Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting




Mantan Gubernur Alex Noerdin Diperiksa Kejati Sumsel Terkait Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya

Sigerindo Jakarta - Alex Noerdin, mantan Gubernur Sumatera Selatan, diperiksa oleh penyidik dari Kejati Sumsel terkait dugaan korupsi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Palembang sebesar Rp130 miliar
Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati Sumsel Khaidirman mengatakan, Alex diperiksa sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap Alex di Jakarta untuk memudahkan proses penyelidikan

“Kita yang datang ke Jakarta agar lebih memudahkan untuk pemerriksaan, sebenarnya di manapun bisa, tidak perlu di Kantor Kejati. Hari ini ada kesempatan bagus, penyidik yang ke sana,” ujar Khaidirman saat dikonfirmasi

Diketahui, Alex sudah dipanggil dua kali ke Kantor Kejati Sumsel di Palembang untuk pemeriksaan, namun tak kunjung hadir dengan alasan kesibukannya sebagai wakil rakyat.
Pertama kali dipanggil yakni 5 April dan yang kedua 15 April

Alex yang berstatus sebagai saksi diperiksa posisinya sebagai Gubernur Sumsel yang memberikan dana hibah untuk pembangunan masjid tersebut

Ia diketahui Alex menjabat sebagai Ketua Pembangunan Masjid sekaligus anggota Dewan Pembina Yayasan Wakaf Masjid Raya Sriwijaya saat mulai dibangun pada 2015 lalu.

Untuk diketahui, Alex menjabat sebagai gubernur periode kedua sejak 2013-2018 di Sumsel.
“Ini kan hibah, penyidik memeriksa beliau sebagai pemberi hibah. Sebelumnya ada beberapa orang juga dipanggil untuk dimintai keterangan soal uang kerohiman ini

Sebelum Alex, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie pun diperiksa penyidik Kejati di Gedung Bundar Kejagung, Kamis (15/4)

Jimly memenuhi panggilan penyidik dan diperiksa selama 30 menit. Diketahui, Jimly merupakan Ketua Dewan Pembina Yayasan Wakaf Masjid Raya Sriwijaya

Dugaan kasus korupsi mencuat setelah Kejati Sumsel melakukan penyelidikan pada awal 2021. Pembangunan masjid yang diklaim bakal menjadi yang terbesar se-Asia seluas 20 hektare tersebut telah menelan dana APBD sebesar Rp130 miliar

Sampai saat ini penyidik Kejati Sumsel telah memeriksa 36 saksi atas kasus dugaan korupsi pembangunan tersebut, bahkan telah ada berstatus tersangka dan ditahan (Haidirisman)
BERITA TERBARU