Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting



(OPINI) Inovasi Lumbung Gizi Desa (Bu Gisa) Solusi Kemiskinan dan Stunting di Desa Oleh: DrH. Arsyad Husein (Pemerhati Kesehatan)


Bandar Lampung, Sigerindo---Dasar pikiran nya sederhana... "Desa lah penyumbang pangan untuk rakyat Indonesia ini, anomali nya rakyat pedesaanlah yang mendominasi angka kemiskinan dan stunting.” Kenapa ini terjadi...?

Jawabannya pasti variabel nya banyak, dan terlalu banyak kalau saya tulis disini.... Lalu inovasi apa yg harus diaplikasikan..?

Salah satu ide yang ditawarkan bu duta swasembada gizi Kabupaten Lampung Selatan ( Bu Winarni Nanang Ermanto) adalah sesuai judul tulisan ini "" Lumbung Gizi Desa""" Dan disingkat * bu gisa*

Selama 2 minggu, Saya mengikuti sosialisasi beliau dari desa ke desa lokus stunting, alangkah mulianya bila semua desa bisa mengaplikasikan inovasi ini.

Lumbung gizi itu sumbernya " Kebun, Kolam dan Kandang " , yang bisa memproduksi sayur-sayuran, ikan lele dan ternak unggas (telur). Bila ketiga sumber pangan ini ada dimeja makan setiap hari dengan berbagai olahanya, harusnya kebutuhan dasar manusia minimal bisa terpenuhi.

Untuk mewujudkan ide tersebut, maka dibentuklah sekretariat tim swasembada gizi mulai dari Kabupaten, kecamatan sampai desa dengan melibatkan semua organisasi perangkat daerah. Setelah acara sosialisasi, timbullah ide menulis walau di FB, karena saya membayangkan bila inovasi ini dilakukan dengan konsekwen, InsyaAllah akan banyak sumber pendapatan dan multiple efek dari dimensi inovasi desa ini.

Hiruk pikuk dana desa sudah lama dikucurkan, namun dampak dalam menurunkan kemiskinan belum terlalu signifikan, malah ada kejadian " Stunting yang terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan ".

Sosialisasi swasembada gizi ini sudah lama dilaksanakan oleh beliau, dan hasilnya juga signifikan sampai angka stunting di Lampung Selatan dibawah 5% , dan bila target pembebasan stunting tahun 2024, InsyaAllah kabupaten Lampung Selatan tahun 2022 /23 bisa bebas......

Memang, Bu Gisa masih balita, dan kekurangan nya masih banyak sehingga perlu ada penyempurnaan dengan berjalannya waktu...

Kekurangan yang utama adalah mengaplikasikan dan kesadaran dari semua elemen, bahwa pangan itu sangat penting dalam melahirkan generasi cerdas dan sehat. Kelebihannya sudah ada political will , sampai ada kalimat filosofi yang patut direnungkan " Pembangunan infrastruktur penting tapi pembangunan sumber daya manusia jauh lebih penting ". TAMAT (Kalianda AH 19102021)

 


BERITA TERBARU