Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting


Pemprov Lampung Dorong Agar Mahasiswa Bangun Ekosistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Kampus

Sigerindo Bandar Lampung -- Usaha Nyata Pemerintah Provinsi Lampung mendorong mahasiswa untuk membangun ekosistem pengelolaan sampah berkelanjutan di lingkungan kampus sebagai upaya menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang dimulai dari kebiasaan sehari-hari

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat menerima audiensi jajaran Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMBIO) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Kamis 6/8/26

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung juga menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Pekan Konservasi Sumber Daya Alam (PKSDA) XXX yang akan digelar HIMBIO FMIPA Universitas Lampung pada 29 Agustus hingga 4 September 2026

Kegiatan yang mengusung tema "Kelola Plastik dengan Cerdas, Demi Keberlangsungan Hereditas" itu diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan partisipasi mahasiswa dalam pengelolaan sampah yang lebih kreatif dan berkelanjutan

Sementara itu dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jihan Nurlela mengapresiasi tema yang diangkat karena dinilai relevan dengan tantangan pengelolaan lingkungan saat ini

Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi dan mahasiswa

"Kita tidak bisa sendiri mengatasi persoalan sampah di daerah. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak agar pengelolaan lingkungan bisa berjalan lebih baik," ujar Jihan Wagub Lmapung 

Ia berharap PKSDA tidak hanya menjadi agenda tahunan yang bersifat seremonial, tetapi mampu menjadi awal terbentuknya ekosistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan kampus

Jihan mendorong mahasiswa membangun budaya peduli lingkungan yang dimulai dari Program Studi Biologi melalui penerapan pengelolaan sampah dan prinsip zero waste dalam aktivitas sehari-hari

"Coba bangun ekosistem yang hidup, bukan hanya seremonial saat kegiatan berlangsung. Jadikan pengelolaan lingkungan sebagai kebiasaan dan gaya hidup di Program Studi Biologi. Kalau itu berhasil dijalankan, tentu akan menjadi contoh yang baik bagi program studi lainnya," katanya

Menurut Jihan, perubahan perilaku yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak yang jauh lebih besar dibandingkan kegiatan yang hanya berlangsung sesaat. Karena itu, mahasiswa diharapkan dapat menjadi pelopor sekaligus agen perubahan dalam membangun budaya peduli lingkungan

Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut Jihan, siap mendukung berbagai inisiatif mahasiswa yang mampu menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan lingkungan, sekaligus mendorong lahirnya gerakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di tengah masyarakat tukasnya (*)