Bayi Lahir Ditangani Bidan Desa Tergolek Lemas Dirawat di RSUD Muaradua - SIGERINDO.COM

Bayi Lahir Ditangani Bidan Desa Tergolek Lemas Dirawat di RSUD Muaradua

Bayi Lahir Ditangani Bidan Desa Tergolek Lemas Dirawat di RSUD Muaradua

Sigerindo Muaradua-Kondisi kesehatan bayi berjenis jenis kelamin laki-laki, buah hati pasangan Wr dan Nr (nama diinisialkan) yang lahir melalui pertolongan Bidan (nama inisial Hd) di Desa Kotaway, Kecamatan Buay Pemaca yang dirawat di RSUD Muaradua belum juga membaik, masih tergolek lemas terlihat tak berdaya di ruang perawatan di sal anak RSUD Muaradua, Kab OKU Selatan

"Bayi yang lahir melalui pertolongan bidan desa dengan inisial Hd di Desa Kotaway, Kecamatan Buay Pemaca di diagnosa oleh dokter anak di RSUD Muaradua sakit karena infeksi di tali pusar yang telah menjalar ke lambung dan jaringan saraf otak sang bayi", sebut Sumber yang minta di rahasia namanya kepada media ini di RSUD Muaradua, Selasa (15/9)

"Kuat dugaan telah terjadi infeksi yang disebabkan oleh tidak sterilnya peralatan medis sang Bidan Hd pada saat memberikan pelayanan kelahiran bayi itu", sambung dia

YL inisial orang tua sang bayi saat dikonfirmasi menjelaskan, "Bayi masih dirawat disini (Rumah Sakit-Red), kondisinya tidak banyak berubah. Hanya yang semula berat badannya 2,4 kg, kini bertambah 2,6 kg, sebab diberi asupan susu oleh perawat disini," ujar Yl, Selasa (15/09/2020)

YL melanjutkan, "Tidak ada bentuk kepedulian dari HD selaku Bidan pasca persalinan, selain setelah bayi dirawat disini, Bidan HD dan Kepala UPTD Puskesmas Buay Pemaca, Lindawati, datang sekali ke rumah, mereka datang seolah sembari merekam obrolan dengan istri saya, tujuannya apa..??, kurang tau", cerita Yl

Setelah itu, sambung Yl, "Mereka pulang, namun tak lama berselang Bidan HD datang lagi, alasannya ingin mengontrol istri saya sembari menyodorkan kertas untuk ditandatangani, tetapi Bidan HD tidak menjelaskan apa tertulis di kertas tersebut. Istri saya menolak tidak mau," ungkap Yl dengan nada heran.

Setelah itu, ketika ditanyakan dengan pihak keluarga yang lain. Rupanya kertas tersebut bertuliskan surat pernyataan tidak akan menuntut apa-apa bila terjadi sesuatu dengan kondisi bayi yang pada diagnosa sebelumnya sudah dinyatakan kritis oleh pihak Dokter Anak di RSUD Muaradua.

Rekaman hasil percakapan via telepon dengan Kepala UPTD Puskesmas Buay Pemaca bersama Bidan HD akhirnya bocor. Setelah disimak isi rekaman tersebut, Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Buay Pemaca terkesan seolah membela posisi sang Bidan HD yang diduga abai dan tak perduli pada bayi yang persalinannya ditangani olehnya (Bidan HD-red). Terdapat ada bekas goresan luka dan lebam di bagian kepala bayi dan seolah tak mengakui kalau ada memar dibawah ketiak kiri pisik sang bayi.

"Bahkan, Bidan HD menyangkal, adanya warna hitam diujung bekas potongan tali pusar bayi yang menyebabkan bayi yang di diagnosa infeksi tingkat tinggi pasca persalinan melahirkan atas penanganan dianya tempo hari", timpal sumber lain.

Di penghujung audio rekaman, terdengar suara nada ancaman, "Keluarganya Bidan itu ada di Kejaksaan lho, jadi sudahlah," sebut sumber suara yang se-akan-akan menakut-nakuti pihak keluarga Yl.

Terpisah, Ketua DPC Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) OKU Selatan, Ahmad Suhartono, mengatakan, "Sungguh sangat disayangkan sekali atas sikap Bidan HD dan Kepala UPTD tersebut. Ini menyangkut nyawa anak manusia, semestinya mereka perhatikan dan lebih perduli, ini tidak, malah mereka mencari pembelaan, dan terkesan tidak bertanggungjawab, sehingga kuat dugaan telah terjadi Malpraktek pasca persalinan bayi di tangani Bidan HD tersebut terang benderang ," ujar Anton. (HR).