Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting


Polemik Penambang Pasir, Damsih SH Carikan Solusi Terbaik

Sigerindo Musi Banyuasin - Polemik Terkait Dengan Ditutupnya Para Penambang Pasir di Muba Sepanjang Aliran Sungai Musi awal bulan 12 ini dan usai diamankannya salah satu penambang pasir asal Bailangu, sesuai intruksi Kapolres Muba Penambang Pasir harus stop Operasi (ilegal), menimbulkan banyak dampak, bukan hanya dampak ekonomi, Kemiskinan, harga pasir naik, Kuli Pasir harus hilang pekerjaan, sehingga puluhan penambang harus ngangur

Padahal Galian C merupakan PAD yang sudah ditetapkan oleh Perda yang selama ini sudah memberikan kontribusi terhadap pembangunan Daerah, serta menghidupkan UKM yang membuka lapangan Kerja bagi Masyarakat Muba

Namun sejak proses perizinan bukan lagi wewenang kabupaten, dan nampaknya Pemerintah Propinsi, Membuat kesulitan bagi usaha Pasir dalam mengurus Perizinan Sehingga berdampak tambang Pasir yang dapat dikatakan ilegal

Damsih SH Anggota DPRD Muba dapil 1 meyingkapi Fenomena dan gejolak timbul akibat penutupan galian c pasir banyak dampak sosial dan negatif yang timbul, melihat kondisi yang terjadi saat ini, Pemerintah jangan hanya memandang satu sisi coba pandang dari berbagai sisi jika hal ini dilakukan penutupan

Damsih menambahkan, dampak yang timbul akibat penutupan, banyak dampak kemerosotan dan angka kemiskinan meningkat sehingga saya selaku wakil rakyat menyikapi hal ini, Pemerintah Daerah Musi Banyuasin Agar Hadir ditengah Masyarakat yang Mencari solusi terbaik terkait kesulitan yang sedang dialami,
Akibat tambang Pasir ditutup Ratusan Orang kehilangan Lapangan kerja, Bukan hanya tukang pasir saja, tukang bangunan juga macet karna tak ada Pasir, tambah lagi sekolah orang tua mau beli paket untuk anak, serta Berdampak terhadap kurang maksimal Proses Percepatan Pembangunan Baik Bangunan Pemerintah, maupun Bangunan Masyarakat Pribadi, akibat harga yang jauh naik dari harga biasa

Lanjut Ketua Fraksi PPI kondisi ini bisa menimbulkan Peningkatan Angka Kemiskinan di Kabupaten Musi Banyuasin, Dengan Ini Meminta Pemerintah Daerah Untuk Dapat Hadir di Tengah Kesulitan Masyarakat, Yang Kehilangan Lapangan Kerja ditambah Sulit akibat dampak Covid - 19.
Saya yakin bupati muba H. Dodi Reza Alex noerdin ada solusi terbaik dan semoga dengan solusi harapan Muba Berjaya 2022 dapat terwujud memberikan kesejahteraan Masyarakat.

Terakhir Saya juga berharap Dinas yang membidangi UMK dan Perizinan untuk menindak lanjuti memanggil seluruh penambang Pasir Untuk Dilakukan Pembinaan Untuk Dijembatani mencarikan Solusi Agar Mereka bisa menjalankan Usahanya Seperti Biasa, atau solusi lain

Ditempat terpisah salah satu Penambang Pasir mulyati dihubungi via Telepon terkait dengan harapan mengatakan , kami berharap intruksi di cabut dan kami bisa kembali operasi, satu catatan yang harus kami informasikan, sebelum penutupan ini, kami tiap bulan rutin bayar pajak

Namun ketika wewenang kabupaten tidak ada hak lagi, maka proses izin semakin sulit, kami berharap di sini DPRD, Pemkab dan dinas terkait dalam. Hal ini perizinan kabupaten dapat hadir, jika perlu melakukan pendataan, dan dibantu untuk proses perizinan. Jika asal tutup apalagi di saat kondisi covid-19 kemana kuli penambang akan bekerja, apakah pemerintah akan memberikan anggaran bantuan dan usaha kami dan mereka (penambang pasir) dan ada anak dan istri perlu makan ujarnya. (iwan)
BERITA TERBARU