Sulaman Usus Lampung, Produk Inovatif Hingga Mancanegara - SIGERINDO.COM

Sulaman Usus Lampung, Produk Inovatif Hingga Mancanegara

Sulaman Usus Lampung, Produk Inovatif Hingga Mancanegara


Sigerindo, Lampung Tengah--Ragam mode kain Indonesia bertambah lagi dengan maraknya pembuatan sulaman usus dari Lampung. Dilihat dari bahannya, kain ini merupakan sulaman yang indah berbahan baku kain satin berbentuk usus ayam dengan motif yang khas. Produk ini dirajut dengan benang emas dan adapula yang disertai dengan kaca dan uang logam kuno. Selain sebagai warisan nenek moyang, sulaman ini banyak diminati oleh masyarakat di daerah-daerah lokal bahkan mancanegara.

Kini, sejumlah pengusaha kain di Lampung berlomba-lomba merancang kain sulaman ini. Semula hanya berfungsi sebagai penutup dada untuk mempelai perempuan kini sudah dikreasikan menjadi baju, kebaya, atau gaun dan dengan bawahan kain yang membuat pakaian kita menjadi serasi.

Di antara pebisnis kain usus sukses di Lampung, Lidiawati cukup dikenal di kalangan masyarakat Lampung Tengah khususnya Kecamatan Gunung Sugih. Wanita kelahiran Kota Bumi, 16 September 1986 ini telah memulai usaha kain ususnya pada tahun 2016 lalu. Selain usaha kain usus, Lidiawati juga memiliki beberapa usaha lainya seperti membuka konter di rumah dan menjual makanan. Usaha yang sudah berdiri 5 tahun itu juga dikenal dan sudah dijual dibeberapa daerah di sekitar Lampung Tengah.

Sebelum menjadi pengusaha kain usus, Lidiawati merupakan ibu rumah tangga dengan 3 anak lelaki. Usahanya pun tidak hanya membuat dan menjual kain usus Lampung. Lidiawati juga memiliki usaha arisan dan menjual barang sembako.

Dijelaskan Lidiawati, usaha kain ususnya terinspirasi dari orang lain. "Pertama saya hanya melihat ibu-ibu di kampung saya membuat kain usus, lama kelamaan saya ingin tau cara membuatnya dan ingin belajar dari mereka,"katanya.

Ide perancangannya pun Lidiawati dapat dari ibu-ibu di kampung. Dirinya cukup mengembangkannya saja supaya lebih menarik dan lebih kreatif. Menurut Lidiawati, kaum muda sekarang jarang ada yang ingin memakai sulaman usus ini, karena terlihat tradisional sekali. “Karena itu, Saya tambahkan sedikit motif modern di setiap membuatkan baju ususnya,” katanya.


Soal jatuh bangunnya setiap usaha pasti ada. Termasuk yang dialami oleh Lidiawati. Bahkan dirinya pernah mengalami yang namanya kerugian dalam usahanya. Tetapi dengan tekad dan niat yang kuat, dirinya dapat bangkit dan terus melanjutkan usahanya.

Sedangkan untuk modal dan omzet, kata Lidiawati, ia dapatkan dari penjualan kain usus selama 10 bulan. "Untuk modal saya mendapatkan dari keuntungan usaha baik usaha kain usus maupun usaha lainnya." ucapnya.


Dan untuk omzet bisa mendapatkan Rp2 juta dalam satu baju atau kain. Sehingga bila ditotal dalam 10 bulan, Lidiawati bisa mendapatkan Rp20 juta bila terjual semuanya. Sedangkan jumlah pegawai, kata Lidiawati, dirinya kini telah memiliki beberapa pegawai sekitar 5 orang. “Untuk buka cabang, belum ada. Saya hanya ingin mempunyai usaha di kampung saja,” katanya.

Pesannya kepada mahasiswa, yang penting kerja keras, pantang menyerah dan gigih. “Selain itu, berkembangnya usaha ini juga berkat doa dari keluarga,” tutupnya. (Rika Diah Azhari, Izatus Taskiyah M, Restu Prio Wibowo)