Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting


NTP Provinsi Lampung Mei 2026 Naik Menjadi 128,01, Kesejahteraan Petani Terus Menguat

Sigerindo Bandar Lampung -- Hasilnya Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung pada Mei 2026 mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat NTP mencapai 128,01 atau naik 3,29 persen dari April 2026 yang berada di angka 123,93

Dengan Kenaikan NTP menunjukkan peningkatan daya beli petani karena kenaikan harga hasil produksi lebih tinggi dibandingkan pengeluaran yang harus dibayar petani. Kondisi tersebut menjadi indikator membaiknya tingkat kesejahteraan petani di Lampung

Statistisi Ahli Muda BPS Lampung, M Sabiel Adi Prakasa, menjelaskan kenaikan NTP didorong oleh meningkatnya indeks harga yang diterima petani. Pada Mei 2026, indeks harga yang diterima petani naik 4,35 persen menjadi 165,36, sementara indeks harga yang dibayar petani hanya meningkat 1,02 persen menjadi 129,18

"Pada Mei tahun 2026 NTP Provinsi Lampung tercatat sebesar 128,01 atau naik 3,29 persen dibandingkan April 2026. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan indeks harga yang diterima petani yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani," ujar Sabiel, Rabu 3 Juni 2026

Komoditas yang berperan dalam mendorong kenaikan harga yang diterima petani antara lain tomat, cabai merah, dan sawi hijau. Ketiga komoditas tersebut juga menjadi faktor yang memengaruhi kenaikan pengeluaran rumah tangga petani dari sisi konsumsi

Jika dilihat berdasarkan subsektor, kenaikan NTP tertinggi terjadi pada subsektor hortikultura yang melonjak 17,58 persen menjadi 137,67. Subsektor tanaman perkebunan rakyat juga naik 3,95 persen menjadi 159,03, disusul peternakan yang meningkat 1,58 persen dan tanaman pangan yang tumbuh 1,07 persen

Sedangkan itu, subsektor perikanan menjadi satu-satunya sektor yang mengalami penurunan dengan koreksi 1,69 persen menjadi 104,18. Sabiel mengatakan mayoritas subsektor pertanian di Lampung menunjukkan kinerja positif sehingga mencerminkan penguatan posisi dan daya tawar petani di tengah dinamika pasar tukasnya (*)
BERITA TERBARU