Agus Salim : Kualitas Bokar di Desaku Masih Rendah. - SIGERINDO.COM

Agus Salim : Kualitas Bokar di Desaku Masih Rendah.

Agus Salim : Kualitas Bokar di Desaku Masih Rendah.


Sigerindo.Musi Banyuasin - Di sesi kali ini sigerindo.com menayangkan Curhatan seorang Petani karet,yang mana dia berharap, Kesalahan cara Pengolahan setelah penyadapan dan Trik-trik memberatkan Timbangan Hasil panen Sadapan kedepan bisa di Rubah

Agus salim mengatakan ,Kualitas Karet yang ada di Desa ku masih sangat rendah ,hal ini terjadi karena ulah saudara saudara ku sesama petani karet

Dimana Masih banyak saudara saudara ku petani karet mencampurkan Getah murni dengan tatal sadapan, bahkan ada yang sengaja mengisi bekuan Bokarnya dengan tanah,kayu,serbuk tatal mesin soumil dan benda benda lainnya, para petani hanya fokus kepada berat bokar yang di hasilkan, bukan kualitas

Untuk menanggulangi masalah ini, kepada kawan kawan dekat sesama petani Karet saya hanya bisa menyinggung dari sisi agama

"Kita bekerja sangat susah menyadap dan menadahi Getah karet kita, tetes demi tetes, untuk menafkahi anak dan keluarga kita, janganlah daki keringat dan jeri payah kita itu kita cemari dengan perbuatan tidak baik, hingga kehalalannya tercemar. Kita menjual getah bukan menjual tatal atau benda lainya, alangkah meruginya kita, susah menanam capek menyadap tapi hasil tidak barokah, makanya kehidupan kita tidak pernah berubah

Hanya seuntaian kalimat di atas yang bisa saya sampaikan, itupun kepada orang orang tertentu, saya yakin nurani mereka mendengar tapi hal ini tidak menjadi Solusi

Kesalahan pengolahan setelah penyadapan juga dapat mempengaruhi kualitas Kadar Karet, penggunaan pengental yang tidak tepat, melakukan perendaman dengan jangka waktu yang berlebihan

Hal di atas menjadi penyebab karet petani di Desa ku tidak memiliki nilai tawar tinggi. Bahkan belum bisa mencapai standar internasional Rubber

Membaca berbagai tulisan lewat media, menonton beberapa vidio di Youtube, membuat miris dan bertanya tanya, kenapa petani karet di negara tetangga lebih makmur kualitas Bokar mereka lebih bagus, ada apa kenapa dan harus bagaimana..? Ini terus menjadi pertanyaan umum di kalangan masyarakat

Sepintas terpikirkan, usaha untuk meningkatkan mutu Bokar petani,
Instansi terkait perlu melakukan penyuluhan atau sosialisasi kepada kami para petani karet mengenai bagaiman pengolahan hasil setelah panen, apa yang di anjurkan dan apa yang di larang .
Penyuluhan ini juga harus bersifat motifasi bukan sekedar pengetahuan agar pola fikir kami berubah tidak lagi mengutamakan kuantitas tapi lebih menjaga kualitas. Meningkatnya kualitas Bokar tentunya akan meningkatkan Harga jual yang berarti meningkatnya kesejahteraan kami petani karet

Selama ini memang sudah ada gerak yang di lakukan yang sudah nampak yaitu pemerintah mendorong berdirinya UPPB di tiap Desa, namun hal ini belum menyeluruh, bahkan ada beberapa kendala penyebab tidak bisa berdirinya UPPB di suatu desa dan ada juga kendala penyebab bubarnya UPPB yang telah di prakarsai, dimana kendala kendala tersebut tidak di serap balik untuk menciptakan solusi

Pihak Kabupaten bisa memberi ide dan panduan kepada pihak Pemdes, untuk memanfaatkan Dana Desa baik ADD maupun ADDK untuk mengambil terobosan kebijakan, dengan memberikan penyuluhan seperti yang saya sebutkan tadi, agar wawasan petani Kami Karet menjadi luas, hingga kami petani karet tidak lagi dianggap petani Primitif dan kami tidak lagi menggunakan cara cara lama yang jauh dari standar dalam mengolah pertanian Kami, bisa juga dengan memberikan bantuan berkala kepada kami para petani karet berupa peralatan dan bahan

Bahkan BUMD dan BUMDes bisa menengahi permasalahan harga antara petani dan tengkulak, dimana selama ini petani karet sangat merasa dipermainkan dalam hal harga jual

Pemberian bantuan bibit dan pupuk kepada kami belum cukup untuk membuat kualitas Bokar menjadi baik, karena ada hal yang mendasar yang terabaikan yaitu pengetahuan, motifasi dan polemik harga.Curhatnya.(iwan)