Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting


Sambut Hari Mangrove Sedunia, AMPHIBI Giat Penanaman 500 Pohon Mangrove

Sigerindo Sumatera Utara Deli Serdang -- Dalam rangkaian memperingati Hari Mangrove Sedunia 26 Juli 2026, Jajaran Pengurus AMPHIBI Sumatera Utara, AMPHIBI Deli Serdang, AMPHIBI Kota Medan, KTHn AMPHIBI Percut, Perwakilan AMPHIBI Batu Bara,
bersama Mahasiswa/i Univ.Al Azhar dan Perwakilan Media Sumut melakukan Penanaman 500 Bibit/ Propagul Mangrove, Minggu 19/07/26

Kegiatan penuh makna demi pelestarian lingkungan hidup pesisir terlaksana di lokasi IUPHKm ( Izin Usaha Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan ) KTHn (Kelompok Tani Hutan ) AMPHIBI di Pesisir Pantai Desa Percut Kec.Percut Sei Tuan Kab.Deli Serdang Prov.Sumatera Utara

Ketua AMPHIBI Sumut Tengku M.Fahri. ST.,MT mengatakan “Peran Masyarakat Dalam Konservasi Mangrove Untuk Keberlanjutan Ekosistem”. .
“Dengan kegiatan ini kita ingin berbagi ilmu & pengalaman yang bisa dipakai terus-menerus kepada masyarakat yang tinggal di pesisir terutama yang paling merasakan dampak jika mangrove rusak. Jadi mereka harus menjadi pemimpin pelestarian, bukan sekadar penolong

Melalui kerja sama ini, warga kini memiliki panduan teknis menanam dan merawat mangrove, sistem patroli rutin, serta pemahaman tentang cara mengelola potensi alam secara bertanggung jawab. Kawasan yang sebelumnya sempat rusak akibat penebangan liar dan pembukaan lahan tambak, kini mulai pulih kembali.
"ujar Tengku Mhd Fahri,ST.,MT

Sementara Ketua Umum AMPHIBI Agus Salim Tanjung SO,SI,.CH (AST) mengatakan, kegiatan ini sebagai rangkaian memperingati Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap tanggal 26 Juli 2026.
Adapun tema yang kita angkat adalah :
"Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang", ucap AST

Pada hari tersebut AMPHIBI juga akan melakukan penanaman sekaligus pengontrolan tanaman Mangrove dilokasi kerjasama AMPHIBI dengan PT.Freeport Indonesia dan Kementerian LHK serta Universitas Gadjah Mada (UGM) yang kita tanda tangani pada bulan Agustus 2024 lalu, "ucap AST.

Sebanyak 25.000 batang dengan luas 25 Hektar yang telah kita tanam bersama Kelompok Masyarakat Nelayan KTHn AMPHIBI Percut

Lanjut AST, dilokasi tersebut belum lama ini dihebohkan dengan adanya kiriman limbah busa berbentuk Awan Putih dari hulu Sungai Percut yang berdampak pada tanaman mangrove kita.
"Hal tersebut saat ini sedang kita tindak lanjuti ke Bupati Deli Serdang, Dinas LH Deli Serdang hingga Direktur Pengelolaan Limbah B3 di Jakarta,Masalah tersebut akan kita tindak lanjuti hingga tuntas, tegasnya

Saat team media menanyakan sumber pencemaran tersebut, AST menjawab :
"Dari hasil investigasi AMPHIBI, diduga sumber Limbah berasal dari Perusahaan Pencucian Kemasan Terkontaminasi Limbah B3

Karena lokasinya tidak jauh dari Bendungan Irigasi Sidoras dimana tempat proses Limbah Busa Putih tebal tersebut terjadi, maka kuat dugaan kita sumbernya berasal dari sana, "ucap AST.

Setiap kegiatan usaha yang membuang Air Limbah ke badan Air Sungai wajib memiliki izin

Agar ada efek jera, maka Izin tersebut sedang kita tindak lanjuti ke pemerintah daerah Deli Serdang dan Kementerian LH di Jakarta, "tutup AST (*)