Bendera Merah Putih Usang dan Robek Berkibar di Pulau Beringin Utara - SIGERINDO.COM

Bendera Merah Putih Usang dan Robek Berkibar di Pulau Beringin Utara

Bendera Merah Putih Usang dan Robek Berkibar di Pulau Beringin Utara

Sigerindo Oku Selatan - Bendera Merah Putih yang kondisinya sudah usang dan robek dibiarkan berkibar di depan Kantor Desa Pulau Beringin Utara, Kecamatan Pulau Beringin, Kabupaten OKU Selatan, Provinsi Sumatera Selatan.  Warga sangat menyayangkan Bendera Pusaka tersebut tak ada yang menggantikan dengan bendera yang baru.

Kondisi bagian dari warna Bendera Merah dan Putih tersebut sudah kelihatan pudar. Selain itu, kondisi Bendera Merah Putih juga robek.

Bangunan tempat berkibarnya bendera tersebut rumah Kepala Desa sekaligus sebagai Kantor Desa Pulau Beringin Utara

"Kami prihatin melihat Bendera Merah Putih dalam kondisi seperti itu masih berkibar, selain warnanya sudah pudar, juga kondisinya sudah robek," kata Anwar (39), seorang warga Pulau Beringin Utara yang setiap harinya melewati depan rumah Kepala Desa Pulau Beringin Utara, Senin (20/7/2020)

Anwar berharap Bendera Merah Putih yang sudah usang dan robek segera diganti. Sebagai wujud menghormati jasa para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari penjajah.

"Generasi sekarang wajib menghormati jasa para pahlawan, salah satunya juga harus menghormati Bendera Merah Putih, karena itu lambang negara kita," ujarnya.

Hal senada disampaikan Wagiran (36), warga Desa Tanjung Bulan. "Melihat kondisi Bendera yang sudah usang, seharusnya cepat diganti. Lebih baik tidak memasang Bendera dari pada Bendera rusak masih berkibar", sesalnya 

"Kondisi seperti itu sudah tidak layak dikibarkan, seharusnya diganti yang baru, apalagi rumah tempat tinggal dijadikan Kantor Desa. Kami yakin pihak Pemerintah Desa Pulau Beringin Utara tidak mengetahui kalau Bendera yang terpasang sudah rusak," tandasnya.

Pemasangan Bendera rusak, lusuh dan robek termasuk bagian dari pelanggaran Undang - undang RI Nomor 24 Tahun 2009 tentang bendera sebagaimana diatur Pasal 24 hurup (c) setiap orang memasang bendera yang rusak, robek, lusuh atau kusam, maka dapat di pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling rendah Rp 100 juta.

Sementara itu Kepala Desa Pulau Beringin Utara Samsul Rizal kepada Sigerindo via Whatsappnya mengatakan "apa yang tidak bisa dikompromikan, nanti kebetulan kamu lewat bendera sudah dipasang yang baru". jawabnya singkat.(hadirisman/tim)