Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting




Dewan Diminta Turun ke Lokasi Proyek yang Dikerjakan CV. MONICA

Sigerindo, Kerinci -Warga dan sejumlah aktivis meminta kepada anggota DPRD Kota Sungai Penuh untuk turun ke lokasi pekerjaan proyek Rehabilitasi drainase trotoar di jalan Depati Parbo (Jembatan Serong-Simpang Panik) Kecamatan Pondok Tinggi yang dikerjakan oleh CV. MONICA.

Pasalnya, proyek bernilai Rp 984 juta tahun anggaran 2021 yang bersumber dari APBD Kota Sungai Penuh dinilai masyarakat dikerjakan asal jadi oleh Kontraktor pelaksana karena pada saat melakukan pengecoran lantai dasar drainase dalam kondisi tergenang air.

Salah satu warga setempat kepada media Sigerindo.com Jum'at (19/6/2021) mengatakan, dalam pelaksanaannya proyek rehabilitasi drainase di Jembatan Serong-Simpang Panik Kecamatan Pondok Tinggi kontraktor pelaksana melakukan pengecoran lantai dasar drainase dalam genangan air, ujar warga yang ringgal di lokasi proyek tersebut yang minta namanya dirahasiakan.

Untuk itu kami minta DPRD Kota Sungai Penuh untuk turun ke lokasi proyek rehabilitasi drainase tersebut yang dinilai asal jadi, pinta sumber

Andi aktivis Kota Sungai Penuh ketika dimintai tanggapannya kepada Awak media ini mengatakan, terkait pekerjaan dainase di Simpang Panik tahun anggaran 2021 yang dikerjakan CV. MONICA dengan kontrak sebesar Rp 984 juta yang dinilai dikerjakan asal-asalan itu, sudah seharusnya Dewan selaku pengawasan turun ke lokasi guna mengecek proyek yang dikeluhkan masyarakat agar hasil pekerjaan memberikan azas manfaat bagi masyarakat" kata Andi

"Iya beberapa hari lalu pengecoran drainase dalam genangan air sempat viral dibeberapa media online, seharusnya Sudah menjadi perhatian DPRD kota Sungai Penuh," tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Fajran, saat dikonfirmasi wartawan beberapa waktu lalu mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, bahwa ada pekerjaan rehab drainase yang dikerjakan pengecorannya dalam genangan air.

"Ya, maka kita minta pengawas untuk cek lapangan, apakah secara teknis sudah benar atau salah, karena pengecorannya dalam kondisi air tergenang seperti itu," tegasnya. (Tim)
BERITA TERBARU