Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting


Kopolda Diminta Cari Otak Pembentukan Lembaga Adat Ulayat Depati Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung Pulau Sangkar

Sigerindo Kerinci - Konflik tanah yang berkepanjangan di Bumi Sakti Alam Kerinci terus saja terjadi, akibatnya bentrok antara Warga pun silih berganti.

Kehadiran Lembaga Adat Ulayat Depati Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung menjadi polemik. Sebab tanah Ulayat yang sudah di kuasai masyarakat setempat beralih tangan kepada Lembaga Adat yang beraktanotaris.

Tidak tanggung-tanggung, Bupati Kerinci pun menjadi Pelindung Lembaga Adat Ulayat Depati Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung Pulau Sangkar itu.

Penyesatan Adat pun menjadi-jadi, Depati Empat Alam Kerinci delapan helai kain pun sudah memutuskan bahwa tidak ada yang namanya Lembaga Adat Ulayat Depati Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung Pulau Sangkar di Bumi Kerinci.

Bupati Kerinci sepertinya mengabaikan kisruh ini, belum ada sikap untuk menghentikan apa yang telah dilakukan oleh Lembaga Adat Ulayat Depati Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung Pulau Sangkar ini.

Malahan perlawanan terjadi, buktinya Irawadi Uska sempat mengganggap keputusan Depati Empat Alam Kerinci abal-abal.

Ikhsan Daraqtuni pembina Aliansi Bumi Kerinci mengungkapkan bahwa jika tidak ada sikap dari pihak aparat, bisa saja konflik berkepanjangan terjadi.

Apa kewenangan Lembaga Adat Ulayat Depati Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung Pulau Sangkar terhadap tanah di kerinci, padahal itu jelas tidak ada hak.

"kita minta kepada Polda Jambi ambil alih, cari Otok pembentukan lembaga adat tersebut, ini pemicu konflik warga di Kerinci" ungkapnya. (Dewi Yulianti)
BERITA TERBARU