Kota Lubuklinggau sukses Menjadi Perhatian Pemerintah Pusat Dalam Penanganan Covid-19 - SIGERINDO.COM

Kota Lubuklinggau sukses Menjadi Perhatian Pemerintah Pusat Dalam Penanganan Covid-19

Kota Lubuklinggau sukses Menjadi Perhatian Pemerintah Pusat Dalam Penanganan Covid-19

Sigerindo Lubuk Linggau - Walikota Lubuk Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe sambut langsung Liaison Officer (LO) Gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Republik Indonesia untuk wilayah Sumatera Selatan Brigjen (Purn) Antoni Simamora bersama ketua perhimpunan pakar epidemologi Indonesia, dr. H Hisbah Ridwan, dan mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Ferry Yanuar

Kunjungan yang beragendakan rapat penilaian dan evaluasi kondisi kota Lubuklinggau dalam menghadapi kebiasaan,dalam rapat tersebut Walikota menjelaskan sejak awal munculnya covid-19 di wilayah Kota Lubuklinggau,Rabu(07/10/2020)

Dalam sambutanya wako memaparkan bahwa untuk kasus konfirmasi di Lubuklinggau sendiri paling banyak berasal dari klaster dari rumah sakit

Sehingga diatasi dengan cara meliburkan pelajar, work from home para ASN, penyemprotan menggunakan disinfektan alami, koordinasi yang baik tiga pilar kota Lubuklinggau, pembagian sembako hingga mencapai 85 persen hingga menyediakan rumah sehat silampari bagi para pasien konfirmasi

Sedangkan Brigjen (Purn) Antoni Simamora mengapresiasi kinerja gugus tugas covid-19 Lubuklinggau, yang berdasarkan pemaparan Wali Kota, ia menyampaikan Bahwa sangat mengapresiasi kinerja selama penanganan covid-19 di Lubuklinggau.

“Saya sangat mengapresiasi cara penanganan mengatasi covid-19 oleh Walikota Lubuklinggau,sehingga dari 98 kasus konfirmasi, yang dikatakan pak kasus 91 diantaranya dinyatakan sembuh, artinya tinggal 7 orang saka yang ada di tempat isolasi,"paparnya.

Kota Lubuklinggau sendiri, dari 14 indikator kesehatan masyarakat produktif dan aman covid-19 berbasis data, 13 diantaranya sudah terpenuhi di Kota Lubuklinggau

Sehingga tidak adanya pasien konfirmasi positif yang meninggal dunia. Sementara, 1 indikator yang belum tercapainya adalah persentase komulatif kasus sembuh dari kasus positif.(YZR/adv)