Pemilihan Pengurus FKUB Periode 2020 - 2023 Kabupaten Aceh Selatan Berjalan Lancar - SIGERINDO.COM

Pemilihan Pengurus FKUB Periode 2020 - 2023 Kabupaten Aceh Selatan Berjalan Lancar

Pemilihan Pengurus FKUB Periode 2020 - 2023 Kabupaten Aceh Selatan Berjalan Lancar


Sigerindo Aceh Selatan - Forum kerukunan umat beragama ( FKUB ) Kabupaten Aceh Selatan melakukan pemilihan pengurus baru bertempat di Aula Dinas pariwisata Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (20/10/2020) berjalan lancer dań sukses

Acara tersebut turut di hadiri Bupati Aceh Selatan diwakili Sekretaris daerah H. Nasjuddin SH MM, mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama, kepala kesbangpol

Ketua panitia pelaksanaan kegiatan pemilihan kepengurusan forum kerukunan umat beragama Kabupaten Aceh Selatan periode 2020 dan 2023 Bukhari Harun dalam laporannya mengatakan ucapan terima kasih kepada pengurus yang lama periode 2015 sampai dengan 2020 sudah lebih kurang 5 tahun bekerja dan berbuat untuk FKUB Maka pada tanggal 23 Oktober forum kerukunan umat beragama akan berakhir

Pada hari ini kita melaksanakan pemilihan pengurus baru periode 2020 sampai 2023 mudah mudahan berjalan sesuai dengan yang diharapkan,Sebanyak 30 orang akan terpilih nantinya jadi pengurus dalam pemilihan.

Dengan adanya forum kerukunan umat beragama ini pemerintah berkewajiban memelihara dan melindungi setiap warga negara untuk melaksanakan ajaran agama sepanjang sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku dan tidak menyalahgunakan agama serta tidak mengganggu ketertiban dan ketentraman dan juga untuk meningkatkan pemahaman dan pengertian serta mendorong partisipasi kerjasama umat beragama dalam memperkuat dasar-dasar kerukunan umat beragama.
Membangun dan memelihara harmonisasi sosial dalam rangka persatuan dan kesatuan bangsa.

Adapun dasar hukum pelaksanaan kegiatan adalah undang-undang Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan nomor 8 tahun 2006 tentang Pedoman pelaksanaan tugas Kepala Daerah dan wakil kepala daerah dalam memelihara kerukunan umat beragama dan pendirian rumah ibadah, keputusan Menteri Agama RI nomor 44 tahun 2002 tentang organisasi dan tata kerja kantor wilayah departemen agama dan kantor kabupaten kota selanjutnya Aceh nomor 4 tahun 2016 tentang pedoman pemeliharaan kerukunan umat beragama dan pendirian tempat ibadah.

Sehingga pengurus baru mempunyai payung hukum dalam melaksanakan kegiatan agar Para pengurus forum kerukunan umat beragama periode 2020-2023 nantinya dapat bekerja dengan baik sesuai dengan aturan dan perundang undangan yang berlaku

Bupati Aceh Selatan Tgk Amran dalam arahannya yang disampaikan Sekretaris Daerah H. Nasjuddin SH MM mengatakan forum kerukunan umat beragama adalah modal dasar ataupun pondasi dalam tegaknya suatu negara dan untuk kelancaran dalam pembangunan baik di tingkat Kabupaten, provinsi maupun nasional

Kerukunan umat beragama merupakan harmonisasi hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi saling pengertian, menghormati dan menghargai

Dalam kesetaraan ajaran agama saling bekerja sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

Umat beragama dan pemerintah harus melakukan upaya bersama memelihara kerukunan umat beragama sebagai faktor pemersatu maka akan memberikan stabilitas dan kemajuan negara, dialog antar umat beragama dapat memperkuat kerukunan beragama dan menjadikan agama sebagai faktor pemersatu dalam kehidupan kerukunan umat beragama

Merupakan modal penting agar proses pembangunan daerah di Kabupaten Aceh Selatan dapat berjalan dengan lancar dan kondusif

Kerukunan umat beragama merupakan pilar pembangunan tanpa adanya kerukunan maka keamanan tidak akan tercapai jika tidak aman maka pembangunan tidak akan jalan dan Jika pembangunan tidak jalan maka kesejahteraan masyarakat pun tidak akan tercapai, Oleh karena itu tokoh agama dan forum kerukunan umat beragama memiliki peran signifikan tak hanya dalam masalah keagamaan tetapi juga dalam upaya mengajak masyarakat tetap mematuhi aturan pemerintahan

Indonesia dikenal oleh dunia luar dengan istilah Negara yang plural atau majemuk yang dikenal sebagai bangsa yang religius dan berbudaya sehingga sudah semestinya rakyat Indonesia menerapkan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat,Sejak dulu kita sudah dikenal dengan nilai-nilai Pancasila sebuah nilai yang menjadi pandangan (Yunardi M.I.S)