Dinas Lingkungan Hidup Meminta Masyarakat Untuk Adanya Kesadaran Dalam Menjaga Kebersihan Dan Ke Indahan Setiap Gampong - SIGERINDO.COM

Dinas Lingkungan Hidup Meminta Masyarakat Untuk Adanya Kesadaran Dalam Menjaga Kebersihan Dan Ke Indahan Setiap Gampong

Dinas Lingkungan Hidup Meminta Masyarakat Untuk Adanya Kesadaran Dalam Menjaga Kebersihan Dan Ke Indahan Setiap Gampong

Sigerindo Aceh Selatan - Dua unit Continer yang diletakkan di kawasan pasar impres pinggir jalan keluar dari terminal merupakan hanya sementara, justru itu pihak dari Dinas Lingkungan Hidup meminta kepada masyarakat untuk adanya kesadaran dalam menjaga kebersihan dan juga salah satunya untuk menjaga ke indahan gampong. Demikian ungkap kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Selatan Mirzas yang didampingi Kepala Bidang Persampahan dan limbah Dinas Lingkungan Hidup, Harmaini Ismail dan Pengawas Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Sahrol.S.dan Plt Kasie Persampahan Dinas Lingkungan Hidup kepada Sigerindo Rabu (20/1/2021)

Lokasi sementara penempatan dua unit continer dipinggiran jalan keluar dari terminal
Selama ini warga membuang sampah bukan kedalam continer dan terkesan asal buang saja,padahal continer sampah itu tersedia empat pintu tempat buang sampah malah,buang sampahdari atas motorsambil lewat saja, untuk sekarang lokasi tersebut bukan lagi lokasi tempat pembuangan sampah dan dua unit continer sampah sudah kami letakkan ke dalam lokasi pasar impres

Dua unit Continer yang diletakkan dipinggiran jalan keluar dari terminal itu berhubung adanya dua unit pembangunan baru pasar impres sehingga untuk sementara dua continer menjadi sasaran warga untuk tempat pembuangan sampah.

Tumpukan sampah yang berserakan di kawasan Pasar Impres tersebut sehingga masyarakat disekitar dan yang melewati area continer tetap menghirup udara bau tak sedap

Akibat daripada tumpukan sampah yang berserakan sehingga masyarakat yang berdomisili di sekitar pasar Impres saban hari tetap menghirup udara bau sampah yang tak sedap.

Sehingga masyarakat baik yang lewat maupun yang berlalu lalang tetap resah dan tidak nyaman.
Dan hal itu akibat dari pada adanya keluhan berbagai masyarakat terkait penempatan Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah yang dinilai tidak strategis

Tumpukan sampah yang berserakan menjadi pusat perhatian khalayak rame, karena tempatnya tepat dijalur lalu lalangnya masyarakat dan kendaraan di Jalan kawasan Gampong Hilir Pasar Impres Tapaktuan

Inal Masri, salah seorang warga Gampong Hilir mengatakan kepada wartawan,masyarakat disekitar sini sudah tidak tahan dengan aroma sampah yang sangat menyengat, ini sangat mengganggu Kenyamanan dan merusak pemandangan kami yang tinggal didekat sini, katanya.

"Kalau sudah mendapat keluhan seperti itu dari masyarakat, seharusnya Dinas Lingkungan Hidup bisa mengambil tindakan

Karena selain baunya sangat menyengat sampah yang dibuang oleh masyarakat asal-asalan saja", ungkapnya

Camat Tapaktuan, Halim Bahri SE, ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, bahwa ia juga mendapatkan laporan terkait sampah tersebut, kalau dilihat pembuangan sampah tersebut benar sembarangan saja, sampah yang dibuangpun kadang masuk kadang tidak, ujarnya

"Saya juga sudah terima laporan dari Keuchik Gampong Hilir, Taslim WS, dan hal ini juga sudah ditegur oleh perangkat gampong, dan kami juga akan surati instansi terkait DLH", jelasnya

Untuk sementara ini tempat itu menjadi tempat pembuangan sampah bagi warga, tetapi kita harap kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk dapat menugaskan salah satu petugas dilokasi tersebut untuk mengontrol warga yang buang sampah jangan asal-asal saja, main lempar sembarangan dan letak sampahpun semraut saja, sambung Camat.


"Dalam waktu dekat ini kita akan surati DLH, dan kita akan tulis dilokasi itu agar tidak sembarangan membuang sampah dilokasi tersebut", pungkasnya.


Sementara ini pihak pengawas persampahan Sahrol dari Dinas Lingkungan Hidup mengaku setiap pagi dan siang serta sore tetap kami menjaga kawasan continer sampah tersebut, malah dari warkop Ayam Penyet pun pernah kami suruh angkat balek sampahnya

Padahal untuk restribusi sampah setiap rumah untuk satu bulan hanya Rp. 5000 (Lima Ribu Rupiah) saja. Tidak seberapa saya rasa hanya satu bulan Rp 5000 peraknya dan persoalan sampah dan tong sampah hendaknya setiap gampong dalam kecamatan untuk dapat dianggarkan lewat dana desa sehingga dapat membantu pemasukan PAD daerah, ungkap Sahrol. S. Sehingga menjaga kebersihan gampong juga dapat menjaga keindahan disetiap gampong.

Dan kami dalam mengawasi lokasi sampah itu berlansung selama dua puluh empat jam,malah kabid sampah dan limbah mengakui sebelum masuk kantor dirinya tetap memantau terlebih dahulu lokasi lokasi continer sampah yang ada di Kota Tapaktuan ini

Dan karena ada sedikit persoalan sehingga continer sampah telah kami letakkan dikomplek Dinas Lingkungan Hidup imbuh Sahrol

Dalam pembuangan sampah dari lokasi TPS pengangkutan continer tetap rutin dilakukan sesuai dengan aturan dari Dinas Lingkungan Hidup. Tutup Sahrol. S (Yunardi M.IS)