Diduga PT. DJURI TEKNIK Tak indahkan Protokol Kesehatan dalam Pelaksanaan Pembangunan jalan Rijid poros Kota Gajah - SP Randu - SIGERINDO.COM

Diduga PT. DJURI TEKNIK Tak indahkan Protokol Kesehatan dalam Pelaksanaan Pembangunan jalan Rijid poros Kota Gajah - SP Randu

Diduga PT. DJURI TEKNIK Tak indahkan Protokol Kesehatan dalam Pelaksanaan Pembangunan jalan Rijid poros Kota Gajah - SP Randu

Sigerindo Lampung Tengah - Kota Gajah Dalam masa pandemi Covid-19 Kementrian PUPR telah mengeluarkan Instruksi No C2 / 1N / M / 2020 Dalam pelaksanaan penyelnggaran Kontruksi yang berisi

I. Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan COVID-19 a. Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa wajib membentuk Satgas Pencegahan COVID- 19 yang menjadi bagian dari Unit Keselamatan Konstruksi;

b. Satgas Pencegahan COVID-19 yang dimaksud pada hurup yang dibentuk oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut;

c. Satgas Pencegahan COVID-19 merujuk pada hurup yang disebut paling sedikit 5 (lima) orang yang terdiri atas: 1). Saya (satu) Ketua merangkap anggota; dan 2). 4 (empat) Anggota yang mewakili Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa 

d. Satgas Pencegahan COVID-19 memiliki tugas, tanggung jawab, dan kewenangan untuk melakukan: 1). Sosialisasi, 2). pembelajaran (edukasi), 3). promosi teknik, 4). metode / pencegahan COVID-19 di lapangan, 5). berkoordinasi dengan Satgas Penanggulangan COVID- 19 Kementerian PUPR melakukan Identifikasi Potensi Bahaya COVID19 di lapangan, 6). pemeriksaan kesehatan yang terkait dengan infeksi COVID-19 kepada semua pekerja dan tarnu proyek, 7). kesehatan pekerja dan mobilisasi / demobilisasi pekerja, 8). mempersembahkan vitamin dan nutrisi tambahan guna meningkatkan imunitas pekerja, 9). pengadaan Fasilitas Kesehatan di lapangan, 10). melaporkan kepada PPK dalam hal telah ditemukan pekerja yang positif dan / atau berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan dilakukan penghentian kegiatan sementara

2. Identifikasi Potensi Baha ujiya COVID-19 di lapangan.

Sebuah. Satgas Pencegahan COVID-19 berkoordinasi dengan Satgas Penanggulangan COVID- 19 Kementerian PUPR untuk menentukan: I) Identifikasi potensi risiko lokasi proyek terhadap pusat sebaran penyebaran COVID-19 di daerah yang berhubungan; 2) Kesesuaian fasilitas kesehatan di Lapangan dengan protokol penanganan COVID-19 yang dikeluarkan Oleh Pemerintah; 3) Tindak lanjut terhadap Penyelenggaraan Jasa Konstruksi 

b. Dalam hal Penyelenggaraan Jasa Konstruksi tersebut teridentifikasi: 1). Memiliki risiko tinggi akibat lokasi proyek berada di pusat sebaran, 2). Telah ditemukan pekerja yang positif dan / atau berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP); atau 3). Pimpinan Kementerian / Lembaga / Instansi / KepaIa Daerah telah mengeluarkan peraturan untuk kegiatan sementara keadaan kahar, Maka Penyelenggaraan Jasa Konstruksi tersebut dapat diberhentikan sementara akibat Keadaaan Kahar

c. Penghentian Penyelenggaraan Jasa Konstruksi di maksud huruf b diatas dilakukan sesuai ketentuan pada Lampiran II (TINDAK LANJUT TERHADAP KONTRAK PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI ) Yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Instruksi Menteri ini.

d. Dalam hal Penyelenggaraan Jasa Konstruksi tersebut karena sifat dan urgensinya tetap harus dilaksanakan sebagai bagian dari dampak dampak sosial dan ekonomi dari COVID- 19, maka Penyelenggaraan Jasa Konstruksi tersebut dapat diteruskan dengan ketentuan: 1). Mendapatkan persetujuan dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat; 2). Melaksanakan pencegahan COVID- 19 dengan disiplin tinggi dan berkala Oleh Satgas Pencegahan COVID- 19; 3). Menghentikan sementara ketika terjadi (Telah ditemukan pekerja yang positif dan / atau berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) untuk melakukan penanganan sesuai protokol Pemerintah

