Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting




Kejati Sultra Disinyalir Ada Perlakuan Khusus ke Tersangka Korupsi Hado Hasina

Sigerindo Kerinci - Dugaan Korupsi study manajemen rekayasa Lalu Lintas (Lalin) di Kabupaten Wakatobi memasuki babak baru. Meskipun Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah menetapkan 2 (dua) tersangka sejak tanggal 29 Maret 2021 yakni Hado Hasina (Kepala Dinas Perubahan Sultra) dan Laode Nurrahmat Arsyad (Salah satu Pihak LPPM Universitas Halu Oleo) Namun proses berjalannya waktu dalam Perkara ini, Ke Dua tersangka tersebut sudah dilakukan Penahanan kendati sifatnya masih Tahanan Kota

Penahan Kota sampai saat ini (1 April - 26 Juli 2021) sifatnya masih Tahanan Kota. Ada apa sebenarnya dengan Aparat Penegak Hukum (Kejati Sultra)?. Kok, sudah mau masuk 4 bulan, Kedua tersangka belum juga di Tahan?. Kami menduga ada perlakuan khusus kepada Tersangka Korupsi, Hado Hasina dan Laode Nurrahmat Arsyad. Hal tersebut dipertanyakan Ketua Umum Lembaga Pemerhati Masyarakat (LPM) Sultra, Ados, Selasa 27 Juli 2021

Diketahui Proyek tersebut (Study Rekayasa Lalin di Kabupaten Wakatobi) merupakan kerjasama Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo (UHO) pada tahun 2017 lalu

Ados mengungkapkan, Apa Pertimbangan Kejati Sultra tidak menahan kedua tersangka Korupsi di Rumah Tahanan (Rutan) Negara?. Kendatipun ada dalam aturan, tentunya ini menjadi pertimbangan lagi, sebab Hado Hasina ini adalah Kadis Perhubungan aktif

"Kami khawatir Hado Hasina mengulangi perbuatannya yang sama, karena pihaknya masih mengelola anggaran kegiatan. Dan Hado Hasina ini pula di khawatirkan akan ada upaya menghilangkan barang bukti yang saat ini sangat di perlukan dalam proses penyidikan dan penyelidikan. Hado masih punya segalanya. Mestinya Kejaksaan sudah lama menahan Hado Hasina dan Laode Nurrahmat Arsyad ke Rutan Negara. Ini dibiarkan berkeliaran bebas. Ada apa sebenarnya dengan Aparat Penegak Hukum kita di Sultra ini?. Tersangka Korupsi Miliaran tidak di Tahan. Hummm, "Aneh bin ajaib" yaa," ungkap Ados

"Hado Hasina dan Laode Nurrahmat Arsyad ini merupakan tersangka dalam kasus tindak Pidana Khusus (Pidsus) dengan pasal yang dilanggar, Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 subsider pasal 8 undang-undang RI No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan No. SPDP/tgl.SPDP B- 2759/P.3/F.d.1/01/2021-01-06. No.P16 / Tgl.p16. Print-12/P.3.5/Ft.1/01/2021. 2021-01-06. Dan Jaksa Penuntut Umumnya diketahui, 1.Robin Abdi Ketaren, S.H., M.Hum 2.Abuhar, S.H., M.H 3.Nurdin, S.H., M.H Anita Teresia, S.H,M.H. Tak sampai disitu, nama Kadishub Sultra ramai diberitakan sejumlah media bahwa Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Hado Hasina Jadi Tersangka Korupsi Proyek Rp 1 Miliar. Inikan sudah jelas. Jadi wajib di tahan di Rutan Negara," tambah Ados JR Pata Sumowo kerap di panggil kesehariannya

Ados sangat berharap bahwa Kejati Sultra melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka tersebut yang paling utama adalah menangkap salah satu tersangka kepala dinas perhubungan yang hari ini masih aktif dalam struktur pemerintahan Ali Mazi Lukman Abunawas (Aman) sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara

Selain itu, Ados sangat berharap kepada Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, agar segera mengambil tindakan terhadap yang tersandung dugaan tindak pidana korupsi yang saat ini masih dilakukan proses penyidikan dan penyelidikan oleh Kejaksaan Tinggi Sultra

"Mestinya Gubernur Ali Mazi tidak membiarkan Pelaku terduga Koruptor ini masih menjabat sebagai Pimpinan di Dinas Perhubungan Sultra. Gubernur seharusnya mengambil sikap terhadap pejabat-pejabat pemerintah yang tersandung tindak pidana korupsi karena ini juga bisa merusak Citra daripada struktur pemerintahan gubernur saat ini," tutup Ados

Ditempat terpisah sejumlah ASN lingkup Dishub Sultra kaget. Salah seorang ASN lingkup Dishub Sultra yang tidak mau disebut namanya mengaku prihatin dengan kondisi tersebut

“Sepertinya kita ini dipimpin oleh seorang terduga korupsi atas kasus Study rekayasa Lalin di Kabupaten Wakatobi,” ungkapnya

“Pak Kadis Perhubungan ini masih aktif berkantor bahkan kemarin masih pimpin rapat. Dan Pak Kadis ini juga masih mengelola kegiatan. Kalau tidak salah itu kegiatan DAK,” ungkapnya lagi

Ia juga meminta Pemprov Sultra, untuk komitmen dengan pemberantasan korupsi, yakni dengan menempatkan pejabat yang bersih, sekaligus tidak memberikan tempat kepada koruptor

“Pada dasarnya pelaku Korupsi ini perlu dibasmi dari bumi Anoa Sultra tercinta ini. Kok kami dipimpin Korupsi?,” tanyanya

“Apalagi kita liat di situs resmi atau laman Kejati Sultra, bahwa nama Hado Hasina sebagai Kadishub Sultra terpampang jelas. Ini mestinya Pemprov mengevaluasi kepemimpinannya sebagai kepala dinas” pungkasnya. (Tim)
BERITA TERBARU