap Pengadilan Negeri Klas II Liwa, Lambar dapat menuntaskan kasus ini dengan se-adil-adilnya" pungkasnya. ( red ).Kasus "Penganiaya" Dituntut 3 Tahun Penjara
Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Liwa, Lambar, Verawaty. SH menuntut terdakwa. Beni Yansa Putra Bin Sahanan, pelaku penganiaya korban, Dian Karis Bin Karlim 3 Tahun Penjara

Tuntutan itu disampaikan dihadapan majelis hakim dalam sidang pembacaan tuntutan atas terdakwa Beni Yansa Putra Bin Sahanan di Pengadilan Negeri Klas II Liwa, Lampung Barat, Selasa 3/12/19

Sidang yang dimulai pukul 16.00 Wib itu, dipimpin ketua majelis hakim Muhamad Iman. SH didampingi dua hakim anggota

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Verawaty. SH meyakini, terdakwa Beni Yansa Putra Bin Sahanan melanggar pasal 351 ayat (2) tentang penganiayaan dengan ancaman 3 tahun penjara, padahal sebagaimana diatur dalam pasal dimaksud dengan ancaman 5 tahun penjara

Usai menyampaikan pembacaan tuntutan, sidang ditunda hingga 17 Desember 2019 dengan agenda pembacaan vonis dari majelis hakim

Ketua Tim Advokasi Geram Banten Indonesia DPC OKU Selatan, Risman Hadi yang mengikuti kasus ini dari awal mensinyalir ada dugaan kuat di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di tinggkat penyidikan di Kepolisian Sektor Sumber Jaya, Resor Lambar itu penuh kejanggalan-kejanggalan

Dalam penyidikan, dalam BAP disebutkan saksi korban Dian Karis Bin Karlim dipukul dengan sebilah kayu, padahal saksi korban dipukul oleh pelaku Beni Yansa Putra Bin Sahanan dengan golok bersarung. yang mengakibatkan korban mederita luka parah dibagian kepala. Lalu saksi korban akhirnya meminta pendampingan hukum, pengacara Indah Maylan. SH.

"Kasus ini diduga direkayasa dengan tujuan menutup-nutupi kasus ini dari yang sebenarnya". Sebab, menurut sumber yang patut dipercaya, diantara 3 orang terduga pelaku lainnya yang belum tertangkap itu merupakan keluarga orang nomor 1 di kota Liwa, Lambar

"Setelah pelaku Beni Yansa Putra Bin Sahanan itu diamankan kepolisian Sektor Sumber Jaya, Resor Lambar. Malam harinya keluarga mereka mengadakan pertemuan di kediaman orang nomor 1 di kota Liwa, Lambar". sebut sumber media ini

Pada sidang lanjutan kasus ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Verawaty. SH diminta oleh ketua majelis hakim Muhamad Iman. SH untuk menghadirkan dua saksi verbalisan dari anggota Kepolisian Sektor Sumber Jaya, Resor Lambar Brigpol Eko Yulianto dan Supra Yogi, hal ini dilakukan untuk menguatkan keterangan saksi korban Dian Karis

Dijelaskan saksi korban Dian Karis di BAP pada Jum'at (27/9/2019), bahwa dirinya korban pengeroyokan yang dilakukan oleh pelaku lebih dari 1 orang, namun, dipersidangan hanya 1 tersangka yang disidangkan. Barang bukti yang dijadikan alat bukti dipersidangan 1 buah golok bersarung, sementara kursi yang digunakan para pelaku melempar korban tidak dihadirkan dimuka persidangan

"Kami akan terus mengawal kasus ini agar terang benderang, terlebih berdasarkan keterangan saksi-saksi saat kejadian pada hari selasa (06/8/2019) di Desa Tugu Mulya, Kecamatan Kebun Tebu, Lambar ada 4 orang pelaku memukul korban, salah satunya memegang golok bersarung.
"Janganlah penegakan hukum sampai diintervensi oleh penguasa dengan mengorbankan rakyat kecil

"Kita berharap Pengadilan Negeri Klas II Liwa, Lambar dapat menuntaskan kasus ini dengan se-adil-adilnya" pungkasnya. ( tim )