Purnama Wulan Sari Mirza Buka Dauroh Qur’an Ramadan 1447 H, Perkuat Karakter Generasi Muda di Era Digitalisasi
Sigerindo Bandar Lampung -- Purnama Wulan Sari Mirza Bunda Literasi Provinsi Lampung secara resmi membuka kegiatan Dauroh Qur’an Ramadan 1447 Hijriah yang diselenggarakan di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Selasa 3/3/26
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat karakter generasi muda melalui pendalaman nilai-nilai Al-Qur’an, di tengah tantangan era digital dan meningkatnya degradasi moral
Smentara dalam arahannya, Purnama Wulan Sari Mirza menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan untuk mengejar target khataman secara kuantitatif, melainkan waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas interaksi dengan Al-Qur’an melalui tadabur dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari
“Melalui Dauroh Qur’an ini, kita tidak hanya diajak membaca, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilainya. Di era digital, akses terhadap Al-Qur’an sudah sangat mudah dan tersedia dalam genggaman. Tantangannya adalah bagaimana kita membentengi diri dengan akhlak mulia yang diajarkan di dalamnya,” ujarnya
Ia juga mengapresiasi antusiasme para peserta yang didominasi pelajar SMA dan SMK. Menurutnya, pemahaman agama yang kuat menjadi fondasi penting dalam membangun kerukunan dan sikap toleransi di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk
“Jangan pernah bosan menggali isi Al-Qur’an. Jika sudah terbiasa, membaca Al-Qur’an akan menjadi sukacita sekaligus kebutuhan. Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti di bulan Ramadan saja, tetapi berlanjut menjadi rutinitas pada bulan-bulan berikutnya, tukasnya (*)
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat karakter generasi muda melalui pendalaman nilai-nilai Al-Qur’an, di tengah tantangan era digital dan meningkatnya degradasi moral
Smentara dalam arahannya, Purnama Wulan Sari Mirza menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan untuk mengejar target khataman secara kuantitatif, melainkan waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas interaksi dengan Al-Qur’an melalui tadabur dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari
“Melalui Dauroh Qur’an ini, kita tidak hanya diajak membaca, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilainya. Di era digital, akses terhadap Al-Qur’an sudah sangat mudah dan tersedia dalam genggaman. Tantangannya adalah bagaimana kita membentengi diri dengan akhlak mulia yang diajarkan di dalamnya,” ujarnya
Ia juga mengapresiasi antusiasme para peserta yang didominasi pelajar SMA dan SMK. Menurutnya, pemahaman agama yang kuat menjadi fondasi penting dalam membangun kerukunan dan sikap toleransi di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk
“Jangan pernah bosan menggali isi Al-Qur’an. Jika sudah terbiasa, membaca Al-Qur’an akan menjadi sukacita sekaligus kebutuhan. Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti di bulan Ramadan saja, tetapi berlanjut menjadi rutinitas pada bulan-bulan berikutnya, tukasnya (*)

