Tidak Dapat ‘Program Bantuan Kuota Internet ' ini Penjelasan Dinas Pendidikan & Kebudayaan Muba. - SIGERINDO.COM

Tidak Dapat ‘Program Bantuan Kuota Internet ' ini Penjelasan Dinas Pendidikan & Kebudayaan Muba.

Tidak Dapat ‘Program Bantuan Kuota Internet ' ini Penjelasan Dinas Pendidikan & Kebudayaan Muba.


Sigerindo, Musi Banyuasin—Di Masa pandemi Covid-19 ini seluruh kegiatan yang memicu perkumpulan yang menyebabkan keramaian terpaksa dihentikan guna menekan penyebaran Covid-19 , begitu pula dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah Tingkat Dasar sampai dengan Universitas. Diganti dengan metode belajar online.

Istilah ini juga disebut dengan kegiatan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Pengajar dan siswa hanya dapat terhubung secara virtual, melalui gadget, aplikasi video call atau chat messanger, yang membutuhkan kuota internet.

Menurut temuan awak media ini, sejumlah siswa-siswi di Kabupaten Musi Banyuasin tidak mendapatkan Program Bantuan Kuota Internet . Untuk mengetahui masalah tersebut, awak media Sigerindo.com mengkonfirmasi langsung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin, untuk mengetahui kendalanya.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin Musni Wijaya S.Sos, M.Si melalui Kepala Bidang SMP Nazarul, penyebab belum diperolehnya kuota internet sejumlah siswa kemungkinan kesalahan atau error/ salah nomor pada saat operator sekolah menginput data siswa. “ Bisa juga karena wali Kelas ataupun Kordinator salah saat menginput data siswa tersebut,” katanya.

Dicontohkan Nazarul, misalkan SMP Negeri 1 Sekayu Siswa-Siswinya kan berjumlah tujuh ratus (700) Murid, mereka dibagi menjadi beberapa Kelas dan Wali kelas merekap empat puluh (40) siswanya, lalu sekolah meminta nama-nama 40 siswa ini disalin lagi oleh DAPODIK (Data Pokok Pendidikan) disalin lagi oleh kordinator demikian seterusnya. “Satu data bisa 4 atau 3 kali dipindah tulis, kemungkinan Eror pada saat menyalin. Jadi intinya bisa saja kesalahan rangkaian,” terangnya.

Ditempat yang sama, Sekretariat ITE Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin, terkait bagaimana prosedur dan teknis Program Bantuan Kuota internet ini, Yanuar mengatakan, prosedur ini diajukan oleh operator sekolah yang namanya Pay File ponsel dibuka khusus dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian diajukan pihak sekolah dengan mencantumkan nomor Hp siswa. “Darisitu Dinas kita mengajukan nomor Hp tersebut ke Kemendikbud, barulah kemudian Kemendikbud akan memberikan pulsa sebulan sekali selama 3 bulan dengan kuota bervariasi. Untuk guru 45 GB dan untuk siswa 35 GB. Akan tetapi kuota ini ini tidak bisa digunakan ke aplikasi lain hanya khusus bisa digunakan untuk pendidikan,” terangnya.

“Jadi dinas kita cuma memverifikasi nomor Hp siswa yang diajukan sekolah, melalui aplikasinya Kemendikbud bukan manual ataupun surat-menyurat. Ketika muncul di Pay Fail ponsel dikbud Muba kita klik dan larinya akan ke Kemendikud, maka dari awal sudah di wanti-wanti oleh Kemendikbud saat mengunjungi Kabupaten Musi Banyuasin di Hotel Ranggonang, tolong nomor Hp tersebut memang yang benar-benar aktif dan tidak boleh diganti selama 3 bulan,” ujarnya. (iwan)