Kibarkan Bendera Merah Putih Robek Sanksi Denda dan Pidana - SIGERINDO.COM

Kibarkan Bendera Merah Putih Robek Sanksi Denda dan Pidana

Kibarkan Bendera Merah Putih Robek Sanksi Denda dan Pidana

Sigerindo Oku Selatan Muaradua - Bendera Merah Putih resmi dijadikan sebagai bendera nasional Indonesia sejak Tanggal 17 Agustus 1945. Pengaturan mengenai ketentuan ukuran bendera, penggunaan, penempatan, hingga aturan pidana terhadap pihak yang menghina Bendera Negara termuat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Pada Pasal 24 Undang-Undang tersebut, diatur soal larangan yang dilakukan terhadap Bendera Negara, diaturan itu disebutkan bahwa Setiap orang dilarang mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam

"Dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) Tahun atau denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah), setiap orang yang dengan sengaja mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf c".

Undang-undang RI Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendara, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan sepertinya kurang di sosialisasikan sehingga masih saja ada diketemukan pengibaran bendera Merah Putih melanggar ketentuan sebagaimana diatur dalam undang-undang di sejumlah tempat. (hr / tim)