Bergulir Di Propam Polri Menggantung? - SIGERINDO.COM

Bergulir Di Propam Polri Menggantung?

Bergulir Di Propam Polri Menggantung?

Sigerindo Lampung Barat - Kasus Pengeroyokan Dian Karis oleh terduga pelaku lebih dari satu orang di Desa Tugu Mulya, Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat, Selasa 6 Agustus 2019 silam. Polri di Sektor Sumber Jaya, Resor Lambar, Polda Lampung hanya memproses satu orang tersangka dan diajukan ke Pengadilan

Pengadilan Negeri Liwa menjatuhkan vonis 2 Tahun dan 10 bulan kepada tersangka Beni Yansa Putra Bin Sahnan, tersangka pengeroyokan dan penganiayaan korban, Dian Karis Bin Karlin, warga Desa Pura Jaya, Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat

Beni Yansa Putra Bin Sahnan, bersama ke- 3 orang temannya yang saat ini masih buron, salah satunya adalah anak juru masak yang berkerja di Rumah Dinas Bupati Lampung Barat

Mendengar putusan tersebut, keluarga korban merasa keberatan, karena dianggap tidak adil alias terlalu ringan dan terindikasi cacat hukum, sebab peristiwa tersebut kasus pengeroyokan yang menyebabkan korban menderita luka cukup parah dibagian kepala, akibat dipukul oleh Beni Yansa Putra Bin Sahnan salah satu pelaku dengan menggunakan golok bersarung

Ditambahkan, yang sangat mengecewakan dan jadi pertanyaan keluarga korban hanya satu tersangka yang disidangkan, selain itu pihaknya hadir di persidangan, yakni saat dimintai keterangan sebagai saksi, sementara dalam sidang lanjutan pihaknya tidak dihadirkan bahkan diberi kabarpun tidak

”ketika kami tiba di Pengadilan, ada kabar tersangka Beni Yansa Putra sudah ada vonis, kami dikasih tau petugas kalau tersangka sudah di vonis 2 tahun dan 10 bulan.
Kami kecewa, sidang dibuka lebih cepat dari biasanya. Biasanya gelar sidang Jam 14.00 wib, kami datang tepat waktu Jam 14.00 wib

"Sidang atas nama tersangka Beni Yansa Putra sudah selesai", kata Petugas piket di Pengadilan.

Pihak keluarga korban melalui kuasa hukum telah melaporkan masalah ini ke Div Propam Polri untuk menuntut keadilan atas korban

”Kami memang orang tidak mampu dan tidak begitu mengerti hukum, selain mengadu kepada institusi terkait, kuasa hukum kami sudah melayangkan surat ke Div Propam Polri" katanya

Terpisah, penyidik Polda Lampung telah menindaklanjuti dengan meminta keterangan korban Dian Karis dan keterangan saksi Ardini dan Ardiansyah di Polres Lampung Barat pada hari Jum'at 26 Juni 2020, dilanjutkan seminggu kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Tugu Mulya, Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat

"Benar ada petugas berjumlah 3 orang mengaku dari Polda Lampung datangi rumah orang tua Beni Yansa Putra Bin Sahnan (Tempat Kejadian Perkara - red ), petugas tidak bertemu pemilik rumah sedang tidak berada ditempat", ujar Tahrim via sambungan telpon (hadirisman)