Hapuskan Sistem Kerja Kontrak, Outsourcing di PT. Tanjungenim Lestari Pulp & Paper Lampung, Hentikan Upaya Pemberangusan Serikat - SIGERINDO.COM

Hapuskan Sistem Kerja Kontrak, Outsourcing di PT. Tanjungenim Lestari Pulp & Paper Lampung, Hentikan Upaya Pemberangusan Serikat

Hapuskan Sistem Kerja Kontrak, Outsourcing di PT. Tanjungenim Lestari Pulp & Paper Lampung,    Hentikan Upaya Pemberangusan Serikat

Sigerindo Lampung Selatan -Hapuskan Sistem Kerja Kontrak, Outsourcing di PT. Tanjungenim Lestari Pulp & Paper Lampung,

Hentikan Upaya Pemberangusan Serikat (Union Busting)"
PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (PT TeL) secara resmi didirikan pada tanggal 18 Juni 1990 dan

memulai kegiatan pembangunan pabrik sejak pertengahan 1997, PT TeL adalah Perusahaan Modal Asing
(PMA) yang sahamnya dimiliki oleh JIPIC, Sumatera Pulp Corporation,dan Marubeni Corporation yang
bergerak di bidang pengolahan bubur kertas & kertas berpusat di Sumatera Selatan.Meski menjadi satu-
satunya prusahaan penghasil pulp dan paper yang menanam bahan bakunya sendiri tidak menjadikan
perusahaan peka terhadap keberlangsungan salah satu asetnya yaitu pekerja di PT. TeL. Dalam lingkungan

Ketenagakerjaan saat ini peralihan perusahaan vendor yang telah habis masa kontraknya dengan perusahaan
pemberi kerja adalah hal yang sangat lumrah, mengingat adanya sistem kerja kontrak dan outsourcing yangditerapkan.


Meskipun pada dasarnya pekerja PT.TeL selayaknya merupakan pekerja tetap karena
menjalankan kegiatan inti dari perusaaan/core business. Puluhan pekerja di PT. TeL Lampung yang
merupakan exs pekerja PT.Kaliguma Transindo Tarahan Lampung (Vendor yang telah habis kontrak) tidakdilanjutkan pekerjaannya ke PT Kamigumi (Vendor baru) untuk tetap bekerja di PT.TeL

Padahal Kepmenakertrans Nomor 101 /TH 2004 Pasal.4 butir c. Penegasan bahwa perusahaan penyediajasa/buruh bersedia menerima pekerja/buruh di perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh sebelumnya untuk

Jenis-jenis pekerja yang terus menerus ada di perusahaan pemberi kerja dalam hal terjadi penggantian
perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh. PT. TeL selaku Pemberi Kerja dan PT. Kamigumi selaku

Pemborong Tenaga Kerja tidak menjalankan ketentuan dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) perkara
Nomor 27/PUU-IX/2011 yang menjelaskan tentang prinsip Transfer of Undertaking Protection of

Employment (TUPE)/ Pengalihan Tindakan Perlindungan yang menyatakan Bahwa dengan menerapkan
prinsip pengalihan perlindungan, ketika perusahaan pemberi kerja tidak lagi memberikan pekerjaan
borongan atau penyediaan jasa pekerja/buruh kepada suatu perusahaan outsourcing yang lama, dan
memberikan pekerjaan tersebut kepada perusahaan outsourcing yang baru, maka selama pekerjaan yangdiperintahkan untuk dikerjakan masih ada dan berlanjut, perusahaan penyedia jasa baru tersebut harusmelanjutkan kontrak kerja yang telah ada sebelumnya, tanpa mengubah ketentuan yang ada dalam kontrak,

Tanpa persetujuan pihak-pihak yang berkepentingan, kecuali perubahan untuk meningkatkan keuntunganbagi pekerja/ buruh karena bertambahnya pengalaman dan masa kerjanya.
Kepastian hukum terhadap pekerja mengenai pengalihan perlindungan diperkuat dengan ketentuan Pasal 19
huruf b Permenaker 19 Tahun 2012 tentang Outsourcing yang mengharuskan adanya penegasan bahwa

perusahaan penyedia jasa pekerja buruh bersedia menerima pekerja/ buruh dari perusahaan penyedia jasa

pekerja/ buruh sebelumnya untuk jenis pekerjaan yang terus menerus ada di perusahaan pemberi pekerjaandalam hal terjadi pergantian perusahaan penyedia jasa pekerja/ vendor.

Mengingat mayoritas pekerja di PT. TeL Tarahan merupakann anggota Serikat pekerja Tuks TELPP
Tarahan Lampung (SPTT-TL) yang aktif melakukan advokasi hak-hak pekerja di perusahaan dan melihat
sikap pemberi kerja dan pemborongnya dalam peralihan vendor ini menggunakan metode yang tidak
sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu secara on call pada pekerja yang dan tidak secara terbuka
melakukan musyawarah bipartit untuk mufakat atas keberlangsungan kerja seluruh pekerja yang ada,
kami melihat ini sebagai upaya untuk melemahkan bahkan pemberangusan serikat/union busting.
Berdasarkan hal tersebut maka kami Serikat pekerja Tuks TELPP Tarahan Lampung (SPTT-TL) menuntut :

1. Pekerjakan Kembali Seluruh Pekerja ex Kaliguma di PT TeL

2. Tolak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Sepihak dengan Modus Peralihan Vendor.

3. Tolak pembungkaman ruang Demokrasi terhadap kaum Buruh, Lawan Segala Bentuk

Pemberangusan Serikat Pekerja/ Buruh (Union Busting) (Rilis)