Usaha Ayam Bakar Lumer di Bandar Jaya, Lam-Teng : “Kalau bisa Mandiri, Kenapa Bergantung kepada Perusahaan” - SIGERINDO.COM

Usaha Ayam Bakar Lumer di Bandar Jaya, Lam-Teng : “Kalau bisa Mandiri, Kenapa Bergantung kepada Perusahaan”

Usaha Ayam Bakar Lumer di Bandar Jaya, Lam-Teng : “Kalau bisa Mandiri, Kenapa Bergantung kepada Perusahaan”


Sigerindo, Lampung Tengah--Saat ini banyak orang yang memilih membuka bisnis usaha sebagai salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Usaha kuliner merupakan salah satu dari jenis usaha yang menjadi pilihan para pebisnis, karena makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok setiap orang sehingga bisa menjadi usaha yang cukup menjanjikan.

Menjadi seorang pebisnis juga merupakan suatu pilihan yang bisa memberi peluang besar dan membawa pada kemandirian dalam usaha. Hal inilah yang dimanfaatkan pemuda asal Bandar Jaya ini dengan membuka bisnis kuliner. Bapak Gandung Bagaskara, merupakan salah satu pebisnis yang bergerak dalam bidang kuliner, selain karna menjanjikan, juga karna Gandung Bagaskara hoby dalam kuliner.


Semasa Gandung selesai dari bangku perkuliahan, beliau membantu usaha orang tuanya di bagian management. Orang tua yang juga sebagai penggelut usaha kuliner menjadi salah satu inspirasi bagi Gandung muda untuk melanjutkan resep turun temurun keluarganya. Usaha awal Gandung dimulai dengan skala rumahan, mengolah dirumah sendiri dan memasarkan sendiri dengan menerapkan sistem PO, dengan sasaran kalangan remaja hingga ibu – ibu. Saat ini terutama dalam masa pandemic covid 19, Gandung memanfaatkan teknologo digital untuk membantunya dalam penjualan usaha kulinernya terutama agar bisa menjangkau wilayah manapun.

Seiring berjalannya waktu, Gandung Bagaskara mengembangkan usaha mulai dari usaha rumahan hingga menjadi kedai yang saat ini ramai oleh pelanggan. Meski usaha ini baru berjalan setengah tahun, namun produknya sudah banyak dikenal orang dan tidak pernah sepi pelanggan.

Gandung Bagaskara mengaku bahwa dalam menjalankan usaha ini tidak mungkin luput oleh kendala. Kesulitan – kesulitan dalam menjalankan usaha pun pernah dialami olehnya. “Sejauh ini Alhamdulillah bisnis usaha ini selalu berkembang dengan lancar meski begitu tetap ada kesulitan yang harus dihadapi. Salah satunya yaitu menjaga kesolidan dengan karyawan , dimana saya harus bisa mengompakkan tim kerja yang dimana saya juga masih baru dan belum terlalu berpengalaman. Kesulitan lainnya yaitu mencari lokasi yang strategis dan dari segi modal itu pun sangat mempengaruhi,”katanya.

Dalam ungkapannya, Gandung ingin memberikan motivasi bahwa dalam menjalankan suatu usaha haruslah tekun dan sabar, selalu menjaga kekompakan dalam tim merupakan tugas utama sebagai pemimpin usaha dan berani untuk bertanggung jawab penuh atas segalanya.


Produk yang ditawarkan dalam kedai kuliner milik Gandung Bagaskara ini pun bervariasi. Tidak hanya ayam bakar namun kedai juga menawarkan menu – menu lain seperti ikan bakar, minuman, dan sate kulit (best seller) yang sedang banyak digemari oleh kalangan remaja. Ayam bakar lumer merupakan maskot usaha Gandung, dimana inovasi ayam bakarnya berbeda dengan ayam bakar pada umumnya. Pada umunya ayam bakar identik dengan rasa manis dan rasa kecap, sedangkan ayam bakar Gandung Bagaskara memberikan rasa berbeda yaitu dengan rasa pedas lumer yang menjadikan keunggulan dari ayam bakar ini.

Ternyata kedai kuliner ini bukanlah satu – satunya usaha atau job yang Gandung jalankan. Ia juga memiliki aktifitas usaha lain. “Selain usaha dibidang kuliner ini saya juga masuk ke bidang entertaint ya, saya punya fender the weeding, jasa recording kemudian ada juga tim digital marketing”, katanya. Sehingga bisa dibilang Gandung Bagaskara ini merupakan pebisnis aktif di wilayah Lampung Tengah khususnya di daerah Bandar Jaya.

Mengomentari persaingan bisnis, menurut Gandung Bagaskara setiap pebisnis memiliki rezekinya masing-masing, sehingga setiap pebisnis pun memiliki caranya masing – masing dalan mempertahankan usahanya. “Kalau untuk saya sendiri tidak terlalu menganggap adanya persaingan ya, karna saya yakin rezeki sudah diatur. Walaupun nanti ada pebisnis – pebisnis baru disektor yang lain pun saya tidak bermasalah. Yang penting kita tetap sportif dan bersaing sehat, dengan lebih meningkatkan kualitas produk usaha saja”. Persaingan sehat dan sportif usaha. Ya, beliau selalu berkomitmen dengan persaingan yang sehat karna beliau yakin bahwa rezeki sudahlah diatur oleh sang Maha kuasa.

Sedangkan saat ditanya tentang pandangan peluang usaha kedepannya, Gandung mengatakan yang penting selalu berusaha dan maksimal dalam menjalankan usaha. “Sebenarnya itu bagian dari harapan ya, tidak bisa memastikan akan terus menjanjikan atau tidak. Yang jelas ikhtiar dan memaksimalkan yang dijalankan, selalu kasih maximal lah intinya dan tetap konsisten”.

Khusus pesannya untuk mahasiswa, Gandung Bagaskara mengatakan sebagai generasi penerus hendaknya jangan bergantung pada perusahaan, kalau bisa berdiri sendiri. “Teruntuk seluruh mahasiswa sebagai generasi pebisnis dimasa depan, semangat dan terus berkembang. Kalau bisa berdiri sendiri kenapa engga. Jangan bergantung pada perusahaan, jadi kita itu harus belajar. Kita berbisnis dan dalam berbisnis kita harus punya mental, dan mental itu harus dibangun sejak dini. Saya juga sama, saya pernah muda dan dulu semasa muda pernah memiliki keinginan untuk mencari usaha. Yang pasti niatkan dalam diri kalian posisikan diri kalian ini memiliki passion dimana, mantapkan dan konsisten dibidang itu agar kalian bisa berkembang”, katanya. (Achmad Nurcahman, Ahmad Adnan Firdaus, Alya Normawanti).