Usaha Busana Muslim Rajo Amril Terinspirasi dari Bisnis Sang Kakak - SIGERINDO.COM

Usaha Busana Muslim Rajo Amril Terinspirasi dari Bisnis Sang Kakak

Usaha Busana Muslim Rajo Amril Terinspirasi dari  Bisnis Sang Kakak


Sigerindo, Bandarlampung- “Usaha yang saya geluti ini terinspirasi oleh usaha kakak saya yang saat itu sudah menjadi pedagang sukses di Lampung. Ketika itu saya masih di kampung. Saat saya merantau ke Lampung dan silatuhrahmi ke rumah kakak saya di daerah Panjang, saya melihat kondisi perekonomian keluarga, khususnya usaha dari kakak saya sebagai berdagang pakaian,” kata Rajo Amril, pedagang pakaian yang kini sukses memiliki 3 toko berlokasi di Pasar Perumnas Way Halim Bandarlampung, sebagai toko utamanya, beberapa waktu lalu. Sedangkan dua toko cabangnya terletak di Sukarame, dan Tanjung senang, Bandar Lampung.

Dari kunjungan itulah, akhirnya Rajo Amril terinspirasi untuk mengikuti usaha tersebut. Rajo Amril berpikir bahwa pakaian itu kebutuhan sehari- hari yang digunakan untuk menutupi tubuh. “Saat itulah pada tahun 1997 Saya mulai melakukan bisnis tersebut dan mulai belajar gimana cara berbisnis yang sukses. Keunggulan barang yang Saya jual adalah pakaian dan busana muslim,” katanya.

Diakui Rajo Amril, dalam menjalankan usahanya banyak sekali hambatan dan persaingan bisnis. Terutama saat ada orang lain yang menjual pakaian dengan model sama seperti yang dijual ditokonya. “Namun kendala seperti ini bisa saya atasi dengan cara menjual barang tersebut dengan harga miring. Juga mencari barang KW atau istilah orang pedagang yaitu barang tembakan dengan kualitas barang di bawah rata rata.”

Dalam bidang pemasaran, kata Rajo Amril dirinya mengunakan metode marketing dari mulut ke mulut atau Word Of Moucth. Sedangkan teknologi yang membantunya untuk mempermudah penjualan barangnya, Rajo Amril menggunakan mesin scan barcode computer untuk mendata barang yang masuk atau barang keluar. “Khusus metode pembayaran bisa melalui uang cash atau melalui atm gesek (mesin EDC),” katanya.

Saat ini, kata Rajo Amril, untuk keamanan tokonya menggunakan alat cctv sebagai alat recording setiap 24 jam. “Dengan jumlah karyawan lebih dari 5 orang. Sebanyak 2 orang yang menginap di toko tersebut.”

Dijelaskan Rajo Amril, sebagai pemimpin bisnisnya bersama istri, dan anaknya, dirinya menjalankan usaha dengan prinsip kekeluargaan. “Dengan system kekeluargaan, saya yakin bisnis bisa berjalan dengan baik. Tidak ada jurang pemisah antara owner dengan karyawan,” katanya.


Saat ini, kata Rajo Amril, omsetnya kurang lebih 50 juta perbulan khusus di toko utama. Belum lagi di 2 cabang toko lainnya, yang omsetnya berbeda-beda tiap cabangnya. “Kalau di total total seluruh omset yang saya dapatkan perbulan kisaran Rp70 juta--Rp85 juta,”katanya.

Menurut Amril, sebagai calon pebisnis yang sukses kita harus bisa mencoba banyak jenis usaha yang kita minati sesuai dengan passion kita, termasuk usaha di bidang pakaian. ‘‘Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa disiplin mengatur waktu, dan mencoba hal yang belum pernah dicoba walaupun itu gagal. Selain itu, bisnis tidak memandang usia, maupun memandang posisi. Yang terpenting kita bisa memulai kapanpun, dimana pun, dan jenis usaha apapun sesuai passion kita sendiri ”, katanya. (Habib Rakziq, Robby Rachman, Ardian Rama Diva)