Project Suban Compression Disoal, SKK Migas Minta Deadline Dua Minggu - SIGERINDO.COM

Project Suban Compression Disoal, SKK Migas Minta Deadline Dua Minggu

Project Suban Compression Disoal, SKK Migas Minta Deadline Dua Minggu


Sigerindo Palembang - Usai dilakukan Investigasi dan Penulusuran yang dilakukan Tim BAHARI terkait dugaan Dampak Pengrusakan Lingkungan dari operasional Project Suban Compression di wilayah Konsesi Blok Coridor PT ConocoPhillips Grissik Ltd Desa Lubuk Bintialo Kecamatan Batanghari Leko Kabupaten Musi Banyuasin, berujung pada Aksi di kantor Perwakilan SKK Migas selaku pihak terkait yang membawahi KKKS Perusahaan Migas.

Puluhan Massa yang tergabung dalam aksi tersebut meminta dan mendesak SKK Migas agar Menanggapi terkait temuan dugaan pengrusakan lingkungan yang diduga dampak dari Project Suban Compression PT ConocoPhillips.

"Kami meminta agar SKK Migas selaku instansi yang menaungi KKKS diantaranya PT ConocoPhillips, untuk dapat melakukan pengawasan dan investigasi ke lapangan areal Project Suban Compression yang diduga terjadi dampak Pengrusakan Lingkungan," ungkap Koordinator Aksi Febri Zulian Saibul saat menyampaikan orasinya di depan gedung Bank SumselBabel Jakabaring, Kamis (16/01/2020).

Setelah melakukan orasinya, Tim BAHARI diterima Pihak SKK Migas Perwakilan Sumbagsel untuk berdialog. Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Investigasi BAHARI Jhon Kenedy SY menyampaikan sejumlah temuan terkait Fakta dugaan pengrusakan lingkungan yang berimbas pada pendangkalan dan penyempitan Sungai Mangkading, Kerusakan Lahan Kebun Warga setempat, serta persoalan Safety System yang dinilai cukup rentan.

"Ada fakta yang terjadi di lokasi, seperti Pendangkalan dan penyempitan Sungai pada pipa pembuangan air yang berasal dari Lokasi Project Suban Compression, kita belum tahu apakah ini limbah B3, limbah sumur bor, atau sisa pengeboran?, namun yang pasti menyebabkan berubahnya aliran sungai Mangkaking ini menjadi tidak normal, serta berefek pada kerusakan Lahan perkebunan sawit milik masyarakat, maka kami meminta agar pihak ConocoPhillips melalui SKK Migas segera menghentikan Project Suban Compression ini hingga persoalan dampaknya diselesaikan," jelasnya dalam dialog di lantai lima Kantor SKK Migas Perwakilan Sumbagsel itu.

Senada dengan itu, Budi Santoso selaku perwakilan Masyarakat setempat yang juga memiliki lahan sawit seluas lebih kurang 3 hektar yang terkena Dampak meminta SKK Migas dapat menerima aspirasinya.

"Kami ini cuma dari kampung yang tidak mengerti detailnya pak, tapi yang kami tau sejak adanya proyek Suban Compression ini itu berimbas drastis pada mata pencaharian kami dari kebun sawit berkurang karena banyak sawit kami yang tidak produksi rusak, kami sudah melaporkan hal ini ke semua pihak dan ini langsung ke SKK Migas, tapi kalau masih tidak solusi mungkin masyarakat ini akan punya sikap sendiri pada ConocoPhillips Grissik Ltd ini," cetusnya didampingi Anggota Satgas P2KA Kabupaten Musi Banyuasin Amrullah, S.Sos yang juga hadir dalam dialog tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Adiyanto Agus Handoyo didampingi Humas SKK Migas Andi Arie, menjelaskan bahwa hingga kini pihaknya belum dapat memastikan langsung apakah kondisi tersebut benar terjadi.

"Kami minta waktu dua Minggu kepada Tim BAHARI, Masyarakat setempat untuk segera Melakukan koordinasi dan komunikasi kepada semua pihak baik KKKS, maupun Instansi Pemerintah terkait mendalami Fakta-fakta dan hasil investigasi dimaksud," tegasnya.

Setelah melakukan aksi tersebut, Tim BAHARI didampingi Perwakilan warga juga menyerahkan permohonan audiensi dilengkapi dengan laporan dugaan pengrusakan lingkungan yang diduga berdampak dari keberadaan Project Suban Compression ke kantor Perwakilan DPD RI Sumsel, dan diterima oleh kesekretariatan wilayah DPD RI Kabag TU Paku Alam, dan salahsatu Staf Tenaga Ahli Anggota DPD RI Hilmin.

"Kami menerima laporan ini secara resmi dan akan segera kami sampaikan kepada Anggota-anggota DPD RI Dapil Sumsel, dan akan kita tindaklanjuti," tutup Hilmin singkat.(Team)