Kasus Pengeroyokan Polisi Tangkap 1 Tersangka Penyidikan Jadi Sorotan - SIGERINDO.COM

Kasus Pengeroyokan Polisi Tangkap 1 Tersangka Penyidikan Jadi Sorotan

Kasus Pengeroyokan Polisi Tangkap 1 Tersangka Penyidikan Jadi Sorotan

Sigerindo Lambar – Keluarga korban pengeroyokan DK melalui Kuasa Hukumnya melaporkan dugaan ketidakprofesionalan Kompol Arjon Syahferi selaku Kapolsek Sumber Jaya, Res Lambar, Polda Lampung dan penyidik pembantunya atas penanganan kasus laporan polisi Nomor :273/VIII/2019/ Polda Lampung / Res Lambar / Sek Sumber Jaya tertanggal 06 Agustus 2019 ke Propam Mabes Polri.

Karlin, orang tua dari korban DK berharap, apa pun hasil dari Propam dapat diindahkan setiap jajaran Polri.

Kami berharap jajaran Polri, khususnya Polda Lampung dapat mematuhi apa nantinya yang menjadi rekomendasi Propam Mabes Polri

“Setiap anggota Polri wajib patuhi apa yang menjadi keputusan Propam Mabes Polri. Ini semua untuk keadilan keluarga Korban,” kata Karlin, Kamis, 4 November 2020

Karlin menegaskan, kasus pengeroyokan DK merupakan kasus atensi bagi setiap anggota Polri, sebab sudah menjadi sorotan publik, di mana para penegak hukum di tingkat Polsek diduga tidak mematuhi hasil pengaduan, di mana menjadi yurisprudensi kuat dalam kasus ini sampai kuasa hukum Indah Maylan.SH dari YLBH Karib Jelata turun gunung ke Polsek Sumber Jaya, Kamis dan Jum'at (26/27/9/2019)

“Ini nama baik Polri dipertaruhkan, jadi apapun hasilnya, saran saya mematuhi lah,” katanya.

"Penegak hukum yang menangani kasus anaknya tersebut harus jujur dan terbuka, sehingga rasa keadilan yang selama ini diperjuangankanya tidak sia-sia" ungkapnya

Karlin mengaku, atas tindak lanjut dari mabes polri, penyidik dari Polda Lampung telah meminta keterangan korban DK dan saksi-saksi di Kota Liwa, Lambar, bahkan dirinya telah memberikan keterangan kepada penyidik dari Polda Lampung di salah satu hotel di kota Liwa yang selanjutnya ditindak lanjuti mendatangi tempat terjadinya tindak pidana pengeroyokan di Desa Tugu Mulya, Kec Kebun Tebu, Kab Lambar

"Laporan melalui kuasa hukum itu terus berjalan. Dan SP2HP sebentar akan keluar," kata Karlin

Dia menjelaskan bahwa langkah membuat laporan di Propam Polri ini ditempuh karena penyidik Polsek Sumber Jaya, Res Lambar, Polda Lampung sampai perkara di limpahkan ke Kejari Liwa dan disidangkan di PN Liwa tidak menangkap tiga dari terduga tersangka pengeroyokan anaknya

"Polsek Sumber Jaya baru menangkap dan memproses hukum satu tersangka atas nama Beni Yansa Putra. Sedangkan, tersangka lain yang saat itu dilaporkan yakni DS, SHA dan MH belum ditangkap," kata Karlin .

Lanjutnya, salah satu dari terduga tersangka yang belum ditangkap adalah anak juru masak yang bekerja di rumah di Rumah Dinas Farosil Mabsos Pejabat Bupati Lampung Barat.

"Satu terduga tersangka ini anak juru masak yang bekerja di rumah Dinas Bupati Lampung Barat masih berkeliaran di Lampung Barat dan belum diproses hukum di Polsek Sumber Jaya sampai saat ini," terang Karlin

Ditambahkan Karlin, pemberian SP2HP secara berkala kepada pihak korban diatur di Pasal 39 ayat 1 Peraturan Kapolri Nomor 12 Tahun 2009 tentang Pengawasan dan Pengendalian Penanganan Perkara Pidana di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia

SP2HP merupakan hak bagi pelapor sebagai upaya menjamin akuntabilitas dan transparansi Penyidikan

"Penyidik wajib memberikan SP2HP kepada pihak pelapor baik diminta atau tidak diminta secara berkala, sehingga masyarakat dapat menilai kinerja kepolisian dalam menangani perkara, sejauh ini mulai dari tingkat Penyidikan di Polsek tak SP2HP dari penyidik", pungkas Karlin. (hadirisman)