Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting


Gubernur Mirza Resmi Diangkat sebagai Saudara Kerajaan Sekala Brak, Sandang Gelar Adat “Suntan Tihang Marga”

Tonggak sejarah budaya Lampung kembali ditorehkan. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal resmi diangkat sebagai saudara angkon muakhi Kerajaan Sekala Brak Kepaksian Pernong, dengan gelar adat Suntan Tihang Marga.

Prosesi sakral berlangsung di Gedung Dalom Kepaksian Pernong, Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat, Kamis 9/7/26. Pengangkatan ini menandai diterimanya Gubernur Mirza ke dalam lingkungan bangsawan Kerajaan Paksi Pak Sekala Brak, salah satu warisan tertua di Tanah Lampung.

Simbol Kehormatan dan Amanah

Dalam upacara penuh khidmat itu, Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23 Pangeran Edward Syah Pernong menganugerahkan tiga pusaka kehormatan: Tongkat Pusaka Bindung Langit, Lencana Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, dan Lencana Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) kepada Gubernur Mirza.

“Ini amanah besar yang harus saya jaga. Amanah untuk merawat eratnya hubungan pemerintah dengan masyarakat adat, dan memastikan setiap kebijakan pembangunan tetap berpijak pada nilai luhur leluhur,” tegas Mirza dalam sambutannya.

Budaya sebagai Fondasi Pembangunan

Gubernur Mirza menegaskan komitmen Pemprov Lampung menjadikan budaya bukan sekadar warisan, melainkan napas kehidupan sehari-hari. Tahun ini, 17 desa ditetapkan sebagai Desa Wisata Berbudaya, termasuk Kepaksian Pernong.

“Saya percaya, daerah yang maju adalah daerah yang menjadikan budaya sebagai fondasi untuk melangkah lebih jauh,” ujarnya.

Fokus SDM: Dari Kelas Cangkok hingga Satu Desa Satu Sarjana

Selain budaya, Mirza menempatkan pembangunan manusia sebagai poros utama. Melalui Program Kelas Cangkok, putra-putri Lampung dikirim belajar ke lembaga pendidikan dan dunia usaha maju agar kembali membawa ilmu untuk kampung halaman. Program Satu Desa Satu Sarjana juga digencarkan agar setiap pekon memiliki motor penggerak pembangunan.

Hilirisasi dan Infrastruktur untuk Lampung Barat

Melihat potensi Lampung Barat di sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata, Mirza mendorong hilirisasi pertanian agar hasil bumi naik kelas dan memberi nilai tambah ekonomi. Bersamaan itu, percepatan infrastruktur terus digenjot untuk membuka akses wisata, memperlancar distribusi hasil tani, dan menarik investasi.

“Budayanya kita jaga, manusianya kita siapkan lewat pendidikan, ekonominya kita kuatkan lewat hilirisasi, konektivitasnya kita dukung dengan infrastruktur. Hanya dengan cara itulah kesejahteraan tumbuh berkelanjutan,” tutur Mirza.

Seruan untuk Sai Batin dan Generasi Muda

Gubernur mengajak seluruh Sai Batin dan penyimbang adat menjadi penjaga persatuan sekaligus pembimbing generasi muda. “Cintai budaya, hormati orang tua, rajin belajar, kerja keras, dan peduli sesama. Mari berjalan bersama, saling menguatkan, untuk mewujudkan Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045,” serunya.

Penghormatan Berbalas Penghargaan

Sultan Edward Syah Pernong menyebut pengangkatan ini sebagai ikatan persaudaraan. “Hari ini adinda Mirzani Djausal telah menjadi saudara. Saya menganggap adinda sebagai adik saya sendiri,” ucapnya. Gelar adat diberikan atas komitmen nyata Mirza melestarikan adat: pembangunan desa adat, pencanangan Kamis Beradat untuk bahasa Lampung, hingga pembangunan infrastruktur pro-rakyat.

Sebagai balasan, Gubernur Mirza menyerahkan piagam penghargaan kepada Sultan Edward atas dedikasi dalam perlindungan, pelestarian, dan pengembangan budaya Lampung.(*)