Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

"Hut RI ke - 72" Jembatan Gantung Desa Tanjung Agung Sangat Memprihatinkan


Sigerindo MURATARA - Kondisi jembatan gantung yang membentang diatas sungai lubuk butak desa tqnjung agung kecamtan karang jaya kondisinya rusak parah dan memprihatinkan. Kerusakan jembatan tersebut nyaris makan korban yang jatuh akibat melintas diatas jembatan yang lantainya sudah lapuk.

Menurut Aan (25) Warga desa Tanjung Agung mengatakan bahwa kondisi jembatan gantung didesa mereka sudah sangat memprihatinkan. Padahal jembatan tersebut adalah akses vital yang digunakan masyarakat untuk melakukan aktifitas dari desa menuju ladang pertanian. Bahkan karena kerusakan jembatan sudah sangat parah sampai nyaris makan korban warga yang melintas diatas lantai papan yang lapuk sehingga patah dan jatuh ke sungai. Jumat(18/08)

"Kondisi jembatan gantung desa kami sudah lama tidak di rehab, lantai jembatan sudah banyak yang lapuk dan keropos, namun jembatan itu tetap digunakan warga yang akan beraktifitas ke ladang pertanian, karena jembatan itu satu - satunya penghubung yang biasa digunakan masyarakat, " katanya

Ditambahkannya sebagai akses vital yang sangat penting bagi masyarakat jembatan tersebut,terkadang mendapat pwrbaikan seadanya dengan gotong royong warga.

Sementara, Kadus Kampun 5 Desa Tanjung Agung Abu Bakar mengatakan adanya jembatan gantung didesa mereka sangat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat. Karena jembatan itu adalah mempermudah akses bagi masyarakat yang akan bepergian maupun untuk mengangkut hasil pertanian. Tetapi sangat disayangkan sepertinya jembatan gantung tersebut luput dari perhatian pemerintah sehingga kondisinya rusak berat dan memprihatinkan.

"Meskipun kondisinya rusak jembatan gantung itu masih digunakan warga karena jembatan tersebut penghubung yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, Kami sangat berharap jembatan bisa segera diperbaiki, takutnya nanti makan korban karena kerusakan fisik jembatan yang sudah sangat parah, " demikian tandasnya( YZR )
BERITA TERBARU