Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting



Akibat Covid 19, Teteh Yanti Beralih Profesi Menjadi Penjual Bunga yang Sukses


Sigerindo, Lampung Tengah—Yanti Transwantini akrab dipanggil dengan panggilan Teteh ini merupakan seorang pengusaha bunga yang berasal Poncowati Kabupaten Lampung Tengah. Wanita kelahiran 23 Oktober 1965 ini sebelumnya merupakan seorang pengusaha yang memiliki warung kantin di sebuah SMP di LampungTengah. Namun, akibat pandemic Covid-19, semua sekolah terpaksa ditutup, demikian pula kantinnya yang ada di sekolah. Teteh Yanti bingung usaha apa yang harus dilakukannya untuk membantu ekonomi keluarga.

Usaha bunga yang dilakukannya saat ini berawal ketika dirinya kedatangan seorang teman yang melihat koleksi bunga di depan rumahnya. Syukurnya, Teteh Yanti memiliki hobi mengoleksi bunga. Karena koleksi bunga ditawar oleh temannya, mulai saat itulah terbersit untuk memperjualbelikan koleksi-nya untuk berbisnis bunga.

Seiring berjalannya waktu selama covid-19, Teteh Yanti memilki waktu luang yang lebih leluasa dibandingkan sebelum adanya wabah virus ini. Waktu luang inilah yang digunakan untuk berbisnis bunga menghilangkan rasa jenuh dan bosan akibat tidak adanya kegiatan paska kantinnya ditutup. Sedikit demi sedikit, dirinya mengumpulkan dan mengoleksi bunga-bunga lagi dengan modal seadanya yang dimiliki.

“Saya meletakkan bunga-bunga tersebut di depan rumah. Hingga pada suatu hari datanglah satu orang, dua orang, dan semakin hari terus bertambah orang yang mampir melihat koleksi saya dan hendak menawar atau membeli koleksi bunga. Bahkan ada juga orang yang memesan bunga sesuai dengan yang mereka inginkan,” katanya.

Diakuinya, usaha bunga yang dilakoninya belum terlalu lama baru sekitar Maret 2020 lalu. Namun bagi Teteh Yanti, usahanya sudah merupakan sebuah kesuksean yang luar biasa, karena di kala pandemic covid-19, dirinya masih mampu untuk berusaha dan membantu perekonomian keluarga.


Namun, kata Teteh Yanti, hambatan dalam bisnis bunga ini sering dihadapinya termasuk saat menghadapi konsumen yang menawar bunganya dengan harga yang sangat jauh dipasaran. “Disinilah Saya diuji dalam menghadapi pelanggan. Bagaimana caranya agar pelanggan tersebut tetap membeli bunga tanpa merasa dirugikan,” katanya.

Soal persaingan bisnis, kata Teteh Yanti, itu soal biasa. Bahkan dirinya bersaing dengan tetangganya sendiri sesama pengusaha kembang. Untungnya, kata Teteh Yanti, harga jual bunganya lebih murah dan berkualitas dibandingkan pesaingnya tersebut.

Prinsip dalam berbisnis menurut Teteh Yanti sangatlah sederhana, yang penting ramah kepada pembeli. “Kalau kita ramah, pembeli merasa nyaman bersama kita. Selain itu, santai aja termasuk jika menghadapi konsumen yang menyebalkan seperti menawar dengan harga yang sangat rendah,” katanya. Sebab, lanjut Teteh Yanti, dirinya harus bisa mendapatkan pelanggan tanpa harus ada pihak yang dirugikan.

Pengusaha asal Poncowati ini dalam berbisnis bunganya tidak hanya secara offline saja. Juga penjualan bunga dilakukan secara online seperti menggunakan akun Facebook pribadinya. Sebab Teteh Yanti sangat yakin jika di zaman ini untuk jual beli secara offline saja tidak cukup.

Sedangkan soal koleksi bunga yang dimilikinya saat ini bisa dikatakan sangatlah banyak. Mulai bunga biasa yang harganya bisa dikatakan murah sampai bunga yang harganya bisa dikatakan cukup mahal. Harga mahal bukan berarti menguras dompet, katanya. Karena dibalik harga yang mahal ada keindahan bunga yang didapat dan belum tentu semua orang bisa memilikinya.


Pesan Teteh Yanti kepada calon pengusaha muda, hobi bukanlah merupakan kegiatan sederhana, hobi bisa menjadi kegiatan yang luar biasa dan berguna jika kita ingin mengembangkannya. “Hobi bukan hanya dikembangkan untuk menambah kesenangan diri sendiri, juga dapat berkembang membantu perekonomian dan merubah nasib kita,” katanya. (Fahri Rifai, Rafiq Restu Nugroho, Yoga Pratama)
BERITA TERBARU