Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting



Gigih dan Bercita Rasa Khas, Tahu Bukde Sumarni Raih Untung Rp1,5 Juta/Hari


Sigerindo, Lampung Selatan--“Berwirausaha membutuhkan ketekunan dan kesungguhan, terlebih saat baru akan memulai suatu usaha. Ada banyak rintangan yang menjadi batu penghalang kesuksesan. Tidak jarang ketika memulai usaha, seseorang akan menyerah sebelum berhasil. Jatuh bangun dalam merintis usaha adalah hal biasa, ” demikian prinsip Bukde Sumarni dalam menjalankan usahanya sebelum sukses dengan usaha pabrik tahunya di Desa Purwodadi, Tanjung Bintang, Lampung Selatan, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya Bukde Sumarni seorang penjual bakmi yang beralih profesi mengadu peruntungan dengan membuka usaha pabrik tahu. Saat awal memulai usaha pabrik tahu, Bukde Sumarni mengalami beberapa kendala termasuk modal yang sedikit. Usaha kecil – kecilan yang dirintisnya dijalankan seorang diri dengan dibantu suami Pakde Suratno.

Dirinya memiliki prinsip bahwa memulai usaha membutuhkan tekat yang kuat dan kerja keras yang besar. Dengan prinsip itulah Bukde Sumarni terus berusaha dengan sungguh – sungguh. Baginya sesulit apapun usaha yang Ia jalani harus tetap bersabar dan kuat dalam menghadapinya. Karena itu, jatuh bangun usaha pabrik tahu Bukde Sumarni tidak pernah menjadikannya mundur atau berhenti menjalankan usaha “Pabrik Tahu Sumarni”. Awalnya Bukde Sumarni memulai usaha dengan modal pribadi yang diperoleh dari pendapatan sebelumnya saat berjualan bakmi.

Ditahun – tahun awal Bukde Sumarni membuka usaha tahunya masih belum terlalu banyak peminat, karena banyaknya pabrik tahu yang lebih dahulu dikenal masyarakat. Namun seiring berjalannya waktu, kini usaha Bukde Sumarni semakin berkembang.

Menurut Bukde Sumarni membuat pelanggan percaya pada cita rasa tahu buatannya yang khas adalah salah satu hal yang penting. Selain itu, menggunakan bahan yang bagus dan berkualitas itu juga penting, katanya. “Membuat tahu yang memiliki cita rasa khas merupakan hal yang penting. Termasuk membuat tahu dengan bahan yang bagus dan berkualitas,” katanya.

Setelah empat tahun menjalankan usaha, penjualan tahu Bukde Sumarni mengalami kemajuan dan berkembang pesat. Banyak pelanggan yang suka dengan tahu buatannya. Sehingga usaha pabrik tahu ini semakin dikenal masyarakat dan dapat mengembangkan usahanya dengan lebih baik lagi. Di tahun kelima menjalankan usaha tahu miliknya, pakde Suratno, setelah memiliki modal yang cukup mulai mengembangkan usaha dengan memperbesar pabrik tahunya. Saat ini, keuntungan usaha Bukde Sumarni meningkat, dari semula Rp. 100 ribu/hari, kini bisa mencapai Rp.600 Ribu - Rp.1.5 juta/ hari.

Bahkan saat ini, Bukde Sumarni telah memiliki rumah yang layak dan kendaraan transportasi untuk berjualan tahu yang diperlukan untuk mendukung usaha tahu miliknya. Bukde Sumarni juga telah memperkerjakan 6 orang karyawan untuk membuat tahu, 2 orang di bagian penggorengan, 4 orang yang bertugas sebagai penata tahu, dan 1orang yang membantu nya saat berjualan di pasar.

Di masa pandemi saat ini usaha Bukde Sumarni ikut terkena imbas, namun Ia tetap optimis. Selain persaingan bisnis pabrik tahu ada dimana – mana, Bukde Sumarni telah terlatih menjadi pengusaha yang gigih dan menjaga konsistensi agar produknya tetap laku. Sekalipun marketing usahanya masih minim, tapi dirinya yakin bahwa tahu jualannya memiliki cita rasa khas yang enak dan higienis. Ia yakin tahu buatannya akan memiliki pelanggan yang akan terus mendukung keberlangsungan usaha tahu miliknya.


Di akhir sesi, Bukde Sumarni berpesan bahwa setiap orang memiliki rezekinya masing-masing. Jadi kita harus tekun dalam berusaha. “Sebenarnya kita tidak perlu memikirkan banyaknya pesaing yang kita punya, karena setiap orang memiliki rezekinya masing-masing dan rezeki tidak akan tertukar. Yang terpenting adalah seberapa besar usaha dan ketekunan dalam menjalaninya. Itulah yang menjadi tolak ukur kesuksesan dalam membangun usaha,” katanya. (Indah Laili Rahmawati, Rizqi Ramadhan Nur)
BERITA TERBARU