Jabatan Yang Dipangku ASN Di Suatu Wilayah Bukanlah Warisan Endatu Monyang - SIGERINDO.COM

Jabatan Yang Dipangku ASN Di Suatu Wilayah Bukanlah Warisan Endatu Monyang

Jabatan Yang Dipangku ASN Di Suatu Wilayah Bukanlah Warisan Endatu Monyang

Sigerindo Aceh Selatan - Harus di ketahui publik urusan mutasi pejabat atau pergantian jabatan yang di Pangku ASN di lingkungan SKPK Dan Pergantian Sekda Di Suatu Wilayah Bukanlah Warisan Endatu Monyang Demikian isi Relis ungkapan dua pemerhati Aceh Selatan RJ dan TH yang dikirim lewat Email Sigerindo Sabtu (31/10/2020)malam

Menanggapi Pernyataan Dan Pertanyaan, ataupun Opini miring yang dihadapkan kepada Bupati Aceh Selatan Oleh sebuah LSM dan Personal serta Beberapa media terkait Mutasi dan Pergantian Sekda di Lingkungan pemerintah Aceh Selatan, saya melihat ini ada pespektif yang keliru menilai kebijakan pemerintah

"Beberapa Hari dalam Bulan dan Pekan ini, saya melihat ada beberapa Kritikan yang sangat tidak Objektif dalam melihat persoalan di Aceh Selatan, Seperti Saudara May Fendri LSM LIBAS. Pernyataan beliau melalui Media Online saya nilai sarat akan ketidak sukaan terhadap Tgk Amran Bupati Aceh Selatan saat ini, dengan Menghembuskan Bahwa Bupati Aceh Selatan saat ini memiliki Dendam Politik terhadap Sekda dan beberapa ASN dilingkungan SKPK, ini Merupakan tudingan yang tidak mendasar, tidak punya substansi yang jelas

Persoalan Mutasi dan Sekda itu hak Periogatif Pimpinan disuatu Wilayah pemerintahan, saya kira jika mutasi dan pergantian Sekretaris Daerah mesti dilakukan sangat-sangat wajar, membangun Opini Kegaduhan Politik di Aceh Selatan, yang gaduh itu siapa?
Dasar Apa saja gaduh nya?

Kemudian Barometer Apa yang Disebutkan Oleh Saudara May Fendri dari LSM Libas untuk mendefinisikan bahwa Kinerja ASN Lemah dan menurun Derastis

Saya kira sebagai Sebuah LSM atau Apalah namanya jika harus mengkritisi dan ingin membangun, silakan buat kajiannya berikan solusi Konkrit, sebab membangun Aceh Selatan itu, tidak seperti membangun Opini Liar yang bisa saja menyesatkan Publik.

"Saya kira, Bupati Aceh Selatan Tgk Amran telah sangat Cakap melaksanakan tugas dan Fungsinya,
Bayangkan saja ditengah Pandemi seperti ini beliau berusaha keras untuk berbuat lebih untuk masyarakat, tidak banyak daerah di Indonesia saat pandemi Mengakomodir Program Beasiswa Untuk Mahasiswa Aceh selatan mencapai Angka 3 Miliar

Beliau juga serius mengawal bagaimana Asrama Mahasiswa Aceh Selatan segera dimulai Pembangunan nya

Bahkan beliau disaat pendidikan /Sekolah di Liburkan dan harus melalui Daring beliau berani mengambil Resiko agar Proses Belajar mengajar tetap dengan cara tatapmuka di Sekolah walau dibatasi jam dan hari sekolah guna untuk meminimalisir kejenuhan dan kelalaian Anak didik dengan Media games dan sebagainya,Apalagi kebanyakan walimurid juga kewalahan jika pembelajaran melalui Daring

Visi Misi Azam terus berjalan, Pak Bupati 3 Hari yang lalu ikut audiensi singkronisasi Program SIAT dan SADARI, program dari Azam untuk mempersingkat Proses Adm Data Publik mulai dari Desa terintegrasi Kedaerah dan beberapa Instansi sedang di lakukan pengembangan nya, dengan adanya PRG di Gampong

Konkritnya,Pergantian Atau tidaknya Sekda Aceh Selatan itu jangan di bangun 1 perspektif saja, lihatlah secara keseluruhan.

