Diduga Korupsi Dana Desa 459 Juta, Sudarsono Dipindahkan Ke Lapas Pakjo Palembang - SIGERINDO.COM

Diduga Korupsi Dana Desa 459 Juta, Sudarsono Dipindahkan Ke Lapas Pakjo Palembang

Diduga Korupsi Dana Desa 459 Juta, Sudarsono Dipindahkan Ke Lapas Pakjo Palembang

Sigerindo Oku Selatan - Muaradua Tersangka Sudarsono mantan Penjabat Semantara Kepala Desa Datar, Kecamatan Muaradua, Kab OKU Selatan, Jum'at (14/2/2020) didampingi petugas siap membawa tersangka Sudarsono ke Lapas Pakjo, Palembang.

Setelah kurang lebih dua belas hari berkas perkaranya dilimpahkan Polres OKU Selatan ke Kejari OKU Selatan, tersangka ditahan di Lapas Muaradua. Hari ini, Jumat,(14/2 2020) dengan menggunakan mobil tahanan Kajari Oku Selatan dengan diiringi hujan gerimis, Sudarsono digiring ke mobil tahanan untuk dibawa ke Lapas Pakjo Palembang.

Diketahui, penahanan Sudarsono (50) yang berstatus ASN di Kantor Sat POL PP Pemkab OKU Selatan, atas dugaan Korupsi Dana Desa Tahun Anggaran 2016.

Mantan Pejabat Sementara (Pj) Kepala Desa Datar, Kecamatan Muaradua ini dijebloskan ke Lapas Kelas ll B Muaradua pada tanggal 30 Januari 2019 lalu.

Setelah mempunyai cukup bukti Polres Oku Selatan melimpahkan berkas perkara ke kejaksaan Negeri Oku Selatan.

Hal ini disampaikan Kapolres OKU Selatan, AKBP. Deny Agung Andriana. SIK. MH melalui Kasat Reskrim, AKP. Kurniawi HB. SIK, MH yang membenarkan adanya penahanan mantan PJ Kades Datar di Lapas kelas llB Muaradua. “Dugaan penyelewengan Dana Desa,” katanya singkat.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri OKU Selatan, Edi Ersan Kurniawan SH., M.HUM melalui Kasi Intel, Agsyana. SH, membenarkan penahanan terhadap tersangka. ”Agar memudahkan proses hukum yang sedang berjalan,dan pelaku dikhawatirkan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Tersangka kami tahan", Terangnya.

“Hari ini tersangka akan kita bawa ke Palembang untuk menjalani proses persidangan, yang sidang perdananya akan di jadwalkan senin Mendatang.”jelas Agsyana.

Ia menyebutkan, dari keterangan tersangka (SD-red) telah mengakui perbuatannya yang telah merugikan Negara senilai ratusan juta rupiah.

“Sementara tersangka diduga melanggar Pasal (2) dan Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 dan diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” jelasnya (hadirisman)