Proyek Peningkatan Ruas Jalan Kota Raman – Raman Aji (R134) Tidak Sesuai Bestex - SIGERINDO.COM

Proyek Peningkatan Ruas Jalan Kota Raman – Raman Aji (R134) Tidak Sesuai Bestex

Proyek Peningkatan Ruas Jalan Kota Raman – Raman Aji (R134) Tidak Sesuai Bestex


Sigerindo Lampung Timur - Pekerjaan proyek pengaspalan jalan Peningkatan Ruas Jalan Kota Raman – Raman Aji (R134) dengan hotmix yang dikejakan Oleh PT Airlangga Jaya Artha dengan PPK dan PPTK dari Dinas PUPR dinilai kalangan praktisi tidak memenuhi standar kwalitas.

Bahkan diduga menyalahi bestek temuan ini dinilai dari rendahnya daya lekat aspal sehingga dikhawatirkan dalam waktu yang tidak lama hasil pekerjaan tersebut akan hancur, padahal pekerjaan itu menelan dana besar.

Jumlah dana yang Digelontorkan Oleh Pemkab Lampung Timur Melalui APBD 2020 Sebesar Rp 3.513.500.000.000 Miliar yang nota bene merupakan uang rakyat tujuan proyek meningkatkan sarana perhubungan dengan penanggung jawab Kadis PUPR.

Hasil pemantauan wartawan sigerindo .com dilapangan tampak ketebalan lapisan bawah tidak tidak sesuai sudah sudah banyak pecah seperti itu kalau melihat seperti ini jalan tidak bertahan lama sudah rusak kembali

Sementara itu Gabpeknas Provinsi Lampung Topan Napitupulu Melihat hasil kerja pengaspalan tersebut, timbul kekwatiran di tengah - tengah masyarakat tempatan dan warga penerima mamfaat dari hasil pembangunan mereka menduga kenyataan Panjang dan ketebalan tidak sesuai yang dikatakan kalau saya liat photo ini ketebalan 2,5 Cm S/d 3CM seharusnya 4 S/d 5 CM ini kelaitan sekali aspal sangat tipis

Ketua Gabpeknas Provinsi Lampung Topan Napitupulu berpendapat bahwa pekerjaan itu tidak lebih dari pada aksi penghamburan uang rakyat dan merupakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan Besetek Seperti dimana Konsultan Pengawas kok bisa pekerjaan seperti diduga lemahnya pengawas dari pihak dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan kalau Pengawasan ketata tidak terjadi seperti ini Ujar Topan Napitupulu dengan Nada Geram kita meminta kepada Aparat Penegak hukum untuk mengusut proyek tersebut karenah diduga sudah ada Indikasi merugikan Keuangan Negara

Semenatar itu hingga berita ini diturunkan Kadis PUPR Lamtim dan PT Airlangga Jaya Artha belum berhasil dikonfirmasi akan kita kupas lebih mendalam Edisi yang Akan datang (Bus)