3. Penyediaan Fasilitas Kesehatan di Lapangan

Sebuah. Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi wajib menyediakan ruang klinik kesehatan di lapangan yang dilengkapi dengan sarana kesehatan yang memadai, antara Iain tabung oksigen, pengukur suhu badan nir-sentuh (thermoscan), pengukur tekanan darah, obat-obatan, dan petugas medis

b. Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi memiliki kerjasama operasional perlindungan kesehatan dan pencegahan COVID- 19 dengan rumah sakit dan / atau pusat kesehatan masyarakat terdekat untuk tindakan darurat (emergency);

c. Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi wajib menyediakan fasilitas tambahan antara lain: pencuci tangan (air, sabun dan hand sanitizer), tisu, masker dikantor dan lapangan bagi seluruh pekerja dan tamu; dan

d. Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi wajib menyediakan vaksin, vitamin dan nutrisi tambahan guna peningkatan imunitas pekerja

4. Pelaksanaan Pencegahan COVID-19 di lapangan

Sebuah. Satgas Pencegahan COVID-19 memotong selebaran poster baik digital maupun fisik tentang himbauan / anjuran pencegahan COVID-19 untuk disebarluaskan atau dipasang di tempat-tempat strategis di lokasi proyek;

b.Satgas Pencegahan COVID- 19 bersama petugas medis harus menyampaikan penjelasan, anjuran, kampanye, promosi teknik pencegahan COVID-19 dalam setiap kegiatan penyuluhan K3 pagi hari (safety morning talk);

c.Petugas medis bersama para Satuan Pengaman (Staf Keamanan) melaksanakan pengukuran suhu tubuh kepada seluruh pekerja, dan karyawan setiap pagi, siang, dan sore;

d. Satgas Pencegahan COVID-19 melarang orang (seluruh pekerja dan tamu) yang terindikasi memiliki suhu tubuh 38 derajat Celcius datang ke lokasi pekerjaan;

e. Apabila ditemukan pekerja di lapangan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19, pekerjaan harus diberhentikan sementara oleh Pengguna Jasa dan / atau Penyedia Jasa paling sedikit 14 hari kerja

f. Petugas Medis dibantu Satuan Pengaman (Staf Keamanan) melakukan evakuasi dan penyemprotan disinfektan pada seluruh tempat, fasilitas dan peralatan kerja; dan

g. Penghentian sementara dilakukan hingga proses evakuasi dan penyemprotan disinfektan, serta pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan isolasi tenaga kerja yang pernah melakukan kontak fisik dengan tenaga kerja yang terpapar telah selesai.

B . Mekanisme Protokol Pencegahan Penyebaran Penyakit Virus Corona 2019 (COVID19) dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi

Dalam Hal Ini PT. Djuri teknik telah melanggar Intruksi Kentrian PUPR , karena dalam pantauan awak media ini para pekerja tidak di lengkapi pengaman pencegahan Virus Covid-19 dan bahkan tidak adanya plang himbauan untuk Menangulangi Penyebaran Virus Korona

Dalam Hal ini Tidak mungkin para Panitia pokja tidak memerhatikan hal tersebut, dan sudah pasti telah di anggarkan di dalam Rap proyek tersebut untuk pencegahan Covid 19

Mandor tukang saat di konfirmasi diri nya para pekerja sesuai perintah bos, dan mengakui memang tidak adanya protokol kesehatan.

"Saya hanya penyedia tukng saja mas, di bayar harian , hanya bekerja sesuai perintah bos saja".
Pemgawas konsultan di lapangan saat di tanya tentang rap anggaran covid, dirinya terdiam dan mengakui tidak ada nya bimbaun bener Covid

"Ya kami bekerja sesuai gambar, para tukang karena huja jadi masker di lepas, "
Saat di taya terkait rab kemabali konsultan pegawas dari cv. Trijaya Waskita tak bisa menjawab dan bahkan menjauh

Dalam hal ini Sudah jelas pengerjaan tersebut di duga langgaara protokol kesehata dan intruksi Kemnterian PUPR. ( Team)