Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting



Farifki Zulkarnain Gelar Suntan Junjungan Makhga turut Menyoroti Dan mengingat kan Masyarakat adat Agar tidak Sembarangan memberikan gelar Adat

Sigerindo Pesawaran Dengan beredarnya Surat Pernyataan penolakan pemberian gelar adat kepada M. Nasir Paslon nomor urut 01 dari 10 punyimbang Kebandakhan Makhga Waylima IV.
Suntan Junjungan Makhga, Farifki Zulkarnain turut menyoroti dan mengingatkan
masyarakat adat agar tidak sembarangan memberikan gelar adat.
Legalitas masyarakat adat atau majelis adat harus sesuai dengan peraturan adat,
Agar pemberian gelar adat menjadi sah dan dapat dipertanggungjawabkan,

Terkait dinobatkan M. Nasir sebagai bagian keluarga besar adat Saibatin
Bandakh Makhga IV Waylima Buay Khandau Selimau di Lamban balak Kekhatun kebandakhan makhga Waylima IV dengan Gelar/ Adok Dalom Cahya Makhga.

Menurut Farifki mantan Anggota Dewan Kabupaten Pesawaran yang juga Pemuka Adat Marga Waylima

Mengatakan, seharusnya pemberian gelar itu harus di musyawarahkan terlebih dahulu dengan Makhga Selimau disetuju atau tidak.

"Sudah selayaknya dimusyawarahkan dulu sama makhga selimau setuju atau tidaknya. Baru dikabarkan dengan punyimbang yang lainnya dengan acara sakral. Dan juga harus mengundangmakhga-makhga Seperti Makhga badak, Makhga putih, Makhga Sepekhtiwi, seperti ini baru benar," ucap Suntan

Lanjut Suntan, Acara pemberian gelar tidak hanya memotong kerbau, Sakralnya adalah pemberian Katil kepada Punyimbang Selimau.

"Bukan hanya sekedar motong kerbau. Tapi itu ada sakralnya dengan membagi katil Dengan punyimbang selimau, Ini cuman empat punyimbang yang hadir, sedangkan yang tidak hadir ada 10 punyimbang

Artinya banyak puyimbang yang tidak setuju dengan pemberian gelar tersebut dari pada yang setuju," jelasnya

Suntan junjungan Makhga sangat menyangkan pemberian gelar tersebut, dan terkesan dipaksakan
"Seharusnya Agus Bastian gelar Suntan Bandakh Makhga harus ikuti musyawarah selimau artiny
Dari surat penolakan untuk hadir diacara tersebut, ya acaranya jangan dilakukan, kalau begini terkesan seperti dipaksakan," ungkapnya

Farifki juga menjelaskan bahwa penobatan M. Nasir menjadi Dalom Cahaya Makhga menjadi tidak sah, karena hanya dihadiri oleh empat punyimbang.

"Ya dari makhga selimau aja cuman empat punyimbang yang hadir, yang 10 gak hadir jadi gak sah kalau menurut saya," tutupnya. ( Rahman)
BERITA TERBARU