Jihad, Pengusaha Laundry: Manfaatkan Waktu Luang Di Rumah Bersama Keluarga - SIGERINDO.COM

Jihad, Pengusaha Laundry: Manfaatkan Waktu Luang Di Rumah Bersama Keluarga

Jihad, Pengusaha Laundry: Manfaatkan Waktu Luang Di Rumah Bersama Keluarga


Sigerindo, Natar– Tidak ada yang menyangka kalau pengusaha laundry ini dulunya seorang pegawai BUMN, bahkan sekarang usaha laundry nya sudah memiliki 2 cabang. Pria bernama Jihad Amiruddin (37) atau biasa disapa Jihad ini memulai merintis usaha laundrynya pada tahun 2012. Ketika ditanya siapa yang memberikan ide untuk membuka usaha laundry ini jawaban dari beliau.

“Berawal dari inisiatif sendiri, saya berpikir gimana caranya punya waktu luang yang cukup untuk keluarga di rumah tapi tetap mendapatkan penghasilan. Lalu tercetuslah ide untuk membuka usaha laundry ini,” kata Jihad.


Jihad juga menceritakan jatuh bangun dan hambatan dalam membuka usaha laundry seperti berawal dari modal, mulai banyak saingan pengusaha laundry, dan kesulitan dalam mencari karyawan. Sebelum masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, pegawai yang bekerja pada Jihad kurang lebih 15 orang, namun sekarang mengalami pengurangan pegawai.

Dalam perekrutan pegawai, Jihad memaparkan kalau ada training dan evaluasi yang harus dijalani untuk melihat kualitas calon pegawai. Lalu saat ditanya bagaimana peluang, Jihad menjawab, “Untuk peluang itu pasti ada selama orang-orang masih ingin menggunakan pakaian yang bersih. Dan juga tergantung dari kitanya dalam menempatkan peluang itu dan bisa mengatur peluang yang ada.”

Terkait cabang laundry, Jihad menjawab sekarang cabang usahanya ada 2, karena tahun lalu lebih berfokus dalam pengelolaan laundry industri ketimbang laundry kiloan. Jihad juga memaparkan kalau usaha laundrynya bekerja sama dengan hotel dan spa sebagai vendor mereka.


Jihad memiliki anjuran untuk anak muda khususnya mahasiswa yang ingin membangun usaha kecil-kecilan, Jihad mengungkapkan bahwa mahasiswa itu masih bisa melihat banyak peluang-peluang untuk membuka usaha, dapat dilihat dari lingkungan sekitar bisa juga di internet, jadi peluang apa aja yang bisa diambil dengan modal yang tidak terlalu besar, dan juga bisa dikerjakan dengan waktu yang tidak menyita sebagai mahasiswa.

Ketika ditanya bagaimana tips dan strategi dalam membangun usaha ini, Jihad pun angkat bicara. “Yang namanya usaha itu butuh kemauan dan keuletan serta kesabaran, karena yang namanya usaha itu pasti punya kesulitan, rintangan, dan hambatan. Usaha juga tidak langsung melejit tinggi atau langsung maju, pasti ada tahapan-tahapan yang perlu dilalui, sehingganya diperlukan yang namanya kesabaran dan juga konsisten,” pungkas Jihad sebagai penutup. (Emma Nur Cahyanti, Hasan Hanif Rasyid, Roby Kurniawan)