Tidak Mau ikuti prosedur, Obat Corona 'mio kopi' Gagal uji laboratorium BPOM - SIGERINDO.COM

Tidak Mau ikuti prosedur, Obat Corona 'mio kopi' Gagal uji laboratorium BPOM

Tidak Mau  ikuti prosedur, Obat Corona 'mio kopi' Gagal uji laboratorium BPOM

Sigerindo  Lampung Selatan - Nama  Nyoman Subamio (54) warga asal Desa Bangun Rejo RT 005 RW 002, Kecamatan Ketapang yang sempat viral diperbincangkan publik, karena mengaku menemukan obat Covid-19 bernama 'mio kopi'

Sempat viral denganmengeluarkan surat tantangan kepada presiden karena usahanya menemui pihak-pihak yang berwenang di Provinsi Lampung tidak juga mendapat respons

Akhirnya menemukan titik terang Setelah dirinya di undang oleh Bupati Lampung Selatan, H Nanang Ermanto ke kantor Bupati setempat pada Senin lalu (08/06/2020).

 Smentara itu Dalam pertemuan itu, Bupati Lampung Selatan bersama Kapolres AKBP Eddie Purnomo dan Dandim 0421/LS Letkol Kav Robinson Oktovianus Bessie bersedia memfasilitasi agar ramuan Mio Kopi dapat diuji laboratorium oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lampung.

sampel sebanyak 1 liter yang diberikan Nyoman Subamio untuk diteliti dan diuji laboratorium oleh BPOM dinas kesehatan setempat.
Namun setelah difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, Nyoman Subamio tidak bersedia mengikuti tahapan proses pengujian yang akan dilakukan BPOM.

Seperti peninjauan tempat produksi, pengecekan dan uji laboratorium bahan-bahan baku untuk membuat ramuan herbal Mio Kopi tersebut.

Hal itu terungkap setelah Nyoman Subamio kembali menyambangi Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan, pada Kamis (11/6/2020). Dihadapan Bupati H. Nanang Ermanto, Nyoman Subamio menyatakan tidak bersedia mengikuti tahapan proses pengujian BPOM.

“Dengan ini saya menyatakan kepada Pemda Lampung Selatan, bahwa saya mengucapkan terima kasih pada Pemda Lampung Selatan yang sudah memfasilitasi persoalan saya mengenai obat Covid-19. Dengan ini menyatakan bahwa saya tidak memenuhi persyaratan pengujian obat corona yang saya kembangkan, yaitu peninjauan langsung tempat produksi serta tidak bersedia untuk dilakukan uji laboratorium terhadap bahan-bahan obat tersebut oleh Badan POM Bandar Lampung,” tulis Nyoman Subamio dalam surat peryataan bermaterai 6.000.

Sedangkan itu , Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto mengungkapkan telah memfasilitasi untuk menyelesaikan persoalan Nyoman Subamio. Nanang juga menyatakan sangat mengapresiasi inovasi obat herbal Mio Kopi milik warga kelahiran Kota Metro itu.

“Jadi bukan pemerintah daerah tidak memfasilitasi, ini sudah menjadi keputusan Pak Nyoman sendiri. Kita sudah sama-sama mendengar, Pak Nyoman tidak mau dilakukan penelitian secara langsung. Ini mekanisme yang harus diikuti sesuai kententuan BPOM,” ujar Nanang.

Meski demikian, Nanang mengatakan akan terus mendukung setiap karya atau inovasi warganya. Terlebih temuan itu bisa bermanfaat bagi orang banyak. “Mudah-mudahan Pak Nyoman bisa berhasil dilain kesempatan  ujarnya (Adh)