Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting




Karena Vonis Terlalu Ringan,15 Ribu Orang Protes Teken Petisi Perberat Hukuman Pinangki Sirna Malasari

Sigerindo Jakarta- Vonis ringan Pinangki Sirna Malasari oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta disunat lebih dari separuh, dianggap mengusik rasa keadilan masyarakat

Sebagai bentuk kekecewaan sebanyak 15.866 orang protes, meneken petisi daring mendesak vonis terhadap Pinangki agar diperberat. Data tersebut dilihat dari situs change.org pada Jumat, 18 Juni 2021. Petisi dibuat oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) dikutip REQnes

Dalam penjelasannya, ICW menilai hukuman terhadap Jaksa Pinangki Sirna Malasari di tingkat banding sudah sangat keterlaluan. Sebab, Pinangki merupakan seorang penegak hukum dan terbukti melakukan tiga tindak pidana.

Terlebih, putusan banding tersebut jauh lebih ringan dari putusan pengadilan tingkat pertama yang menghukum Pinangki dengan 10 tahun disunat jadi 4 tahun penjara

"Kami benar-benar merasa kecewa, ini adalah keputusan yang keterlaluan dan kelewatan. Pinangki diketahui adalah seorang penegak hukum yang terbukti melanggar hukum, harusnya dihukum lebih berat, minimal 20 tahun atau bahkan seumur hidup", demikian tertulis dalam petisi dari situs change.org, hari ini, Jum'at (18/6)

Menurut ICW, putusan yang dijatuhkan oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperlihatkan bahwa lembaga kekuasaan kehakiman tidak berpihak kepada agenda pemberantasan korupsi.

"Gimana enggak, selama tahun 2020, koruptor cuma dihukum rata-rata 3 tahun! Ada kali, orang yang kejahatannya lebih ringan, tapi dihukum lebih lama," tulisnya

Berdasarkan hal tersebut, senada dengan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) yang dikomandani Benyamin Saiman. Indonesia Coruption Watch (ICW) meminta Kejaksaan Agung mesti mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Ketua MA, lanjut ICW, juga harus selektif dan mengawasi proses kasasi tersebut

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan permohonan banding Pinangki Sirna Malasari. Dia terbukti melakukan tindak pidana korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), dan pemufakatan jahat terkait sengkarutnya penanganan perkara terpidana korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra

Namun dalam pertimbangannya, Hakim mengungkapkan sejumlah hal yang meringankan.

Di antaranya, menurut pertimbangan hakim, "Pinangki mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya, serta telah mengikhlaskan dipecat dari profesinya sebagai jaksa; Pinangki merupakan seorang Ibu yang mempunyai anak berusia empat tahun; Pinangki sebagai wanita harus mendapat perhatian, perlindungan dan diperlakukan secara adil", alas hakim (hadirisman)
BERITA TERBARU