Yunisa Putra Menyayangkan Baju Hazmat Tidak Standar - SIGERINDO.COM

Yunisa Putra Menyayangkan Baju Hazmat Tidak Standar

Yunisa Putra Menyayangkan Baju Hazmat Tidak Standar

Sigerindo Lampung Tengah - Ironis Memang ditengah Mewabahnya Covid 19 ditemukan Ratusan baju hazmat yang dipesan RSUD Demang Sepulau Raya dan Dinas Kesehatan Lampung Tengah dinilai tak sesuai standar.

Komisi IV DPRD Lampung Tengah Yunisa Putra mendesak Pemerintahan Kabupaten Lampung Tengah bertindak dengan benar untuk melindungi para petugas kesehatan yang akan menerima baju tersebut.

"Ini Nyawa taruhan kalau baju Hazmat seperti ini tidak layak dipakai dan rentan kena penularan ketika sedang bersentuhan dengan Pasien Covid 19" Ujar Yunisa Putra saat Sidak di Dinkes Lamteng.

Dua anggota Komisi IV DPRD Lamteng, Yunisa Putra dan Agus Suwandi yang datang langsung ke gudang Dinkes Lamteng, Rabu, 8 April 2020 mengatakan 11 karung baju hazmat yang berisi 90 pcs itu diduga tidak standar karena tembus air saat dipakai kata Yunisa Putra.
"Kalau sudah seperti begini, Dinas Kesehatan Lampung Tengah sangat membahayakan petugas kesehatan yang ada di puskesmas dan Tenaga Medis yang bersentuhan langsung dengan Pasien Virus Corona tersebut," kata Yunisa yang juga Penasehat Bara JP Lampung Tengah kepada awak media.

Menurut dia, Komisi IV DPRD akan menindaklanjuti persoalan ini dengan memanggil Dinas Kesehatan Lampung Tengah serta RSUD Demang Sepulau Raya.

Yunisa Putra juga meminta akuntabilitas pelaksanaan anggaran dan pengadaan barang/jasa di daerah menyusul Surat Edaran KPK No. 08 Tahun 2020 tentang Penggunaan Anggaran Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Terkait Dengan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi.

"Jangan sampai dana begitu besar di korupsi, dikolusi Nepotisme harus benar transparan" ujar Yunisa.

Sementara itu Agus Suwandi ditempat yang sama mengatakan terkait baju hazmat yang tak sesuai standar, seharusnya pihak Dinas Kesehatan Lampung Tengah dan RSUD Demang Sepulau Raya mengetahui standarisasi. "Masa orang kesehatan tidak paham kan aneh" Ujar Suwandi.

"Ini Kebutuhan sangat mendesak bagi para petugas di puskes-puskes untuk segera mendapat APD agar tak ada lagi pasien yang ditolak. Ini harus segera diselesaikan, mereka yang berhadapan langsung dengan masyarakat, Masa APD asal beli" ujar Agus SuwandI Politis Partai Golkar tersebut (dd)