Wajar saja pemerintahan ini ingin melakukan penyegaran bisa jadi dengan berganti posisi disetiap SKPK dan Sekda Aceh Selatan.

Semakin Hebat, aturan pergantian Sekda Tidak Mesti Sampai 5 Tahun tidak ada aturan penetapan sedemikian.

Yang heran saya, Dendam seperti Apa yang di Maksudkan, Jika Dendam Pemerintahan Azam di saat Tgk Amran Bupati ini sudah sedari dulu dibalaskan, sejak awal pemerintahan ini, tetapi tidak dilakukan, tidak baik menuding demikian, ndak baik.

Jika ukuran nya Politis semua ASN jadi Boomerangnya, toh sebagian ASN juga berpolitik.
Saya kira Saudara May Fendy bisa tau dan masih ingat Era Perintahan Sebelum nya, tamtum Mutasi, dikit-dikit mutasi


Beda dengan Tgk Amran, mutasi juga terlambat
Era dulu ada yang tiga bulan setelah Pelantikan langsung penyegaran Mutasi, selebihnya 6 bulan.
Setelah Dilantik, pemerintah Tgk Amran sudah 2 tahun baru satu kali mutasi.

Mutasi itukan Bisa dibilang penyegaran dan bentuk Evaluasi kinerja beliau, beliau bisa saja memberikan kesempatan kepada orang yang berbeda-beda, agar ada pergeseran pengalaman kinerja juga Bagi ASN. Tidak perlu Alergi dan tidak perlu berlebihan membangun Opini Publik, sebab Jabatan Sekda maupun Kepala SKPK baik yang dimutasi atau tidak sekali lagi Bukanlah Warisan

Harusnya Kita mendukung tgk Amran memberikan kesempatan kepada ASN untuk tidak Jenuh disuatu posisi dan itu merupakan upaya perubahan Reformasi Birokrasi di tubuh Pemerintahan Tgk Amran.

Soal tudingan Sekelompok kolega/Ognum Pendukung yang mengintervensi Bupati, saya kira Itu sangat Rancu dan kekanak-kanakan Narasi Opini nya, wajar saja pendukung nya terus berdiri digarda terdepan, disamping atau belakang Tgk Amran yang Memimpin Aceh Selatan ini Sendirian, jika adanya Intervensi saya kira ini tidak ada, jika pun Ada tidak ada yang salah sejauh itu baik, apalagi tgk Amran Selain Bupati Aceh Selatan beliau merupakan Politisi beliau memiliki Partai, dan itu merupakan rumahnya

Jadi, Tidak ada Publik yang Ragu soal mau di mutasi atau sekda berganti, publik yang mana?, atau jangan-jangan ada yang Alergi dan takut jika Sekda Diganti.

Kita letakkan sesuai Porsi masing-masing saja, soal kritikan juga harus berdasarkan banyak data bukan hanya membangun Opini liar saja apalagi bahasa-bahasa dengan Konotasi Dendam itu merupakan bahasa yang negatif yang tidak bisa dibuktikan, sangat relatif dan Private Zoon itu.

Bupati Tgk Amran sangat terbuka dikritisi, sebab tidak mudah juga membuat semua orang puas dan senang dengan sebuah keputusan dan kebijakan yang di Ambil

Lihat saja bagaimana beliau tetap melayani publik meski sendiri, beliau sangat melayani meski jadwal kegiatan padat merayap

Saya mengajak masyarakat dan Intelektual, baik mahasiswa, LSM, Influenzser Medsos Yang Melek politik dan Ilmu pemerintahan untuk Selalu berfikir maju dan mengedepankan Substansi dan harus Objektif melihat setiap persoalan di daerah, sehingga mainsite cenderung Bersikap Profesional dan Proporsional dalam mengungkapkan sesuatu yang layak di konsumsi Publik.

Mungkin saya salah satu Oknum Pendukung nya bagaimana!
Saya Sure Kali Adu Argumen, debat-debat Publik seperti ini.

Saya berharap Saudara May Fendri dapat memberi Solusi lain dalam kritikan nya, mungkin bisa di Aplikasikan untuk Aceh Selatan.
Saya sarankan baca Perpres No 3 Tahun 2018, juga ini sebagai penguatan Argumen Debat senilis Sekjen PNA Meukek Dan Saya Oknum Pendukung
T GK Amran (R)