Jaga Kelestarian Alam dan Nilai Adat, Forum Segekhi Suku Pasang Spanduk Penolakan PLTP Gunung Rajabasa
Sigerindo Lampung Selatan -- Masip nya Penolakan masyarakat terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di kawasan Gunung Rajabasa, Lampung Selatan, terus bergulir. Gerakan Masyarakat Peduli Gunung Rajabasa (GMPGR) melalui Forum Segekhi Suku menegaskan komitmennya untuk menjaga kelestarian ekosistem dan ruang hidup masyarakat adat dari ancaman kerusakan lingkungan
Sebagai tindak lanjut atas aspirasi yang sebelumnya disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten dan DPRD Lampung Selatan pada Senin (22/6/2026), Forum Segekhi Suku menggelar aksi simpati berupa pemasangan spanduk penolakan secara serentak pada Kamis 16/7/26
Spanduk tersebut dipasang di empat titik wilayah strategis, meliputi: Kecamatan Kalianda, Kecamatan Rajabasa, Kecamatan Penengahan, Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan
Aksi yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 13.30 WIB tersebut berjalan tertib, aman, dan kondusif
Perwakilan Forum Segekhi Suku menjelaskan bahwa aksi ini merupakan langkah nyata dalam mengawal amanah tokoh adat dan penasihat hukum
Pemilihan warna pada spanduk juga sarat akan makna simbolis: kain putih melambangkan kesucian niat para leluhur dalam merawat alam, sedangkan tulisan berwarna merah menegaskan keberanian serta keteguhan masyarakat dalam membela tanah kelahiran
Ketua Forum Segekhi Suku, Beta Rahmi (Adok Pengikhan Pukuk Sabuay Nimbau), menyampaikan bahwa penolakan ini didasari oleh kesadaran mendalam untuk melindungi kawasan yang dinilai sakral dan penting bagi keberlangsungan hidup warga sekitar
"Kami tetap menolak dengan keras rencana pengeboran di Gunung Rajabasa. Tidak ada tawaran atau kompromi bagi kami. Perjuangan ini adalah upaya mempertahankan keberlanjutan alam agar Gunung Rajabasa tetap lestari bagi generasi mendatang," tegas Beta Rahmi
Melalui siaran pers ini, Forum Segekhi Suku mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap bersatu, bijak, dan tidak tergiur oleh keuntungan jangka pendek yang berpotensi merusak ekosistem serta keharmonisan lingkungan. Masyarakat diajak untuk mendasarkan perjuangan ini pada rasa tanggung jawab moral dan kelestarian alam, bukan semata-mata kepentingan materialistis
Ke depan, Forum Segekhi Suku berkomitmen untuk terus menyuarakan aspirasi masyarakat dan menempuh langkah-langkah perjuangan yang konstitusional serta terukur demi memastikan Gunung Rajabasa tetap terjaga pungkasnya (*)
Sebagai tindak lanjut atas aspirasi yang sebelumnya disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten dan DPRD Lampung Selatan pada Senin (22/6/2026), Forum Segekhi Suku menggelar aksi simpati berupa pemasangan spanduk penolakan secara serentak pada Kamis 16/7/26
Spanduk tersebut dipasang di empat titik wilayah strategis, meliputi: Kecamatan Kalianda, Kecamatan Rajabasa, Kecamatan Penengahan, Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan
Aksi yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 13.30 WIB tersebut berjalan tertib, aman, dan kondusif
Perwakilan Forum Segekhi Suku menjelaskan bahwa aksi ini merupakan langkah nyata dalam mengawal amanah tokoh adat dan penasihat hukum
Pemilihan warna pada spanduk juga sarat akan makna simbolis: kain putih melambangkan kesucian niat para leluhur dalam merawat alam, sedangkan tulisan berwarna merah menegaskan keberanian serta keteguhan masyarakat dalam membela tanah kelahiran
Ketua Forum Segekhi Suku, Beta Rahmi (Adok Pengikhan Pukuk Sabuay Nimbau), menyampaikan bahwa penolakan ini didasari oleh kesadaran mendalam untuk melindungi kawasan yang dinilai sakral dan penting bagi keberlangsungan hidup warga sekitar
"Kami tetap menolak dengan keras rencana pengeboran di Gunung Rajabasa. Tidak ada tawaran atau kompromi bagi kami. Perjuangan ini adalah upaya mempertahankan keberlanjutan alam agar Gunung Rajabasa tetap lestari bagi generasi mendatang," tegas Beta Rahmi
Melalui siaran pers ini, Forum Segekhi Suku mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap bersatu, bijak, dan tidak tergiur oleh keuntungan jangka pendek yang berpotensi merusak ekosistem serta keharmonisan lingkungan. Masyarakat diajak untuk mendasarkan perjuangan ini pada rasa tanggung jawab moral dan kelestarian alam, bukan semata-mata kepentingan materialistis
Ke depan, Forum Segekhi Suku berkomitmen untuk terus menyuarakan aspirasi masyarakat dan menempuh langkah-langkah perjuangan yang konstitusional serta terukur demi memastikan Gunung Rajabasa tetap terjaga pungkasnya (*)

