Berawal dari Hobi, Sukses Usaha Menjahit Berkat Dukungan Suami - SIGERINDO.COM

Berawal dari Hobi, Sukses Usaha Menjahit Berkat Dukungan Suami

Berawal dari Hobi, Sukses Usaha Menjahit Berkat Dukungan Suami


Sigerindo, Pesisir Barat--Menjahit adalah sebuah kebiasaan atau hobi Ida Nur sejak masih muda. Sebelum memulai usaha penjahit, Ida Nur yang memiliki motto untuk selalu semangat, jangan berhenti dan bermanfaat bagi orang lain ini adalah seorang ibu rumah tangga seperti ibu-ibu lainnya. Suaminya yang bernama Pak Mastur adalah sosok inspirasi bagi awal mulanya usaha menjahit ini.

“Bagaimana hobi kamu kita jadikan usaha yang lebih besar? dan juga usaha menjahit ini bisa bermanfaat bagi orang lain ” kenang Ida Nur mengingat anjuran suaminya Pak Mastur, beberapa waktu lalu.

Sejak saat itulah, Ida Nur perempuan kelahiran Kalirejo, Lampung Tengah pada 1971 ini berinisiatif untuk mengembangkan usahanya dengan mempelajari hal hal yang penting membaca buku, dan bertanya ke temannya yang sudah memiliki usaha menjahit. Diakuinya, saat memulai usaha ini ada kalanya jatuh bangun. Pak Masturlah yang banyak mendukung dan memberikan motivasi terutama saat usahanya sedang jatuh. “Kita pasti bisa,” demikian kenang Ida Nur yang kini seiring berjalannya waktu, usahanya semakin berkembang.


Mengomentari usaha saat pandemic covid-19 saat ini, usaha yang digeluti Ida Nur sedikit mengalami penurunan. “Alhamdulillah, meski sedikit menurut, namun relatif lancar saja, karena usaha ini adalah hobi saya, bisa bermanfaat bagi orang lain dan yang terpenting adalah suami saya selalu mendukung saya,” katanya.

Untuk urusan modal, kata Ida Nur, tidak ada masalah berawal dari apa yang ada saja dulu. Sedangkan untuk pemasarannya, Ida Nur lebih mengutamakan sistem mulut ke mulut yakni dari orang ke orang lain tanpa adanya paksaan. Karena itu, dalam membuat produk, hasilnya harus semaksimal mungkin agar pelanggan puas, katanya.

“Hal utama yang saya lakukan ialah saya selalu berusaha untuk maju, untuk berhasil dan bermanfaat bagi orang lain. Ketika ada yang memesan pakaian kami akan membuatnya semaksimal mungkin, supaya para kosumen merasa nyaman dan membicarakan produk kami ke orang lain. Disini juga ada tempat pelatihan khusus bagi orang orang yang berminat untuk menjahit ,“ katanya.

Untuk omset perbulan dan jumlah pegawai beliau yakni Rp30-50 juta perbulan dan pegawai berjumlah 14 pegawai. “Alhamdulillah omset usaha saya sudah sangat cukup sekitar Rp30-50 juta dan jumlah pegawai 1. Insyaaallah disini kami menerapkan sistem kekeluargaan untuk lebih akrab dan tidak ada sistem paksaan .“


Tak lupa Ida Nur, berpesan untuk mahasiswa dan masyarakat muda calon pebisnis agar selalu semangat untuk berusaha dan jangan goyah. “Semangat berusaha, kesuksesan diawali dengan usaha, dan ketika sudah memulai lakukan lah dengan kontinue. Harus tetap dan jangan goyah, yang paling utama ialah tidak mengecewakan pelanggan dan bermanfaat bagi orang lain ,“ katanya. (Angkon Cikarya, Firdian syah, M.Yusuf Bagaskoro)