Bangunan Gedung Posyandu Desa Kampung Baru Diduga Asal Jadi - SIGERINDO.COM

Bangunan Gedung Posyandu Desa Kampung Baru Diduga Asal Jadi

 Bangunan Gedung Posyandu Desa Kampung Baru Diduga Asal Jadi

Sigerindo, Kerinci - Pekerjaan Proyek Dana Desa Kampung Baru Kecamatan Kayu Aro Barat Kabupaten Kerinci selain terkesan dikerjakan asal jadi juga kuat dugaan tidak sesuai dengan RAB.

Informasi didapatkan dari masyarakat setempat bahwa seharusnya bangunan ini menggunakan bata merah dari Jambi sementara yang dipakai oleh Pjs Kades adalah bata librik produk lokal, hal itu diketahui setelah adanya pemeriksaan dari inspektorat.

Selain itu pekerjaan seperti konsen jendela dan konsen pintu seharusnya ditempah diluar sehingga tukang/pekerja tinggal memasang saja karena sudah ada anggaran nya lebih kurang 30 juta menurut nya.

Namun Pjs tetap saja menyuruh tukang langsung membuat konsen dengan bahan yang telah disiapkan nya.

Jika bangunan tidak sesuai dengan RAB tentunya akan merugikan masyarakat setempat atas kualitas dan mutu bangunan gedung posyandu tersebut, tentunya hal ini menjadi keluhan warga setempat.

Dari hasil pantauan awak media ini dilapangan dilokasi bangunan gedung posyandu Desa Kampung Baru, memang benar ditemukan bangunan tersebut menggunakan bata librik setempat selain itu bangunan tersebut terlihat asal jadi saja, baik plafon dan acian slop tampak jelas dikerjakan asal jadi.

Lebih parahnya lagi persoalan anggaran dan honor pemuda hingga saat ini belum direalisasikan oleh Pjs Kades, hal ini terungkap setelah wartawan menghubungi ketua pemuda Trendi 24/03 Rabu , ia mengatakan belum menerima sama sekali baik honor maupun anggaran lainnya untuk kegitan pemuda, Trendi meminta Pjs Kades agar segera meyerahkan anggaran karang taruna dan membayar honor mereka, jika dalam waktu dekat anggaran serta honor karang taruna tidak diserahkan mereka akan melaporkan permasalahan ini ke aparat penegak hukum.jelasnya

Sementara Pjs Kades Kampung Baru Edi Sucipto saat hendak dikonfirmasi sedang tidak berada dikantor desa, dan kecamatan, dihubungi via telepon pun sudah tidak bisa lagi karena sudah memblokir ponsel wartawan media. (Dewi Yulianti)