Soal polemik pengisian BBM, ini penjelasan Direktur SPBU Pelayang Raya - SIGERINDO.COM

Soal polemik pengisian BBM, ini penjelasan Direktur SPBU Pelayang Raya

 Soal polemik pengisian BBM, ini penjelasan Direktur SPBU Pelayang Raya

Sigerindo Sungai Penuh - Terkait adanya isu dugaan permainan dalam penjualan solar di SPBU Pelayang raya, kota Sungai Penuh, sejumlah wartawan mendatangi SPBU tersebut dalam upaya klarifikasi resmi, Sabtu (20/2/2021).

Dalam jumpa pers, Syadiah,selaku pemilik SPBU 24.371.20 Pelayang Raya Kecamatan Sungai Bungkal Kota Sungai Penuh ini menyebutkan bahwa seluruh aktivitas di SPBU yang dia kelola sudah sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.

Menurut Syadiah, pengisian jerigen untuk jenis solar di SPBU Pelayang Raya khusus bagi pelaku UMKM di Kota Sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci diawasi ketat oleh petugas SPBU. Apalagi menurut Syadiah sistim sekarang telah menggunakan sistim digitalisasi.

"Kita tidak bisa untuk macam-macam, sebab Sekarang ini sudah sisitim digitalisasi, hari ini juga pihak pertamina bisa tahu penjualan berapa, makanya kita awasi ketat, " terang Syadiah.

Jumlah UMKM pengisi jerigen di SPBU Pelayang raya menurut Syadiah adala yang dilayani lebih dari 150, diantaranya untuk usaha heler, bajak sawah, giling kopi dan lain-lain, itu pun sudah mengantongi rekomendasi dari masing - masing kepala desa setempat.

"Iya, jumlah data penerima BBM bersubsidi ada pada dinas Ekobang, tidak benar kami menjual solar di depan SPBU, seperti isu yang beredar, solar itu bukan dari kami, "tegas Syadiah dihadapan awak media.

Saat ditanyai adanya antrian panjang kendaraan roda empat untuk mendapatkan bio solar bersubsidi, Syadiah menyebutkan bahwa antrian itu salah satu disebabkan SPBU lain di Sungai Penuh tidak beroperasi.

"Soal antrian panjang, itu disebabkan SPBU di Kumun tidak beroperasi, makanya mereka kesini untuk mendapatkan solar, " jelas dirut SPBU Pelayang Raya tersebut.

Usut punya usut, soal adanya salah seorang warga yang bolak balik mengisi BBM jenis bio solar dengan menggunakan jerigen, Sadiyah menjelaskan bahwa itu hanyalah warga yang berprofesi sebagai tukang ojek.

"Iya, dia adalah seorang tukang ojek yang menjual jasa dan diberi upah, sebab ada banyak pelanggan kita pelaku UMKM yang berada di daerah pelosok yang tidak sempat mengisi jerigen, maka mereka memakai jasa tukang ojek kepercayaannya" kata Syadiah.

Seperti diketahui, konsumsi BBM bersubsidi yang tepat sasaran perlu ditingkatkan, sebab hal itu dilakukan untuk mendorong kelangsungan usaha pelaku UMKM di daerah Kabupaten Kerinci dan kota Sungai Penuh ditengah pandemi Covid-19.

"SPBU ini sudah 30 tahun beroperasi, itu salah satu bukti bahwa selama SPBU ini melaksanakan operasional sesuai SOP, disamping itu, SPBU membuka diri menerima masukan dan laporan dari masyarakat, agar pelayanan terhadap masyarakat dapat selalu berjalan dengan baik, " pintanya.(Eko Sanjaya, SE)