Ibu Sutami, dari Petani Menjadi Pengusaha Kripik Singkong Yang Sukses - SIGERINDO.COM

Ibu Sutami, dari Petani Menjadi Pengusaha Kripik Singkong Yang Sukses

Ibu Sutami, dari Petani Menjadi Pengusaha Kripik Singkong Yang Sukses


Sigerindo, Lampung Timur--IBU SUTAMI sang pengusaha kripik singkong yang sukses mulai merintis usahanya sejak tahun 2015 hingga berkembang sampai saat ini. Usaha kripik singkong ini dapat dijumpai di Jl. Sri Rejosari, Kec.Way Jepara, Kab. Lampung Timur, Provinsi Lampung.

Sebelum menjadi seorang pengusaha kripik singkong, Ibu Sutami banyak mengalami kendala dalam membangun sebuah usahanya. Berawal menjadi seorang petani dan bergerak membuat usaha sebagai penjual krupuk hingga menjadi pengusaha kripik singkong yang sukses.

Sebagai seorang petani yang bergantung pada penghasilan bulanan bahkan tahunan membuat Ibu Sutami berkeinginan lebih maju dan bergerak membuat usaha sebagai penjual krupuk. Namun, dalam usahanya sebagai penjual krupuk mengalami kegagalan karena faktor ekonomi/modal usaha yang tidak terjangkau. Tidak sampai disitu Ibu Sutami bangkit dari kegagalan dan berencana mencoba sebagai pengusaha kripik singkong dengan modal usaha yang ada dan terjangkau. Tetap berjuang agar lebih maju adalah sebuah prinsipnya dalam membangun sebuah usaha.


Dengan memulai usaha baru dan perkembangannya sebagai pengusaha kripik singkong. Ibu Sutami mulai mengelolanya dan menjualnya ke warung-warung terdekat. Dalam menjual kripik singkong, awalnya Ibu Sutami banyak mendapatkan kritikan dan masukan dari para pembeli agar lebih memerhatikan cara penggorengan yang baik dan kripik yang banyak menyerap minyak. Dari situ Ibu Sutami lebih memerhatikan dan memperbaiki serta melakukan bagaimana cara mengelolanya dengan baik agar pembeli lebih menyukai produknya.


Setelah memperbaiki produknya, banyak peminat yang suka dengan kripik singkong tersebut. Secara bertahap jumlah penjualan/pemasaran menambah dan meningkat. Karena omset penjualan yang semakin bertambah Ibu Sutami memberanikan diri dan percaya diri untuk melakukan penjualan hingga keluar desa. Tak di sangka-sangka penjualannya pun laku dan banyak peminat yang menyukai rasa dari kripik singkong yang lezat dan gurih tersebut.

Dalam usahanya, Ibu Sutami terus berusaha dan bersaing dalam pemasaran/penjualan nya agar semakin luas serta selalu memperbaiki dan membuat inovasi-inovasi baru agar lebih banyak lagi pembelinya. Saat ini Ibu Sutami memiliki 24 orang karyawan dalam pembuatan usaha kripik singkong tersebut 6 orang diantaranya sebagai penggoreng, 14 orang sebagai pembungkus dan 4 orang lainnya yang memasarkan kripik singkong tersebut. Usaha kripik singkong ini sudah terjual ke berbagai tempat hingga pemasaran nya menyebar sampai ke luar desa. Usaha yang memulai dari titik nol hingga sukses bisa mencapai tujuan dengan omset pemasaran yang banyak dan luas.

Varian rasa kripik singkong ini diantaranya rasa balado, pedas manis, rasa keju, dan rasa coklat. Dengan keadaan pandemi COVID-19 saat ini sangat mempengaruhi dalam pemasaran usaha ini dan varian rasa saat ini yang dijual hanya rasa pedas manis saja. Sebelum adanya pandemi penghasilan yang didapatkan perminggu nya bisa mencapai 3-4 juta rupiah, kini penghasilan yang didapatkan perminggunya hanya 1-2 juta rupiah.

Pesan Ibu Sutami dalam berwirausaha “Ketika kita ingin melakukan sebuah usaha/bisnis kita harus pantang menyerah, ada kalanya kita naik dan turun dalam membangun sebuah usaha. Jangan pernah takut melakukan hal baru karena orang sukses pasti ada sebuah kegagalan dalam usahanya dan ingat kegagalan adalah awal dari sebuah kesuksesan.” (Ali Imran, Jamaludin Wijaya, Puji Lestari)