IIB Darmajaya Gelar Training Communication Skills untuk Dosen Prodi TI - SIGERINDO.COM

IIB Darmajaya Gelar Training Communication Skills untuk Dosen Prodi TI

IIB Darmajaya Gelar Training Communication Skills untuk Dosen Prodi TI


Sigerindo, Bandarlampung – Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar training Communication Skills kepada pengajar Program Studi Teknik Informatika (Prodi TI) pada Kamis, (22/4/2021).


Training diisi Hengki Yuliansyah, S.I.Kom., selaku Coach Trainer yang dilaksanakan di Aula Lantai III Gedung Alfian Husin. Pelaksanaan training dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Rektor IIB Darmajaya, Dr. (Can). Ir. H. Firmansyah YA., M.B.A., M.Sc., mengatakan kegiatan ini telah direncanakan sejak lama. “Saya melihat pembicara Hengki Yuliansyah dapat mengebolarasikan dunia usaha dengan pendidikan akan memunculkan sesuatu yang luar biasa. Saya punya keyakinan konsep ini baik,” ungkapnya.

Menurutnya, mindset mahasiswa harus berubah dengan perubahan dimulai dari dosen. “Saya rasa artinya diawal banyak diskusi dengan fokus terhadap goalsnya,” tuturnya.

Masih kata dia, tujuannya dosen tidak hanya mengajarkan tetapi juga memotivator anak-anak. “Allah Swt memberikan kemampuan lebih kepada kita. Sehingga kemampuan kita juga belum dikeluarkan secara lebih dengan memotivasi diri kita. Saya berharap kegiatan ini diikuti dengan sungguh-sungguh. Kalau kita tidak sungguh-sungguh maka hasilnya tidak akan maksimal,” jelasnya.

Sementara, Wakil Rektor 1, Dr. RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., menambahkan kegiatan ini juga untuk menambah wawasan dalam public speaking. “Tidak semua orang dapat berbicara baik ketika di depan orang banyak. Diharapkan dengan kegiatan ini juga mengetahui cara berbicara yang baik dan sistematis,” tuturnya.

Ia berharap proses yang dilalui dalam training ini juga mendapatkan hasil yang baik. “Mudah-mudahan proses training ini juga menjadi bertambah kemampuan dosen,” imbuhnya.


Dalam kesempatan yang sama, Hengki Yuliansyah menerangkan bahwa otak selalu digunakan setiap harinya untuk berpikir. “Dalam kegiatan ini bapak/ibu harus menghilangkan semua pikiran yang mengganggu. Jadi fokus pikiran akan selalu berada di ruangan ini,” ucapnya.

Dengan fokus, lanjut dia, ketika mengajar juga dapat lebih efektif untuk memberikan materi ke mahasiswa. “Komunikasi yang efektif terdapat feedback. Sehingga effort yang dihasilkan dapat besar,” tuturnya.

Hengki –biasa dia disapa – menuturkan dalam komunikasi yang efektif yang hanya berbicara tetapi juga terdapat pengaruh lainnya. “Bahasa tubuh, intonasi dan kata-kata juga membuat lawan bicara atau pendengar akan memahami yang disampaikan. Jadi tidak ada komunikasi yang salah tetapi banyak yang tidak efektif dan kurang tepat,” pungkasnya. (*)