Bupati Lamsel Egi Sisihkan Waktu di Tengah Agenda Padat, Duduk di Sisi Ranjang Nenek 81 Tahun yang Terbaring Stroke di Tanjungsari
Sigerindo Lampung Selatan -- Luar Biasa di sela padatnya agenda pemerintahan, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama memilih berhenti sejenak. Bukan untuk beristirahat, melainkan untuk duduk di sisi ranjang seorang nenek renta yang terbaring lemah di rumah sederhana di Desa Kertosari, Kecamatan Tanjungsari, Kamis 26/2/26
Nenek itu adalah Sukinem (81). Tubuhnya melemah akibat hipertensi yang berujung stroke. Di ruangan sederhana itulah, suasana mendadak hening ketika Egi mendekat, menyapa dengan lembut, dan memastikan langsung kondisi serta penanganan yang diterima
Tanpa sekat formalitas, Egi duduk berhadapan dengan keluarga Sukinem. Ia tak hanya berbicara, tetapi juga memberi instruksi tegas kepada Sekretaris Daerah Supriyanto yang turut mendampingi kunjungan bersama jajaran perangkat daerah
“Pak Sekda ini tolong diprioritaskan. Bu nanti dibantu ya Bu, nanti dari pemerintah daerah, mudah-mudahan bisa meringankan,” ujarnya, memastikan agar perhatian terhadap Sukinem tidak berhenti pada kunjungan semata
Sebagai bentuk kepedulian langsung, Egi juga menyerahkan bingkisan sembako kepada keluarga. Bantuan itu mungkin sederhana, namun pesan yang dibawa jauh lebih besar, kehadiran pemerintah harus terasa hingga ke ruang-ruang paling sunyi warganya
Camat Tanjungsari, Handoyo Soesilo, menjelaskan bahwa pihak kecamatan sebelumnya telah melakukan pendataan dan asesmen terhadap warga sakit dan penyandang disabilitas. Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta pendamping sosial masyarakat telah dilibatkan untuk memastikan bantuan tepat sasaran
Menurutnya, arahan langsung dari Bupati Lampung Selatan menjadi penguat bagi jajaran di tingkat kecamatan agar percepatan bantuan sosial dapat segera direalisasikan
“Kami berharap Ibu Sukinem bisa segera mendapatkan program bantuan sosial sesuai kondisi yang ada, baik PKH, BPNT, maupun bantuan sosial lainnya,” kata Handoyo
Ia juga memaparkan inovasi Kecamatan Tanjungsari bertajuk “Bakso Tansa” (Bakti Sosial Tanjungsari), kegiatan rutin setiap Jumat berupa kunjungan dari rumah ke rumah bagi warga sakit dan disabilitas bersama UPT Puskesmas Rawat Inap Tanjungsari. Dalam program tersebut, warga mendapatkan pelayanan kesehatan sekaligus bantuan sembako
Kunjungan ini menjadi gambaran bahwa pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan tidak hanya berbicara soal jalan, jembatan, dan infrastruktur fisik. Di sela peresmian proyek dan agenda resmi, perhatian terhadap warga yang terbaring sakit tetap menjadi prioritas
Langkah itu mungkin tampak sederhana, duduk di samping ranjang seorang nenek, menyentuh tangannya, memberi semangat, lalu memastikan bantuan diprioritaskan
Namun dari rumah kecil di Desa Kertosari, pesan kepemimpinan itu terasa jelas, pemimpin tidak hanya hadir di podium, tetapi juga di ruang-ruang sunyi tempat warganya paling membutuhkan ujarnya (*)
Nenek itu adalah Sukinem (81). Tubuhnya melemah akibat hipertensi yang berujung stroke. Di ruangan sederhana itulah, suasana mendadak hening ketika Egi mendekat, menyapa dengan lembut, dan memastikan langsung kondisi serta penanganan yang diterima
Tanpa sekat formalitas, Egi duduk berhadapan dengan keluarga Sukinem. Ia tak hanya berbicara, tetapi juga memberi instruksi tegas kepada Sekretaris Daerah Supriyanto yang turut mendampingi kunjungan bersama jajaran perangkat daerah
“Pak Sekda ini tolong diprioritaskan. Bu nanti dibantu ya Bu, nanti dari pemerintah daerah, mudah-mudahan bisa meringankan,” ujarnya, memastikan agar perhatian terhadap Sukinem tidak berhenti pada kunjungan semata
Sebagai bentuk kepedulian langsung, Egi juga menyerahkan bingkisan sembako kepada keluarga. Bantuan itu mungkin sederhana, namun pesan yang dibawa jauh lebih besar, kehadiran pemerintah harus terasa hingga ke ruang-ruang paling sunyi warganya
Camat Tanjungsari, Handoyo Soesilo, menjelaskan bahwa pihak kecamatan sebelumnya telah melakukan pendataan dan asesmen terhadap warga sakit dan penyandang disabilitas. Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta pendamping sosial masyarakat telah dilibatkan untuk memastikan bantuan tepat sasaran
Menurutnya, arahan langsung dari Bupati Lampung Selatan menjadi penguat bagi jajaran di tingkat kecamatan agar percepatan bantuan sosial dapat segera direalisasikan
“Kami berharap Ibu Sukinem bisa segera mendapatkan program bantuan sosial sesuai kondisi yang ada, baik PKH, BPNT, maupun bantuan sosial lainnya,” kata Handoyo
Ia juga memaparkan inovasi Kecamatan Tanjungsari bertajuk “Bakso Tansa” (Bakti Sosial Tanjungsari), kegiatan rutin setiap Jumat berupa kunjungan dari rumah ke rumah bagi warga sakit dan disabilitas bersama UPT Puskesmas Rawat Inap Tanjungsari. Dalam program tersebut, warga mendapatkan pelayanan kesehatan sekaligus bantuan sembako
Kunjungan ini menjadi gambaran bahwa pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan tidak hanya berbicara soal jalan, jembatan, dan infrastruktur fisik. Di sela peresmian proyek dan agenda resmi, perhatian terhadap warga yang terbaring sakit tetap menjadi prioritas
Langkah itu mungkin tampak sederhana, duduk di samping ranjang seorang nenek, menyentuh tangannya, memberi semangat, lalu memastikan bantuan diprioritaskan
Namun dari rumah kecil di Desa Kertosari, pesan kepemimpinan itu terasa jelas, pemimpin tidak hanya hadir di podium, tetapi juga di ruang-ruang sunyi tempat warganya paling membutuhkan ujarnya (*)

