Ketua Umum Kotatua : Pembagian Zona Insya Allah Dapat Memajukan Sektor Wisata Serta Meningkatkan PAD Aceh Selatan - SIGERINDO.COM

Ketua Umum Kotatua : Pembagian Zona Insya Allah Dapat Memajukan Sektor Wisata Serta Meningkatkan PAD Aceh Selatan

Ketua Umum Kotatua : Pembagian Zona Insya Allah Dapat Memajukan Sektor Wisata Serta Meningkatkan PAD Aceh Selatan

Sigerindo Aceh Selatan - Melalui pembagian zona Insya Allah dapat memajukan sektor wisata di Kabupaten Aceh Selatan serta dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Demikian ungkapan ketua umum Kota Tua Muchsin kepada SIGERINDO Rabu (25/11/2020)

Kabupaten Aceh Selatan yang sepanjang kecamatan mulai dari Kecamatan Trumon Timur hingga Labuhanhaji Barat memiliki kawasan Objek wisata sehingga mendapat perobahan dimasa kepemimpinan pemerintahan AZAM untuk menuju Aceh Selatan Hebat.

Dan juga dapat menata kembali gunung sebalik dibelakang Dinas Kesehatan yang sekarang masih sampai hari ini bagaikan hutan belantara, hendaknya Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dapat melakukan peremajaan jantung pusat ibukota Aceh Selatan Tapaktuan ini dengan wajah se indah mungkin bukit gunung sebalik tersebut

Apa lagi letak Geografisnya yang sangat strategis di bibir pantai lautan Hindia, juga berbatasan langsung dengan lembah dan bukit di sepanjang jalur lalulintas Barat Selatan Aceh memiliki pesona dan potensi wisata yang luar biasa

"Potensi sektor pariwisata di Aceh Selatan sangat menjanjikan untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan Ekonomi Mikro Masyarakat kecil di kawasan spot spot wisata," kata seorang pegiat wisata di Aceh Selatan, Muchsin yang juga Ketua Umum Komunitas Wisata Tuantapa (KotaTua) kepada Sigerindo Rabu (25/11/2020)

Dirinya selaku ketua umum Kota Tua sangat berharap agar pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera menyusun RIPPDA (Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah).

Dengan adanya RIPPDA ini, menurutnya akan terakomodir kepentingan dari "Bottom Up" atau dari level masyarakat ke pemerintah sehingga aspek yang dihasilkan bukan hanya sebagai dokumen teknokratik dari Pemerintah Daerah semata namun juga merupakan hasil partisipatif masyarakat.

"Sehingga pariwisata di Kabupaten Aceh Selatan akan berlandaskan konsep "wisata halal" dan mengutamakan pada ciri khas desa dan adat yang ada di Aceh Selatan," paparnya.

Muchsin mengusulkan tiga pembagian wilayah zonasi pengembangan kawasan wisata di Aceh Selatan, yaitu zona 1 Bakongan, Trumon Raya, Kluet Raya dan zona 2 Tapaktuan, Samadua, Sawang, serta zona 3 Meukek, Labuhanhaji Raya.

"Dengan demikian pengunjung yang akan datang ke Aceh Selatan akan tetap bermalam di Tapaktuan untuk menikmati agenda wisata di 3 wilayah zonasi tersebut," ulasnya.

Di wilayah tengah Muchsin mengusulkan pengembangan Taman Tapaktuantapa dengan Tugu Nol Kilometernya, disana tentu Pemerintah Daerah bisa meraup PAD lewat tiket masuk dan sertifikat Nol KM wisata Aceh Selatan.

"Dengan selesainya jalan tepi laut Taman Pala Indah, tentu Jalan Merdeka dapat dijadikan kawasan pedestrian dengan konsep perdagangan," sarannya.


Untuk wilayah barat, Muchsin mengusulkan pembenahan Spot Wisata Terbaru dan masih sangat artistik yaitu Spot Wisata Batee Putro Metumpang di Labuhanhaji Timur.
"Tentu dapat dikemas dengan beberapa wisata religius di kawasan Pesantren yang ada di Labuhanhaji Raya. Disana juga ada pantai Krueng Baru dan Goa Batee Meucanang dengan air terjun ceuracenya," paparnya.

Sedangkan untuk zona wilayah 3 diujung selatan, Muchsin menyarankan untuk pembenahan beberapa spot wisata air terjun, dengan mengusulkan untuk percepatan proses pembentukan Tahura karena disana ada Air Terjun Tangga 1000, Air Terjun Alue Gambe dan CRU Trumon.

"Di zona 3 ini juga ada spot yang sangat indah yaitu Pulau Dua dengan Burung Perlingnya yang masih tetap terjaga dan keindahan alam bawah lautnya," ungkap Muchsin.

Dengan tersusunnya RIPPDA ini, tambahnya, tiga kawasan ini akan tertata dengan rapi, baik penataan infrastrukturnya maupun pengelolaan aset spot wiasatanya. Dengan demikian, PAD akan dapat dipungut lewat tiket masuk dan sertifikat wisata.

Dengan adanya ciri khas dari tiga wilayah zonasi wisata ini, tambah Muchsin, wisatawan akan merasakan sensasi berwisata dengan kesan yang berbeda beda.

"Di sinilah daya tarik bagi pengunjung untuk mendatangi ketiga zona kawasan wisata ini, dengan demikian mereka akan bermalam di Tapaktuan," pungkas Muchsin. Yang jelas terlebih dahulu Pemkab membuka akses jalanya terlebih dahulu, karena badan jalan menuju ke kawasan objek wisata air terjun rata rata sangat membutuhkan peningkatannya agar dapat dilalui dengan menggunakan kenderaan bermotor (Yunardi M.IS)