Dugaan korupsi Yang dilakukan Kades Koto Dua Baru Hingga Di Tahan, ini Kronologis nya - SIGERINDO.COM

Dugaan korupsi Yang dilakukan Kades Koto Dua Baru Hingga Di Tahan, ini Kronologis nya

Dugaan korupsi Yang dilakukan Kades Koto Dua Baru Hingga Di Tahan, ini Kronologis nya

Sigerindo  Kerinci Jambi- Gencar diberitakan berbagai media online, bahwa Unit Tipikor Satreskrim Polres Kerinci telah menangkap oknum Kades Koto Dua Baru, Kecamatan Air Hangat Barat, Kabupaten Kerinci provinsi Jambi, Selasa (22/12) sekitar pukul 11.00 wib di kediamannya

Kades ini ditangkap atas dugaan melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan APBDes Tahun 2018 dan 2019 Desa Koto Dua Baru.Penangkapan tersebut dibenarkan oleh pihak Polres Kerinci.

Menurut kasat reskrim, penangkapan ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/A-241/XI/2020/SPKT/RES KRC, tanggal 23 November 2020, dan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Sp.Sidik/83/XI/RES.3.3/2020 tanggal 23 November 2020

"Iya benar, hari ini (Selasa, red) sekitar pukul 11.00 Wib kita telah melakukan penangkapan terhadap tersangka berinisial RP dan diminta keterangan", kata Iptu Edi Mardi, sambil mengakui bahwa RP didampingi oleh Penasehat Hukumnya

Modus dari kades RP ini, kata kasat reskrim, adalah dana pembangunan fisik dari APBDes 2018 telah ditarik dari rekening, namun Pembangunan Gedung Seni dan Pendidikan tidak sesuai dengan RAB, Pembangunan Irigasi (APBDes 2018) tidak dilaksanakan (progres 0%)

"Selain pada tahun 2018, Dana dari APBDes 2019 yang ditarik dari rekening tidak ada SPJ dan tidak digunakan sesuai peruntukan (pembangunan jalan lingkungan dan irigasi), melainkan digunakan untuk kepentingan pribadi". bebernya, seperti dikutip di Ebrita.com

Terkait perkara itu, pihak Polres Kerinci telah melakukan pemeriksaan 30 orang saksi, yang terdiri dari Perangkat Desa, BPD, Inspektorat, Dinas PMD, BPKPD Kerinci serta pihak terkait lainnya.

"Setelah sebelumnya kita telah melakukan pemeriksaan dan pengukuran realisasi pekerjaan fisik dengan melibatkan Ahli Konstruksi Bangunan dari Dinas PUPR Kota Sungai Penuh dan Meminta APIP Provinsi Jambi untuk melakukan Audit Investigasi dan Audit PKKN, ” jelas Kasat Reskrim

Lebih lanjut Iptu Edi Mardi menuturkan, bahwa berdasarkan hasil penyelidikan diperoleh alat bukti adanya perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh RP, dalam pengelolaan APBDes 2018 dan 2019 yang mengakibatkan kerugian keuangan negara.

"Hasil Audit PKKN oleh APIP Provinsi Jambi terdapat kerugian keuangan negara senilai Rp. 758.732.900, 00, yang berasal dari selisih realisasi pekerjaan fisik dengan RAB serta adanya pekerjaan fisik yang tidak dilaksanakan (progres 0%)". tuturnya

Saat ini tersangka RP selaku Kepala Desa Koto Dua Baru periode 2017-2023 telah dilakukan penahanan, dan direncanakan pada hari Rabu besok 23 Desember 2020 akan mengirimkan berkas perkara kepada JPU Kejari Sungai Penuh (Tahap I) dan Melakukan koordinasi dengan JPU Kejari Sungai Penuh

Hingga berita ini diturunkan, tersangka RP maupun kuasa hukumnya belum dapat untuk dikonfirmasi.(Dewi Yulianti)